Perubahan kecil di daftar paket Jio punya dampak besar bagi pengguna ponsel dasar di India. Paket isi ulang Rs 123 kini tidak lagi terkunci hanya untuk JioPhone dan JioBharat, melainkan ikut terbuka untuk perangkat 4G sederhana dari Nokia, Lava, dan itel.
Langkah ini membuat banyak pemilik ponsel entry-level punya opsi yang lebih leluasa. Mereka tidak harus mengganti perangkat hanya untuk mengejar tarif murah yang sebelumnya terasa sangat dekat dengan ekosistem Jio sendiri.
Dorongan dari regulator
Perluasan kompatibilitas itu muncul setelah arahan dari TRAI, regulator telekomunikasi India. Lembaga tersebut menilai pengikatan paket tertentu pada model perangkat eksklusif sebagai bentuk distorsi persaingan.
TRAI juga menekankan bahwa layanan telekomunikasi harus netral terhadap terminal yang dipakai pelanggan. Dengan begitu, pilihan perangkat tidak semestinya menjadi penghalang untuk mendapatkan harga dan layanan yang setara.
Apa saja isi paket Rp 123
Paket bulanan Rs 123 menawarkan panggilan suara tak terbatas ke operator mana pun di seluruh India. Pengguna juga mendapatkan data 0,5 GB per hari dengan kecepatan 4G serta 300 SMS per bulan.
Masa aktif paket ini berlangsung selama 28 hari kalender. Dengan skema tersebut, Jio tetap menjaga posisinya sebagai salah satu operator dengan tarif paling agresif di segmen ponsel dasar.
Dari sisi harga, paket ini juga terlihat jauh lebih murah dibandingkan paket 4G terjangkau dari pesaing seperti Airtel dan Vi yang berada di kisaran sekitar 200 rupee. Selisih harga itu memberi Jio ruang kuat untuk menarik pelanggan baru ke jaringannya.
Perangkat yang dapat dipakai
Kompatibilitas paket ini bergantung pada dukungan teknis di perangkat. Ponsel harus mendukung 4G LTE dan memakai format ponsel dasar dengan keyboard alfanumerik fisik.
Dalam daftar perangkat yang disebut kompatibel, ponsel Lava dengan keyboard fisik bisa beroperasi penuh dengan chip baru yang dirilis. Perangkat itel dengan sistem operasi terbuka juga menerima banyak operator tanpa batasan.
Model Nokia dasar buatan HMD juga mendukung aktivasi langsung untuk isi ulang ekonomis. Di sisi lain, JioPhone dan JioBharat tetap diblokir secara eksklusif untuk sinyal Reliance Jio.
Perangkat dari merek lain di Asia masih memerlukan verifikasi dukungan pita 4G lokal sebelum bisa dipakai. Pola ini menunjukkan bahwa pembatasan jaringan masih dapat berbeda tergantung asal perangkat.
Dampak ke pasar ponsel dasar
Bagi pengguna berpenghasilan rendah, perubahan ini memberi ruang bernapas dalam pengeluaran bulanan. Jio menempatkan paket Rs 123 sebagai opsi hemat untuk keluarga di wilayah pedesaan dan pinggiran kota yang tetap membutuhkan konektivitas aktif.
Akses internet dasar masih penting untuk pembayaran digital, aplikasi pesan, dan layanan informasi pemerintah. Karena itu, paket murah pada ponsel fitur tetap punya peran besar meski pasar perkotaan India terus bergerak ke arah 5G.
Dari sudut pandang industri, kebijakan ini juga menegaskan bahwa persaingan operator tidak lagi hanya bergantung pada perangkat keras. Reliance Jio kini harus bersaing lewat kualitas jaringan dan layanan, bukan semata lewat kontrol atas perangkat yang dijual sendiri.
Perbedaan pendekatan itu juga berkaitan dengan strategi subsidi. Jio mensubsidi biaya pembuatan ponselnya sendiri, sedangkan perangkat Nokia, Lava, dan itel dijual dengan harga pasar penuh sehingga pemiliknya bebas memilih penyedia layanan telekomunikasi.





