Palang Gagal Turun Di Bangkok, Bus Di Rel Disambar Kereta Dan Delapan Tewas Terbakar

Kecelakaan di perlintasan sebidang kembali menyorot bahaya antrean kendaraan di jalur kereta yang padat. Di kawasan Huai Khwang, Bangkok, sebuah bus penumpang berhenti tepat di rel saat lalu lintas macet, lalu dihantam kereta barang dan terbakar.

Benturan itu menelan korban besar. Delapan orang tewas dan 32 orang lainnya luka-luka, sementara beberapa kendaraan di sekitar lokasi ikut mengalami kerusakan.

Pihak kepolisian Bangkok kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa ini. Sopir bus, Sayomporn Suankul, 46 tahun, dan masinis kereta barang, Lapit Thongboon, 56 tahun, didakwa atas tuduhan mengemudi secara ceroboh yang menyebabkan kematian.

Kecelakaan terjadi di Jalan Asok-Din Daeng saat bus nomor 206 terhenti di rel sebagai bagian dari antrean di lampu lalu lintas. Tidak lama kemudian, kereta barang Laem Chabang-Bang Sue nomor 2126 melaju ke perlintasan dan menghantam bus yang terjebak di jalurnya.

Dari keterangan awal, kondisi jalan yang macet ikut memperburuk situasi di lokasi. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt menyebut palang pintu perlintasan tidak dapat diturunkan karena ada kendaraan yang berhenti di area perlintasan sebidang.

Aturan setempat sebenarnya melarang kendaraan berhenti di perlintasan dan dalam radius lima meter. Saat aturan itu dilanggar, sistem pengamanan jalur kereta tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya di tengah arus lalu lintas yang padat.

Rekaman foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kereta mendekati perlintasan dengan kecepatan sedang sebelum tabrakan terjadi. Sesaat setelah benturan, bus langsung terbakar dan api disebut menyebar dengan cepat.

Petugas pemadam kebakaran dan penyelamat segera menutup lokasi kejadian. Urumporn, salah satu petugas di lapangan, mengatakan api sudah padam dan tim masih berupaya mengevakuasi jenazah.

Pemerintah juga menyoroti tidak adanya petugas peringatan di titik rawan itu. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul meninjau lokasi pada Sabtu malam dan mempertanyakan absennya petugas kereta api yang bisa memperingatkan masinis soal kemacetan di perlintasan.

Kantor perdana menteri menyatakan Anutin telah memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Pemerintah ingin mengetahui bagaimana sistem pengawasan dan pencegahan bisa gagal di ruas jalan yang dikenal selalu padat itu.

Seorang saksi yang berada di dekat persimpangan bersama putrinya mengatakan kepada Thai PBS bahwa ia tidak berani menoleh ke belakang untuk memastikan ada korban atau tidak. Kesaksian itu menggambarkan kepanikan yang muncul tepat setelah tabrakan dan kebakaran terjadi.

Baca Juga

Back to top button