Kepastian aturan pajak di daerah kini menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan pelaku industri kendaraan listrik. Ketika pemerintah memberi ruang pembebasan dan pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor serta Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor untuk kendaraan listrik berbasis baterai, pasar membaca sinyal itu sebagai dukungan yang lebih serius terhadap masa depan elektrifikasi.
Bagi Asosiasi Ekosistem Kendaraan Listrik, kebijakan tersebut tidak sekadar menawarkan keringanan biaya bagi pengguna kendaraan. Lebih jauh, aturan itu dinilai memberi kepastian hukum yang penting untuk investor yang sedang menyiapkan langkah jangka panjang di sektor kendaraan ramah lingkungan.
Sinyal kebijakan yang dinilai lebih kuat
Sekretaris Jenderal AEML, Rian Ernest, menilai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.13.1/3764/SJ memiliki bobot strategis. Ia melihat kebijakan itu bukan cuma arahan teknis, melainkan penanda bahwa pemerintah tetap konsisten menjalankan percepatan kendaraan listrik.
AEML juga mengaitkan surat edaran tersebut dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 serta perubahan dalam Perpres Nomor 79 Tahun 2023 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Dari sudut pandang asosiasi, dukungan fiskal di tingkat daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan agar kebijakan nasional benar-benar berjalan di lapangan.
Insentif pajak juga dibaca sebagai modal investasi
Di mata AEML, insentif pajak kendaraan listrik tidak berhenti pada manfaat langsung bagi pemilik kendaraan. Kebijakan itu dianggap bisa mempercepat terbentuknya ekosistem investasi yang lebih luas, mulai dari pasar kendaraan hingga infrastruktur pendukungnya.
Rian Ernest menyebut kebijakan ini sejalan dengan arah besar pemerintah dalam merespons krisis energi global melalui percepatan elektrifikasi. Ia juga menegaskan bahwa tujuan akhirnya bukan hanya pertumbuhan industri, tetapi juga udara yang lebih bersih dan kedaulatan energi yang lebih kuat bagi masyarakat.
Daerah menjadi penentu pelaksanaan kebijakan
AEML menilai pemerintah daerah memegang peran penting karena berada di garis depan penerapan insentif fiskal. Karena itu, asosiasi meminta para gubernur menyiapkan strategi yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing agar kebijakan tidak berhenti sebagai administrasi di atas kertas.
Rian menekankan bahwa kontinuitas insentif tanpa jeda akan sangat berpengaruh pada momentum investasi. AEML bahkan menyatakan siap mendukung penerapan kebijakan yang seragam di seluruh 38 provinsi agar pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik berjalan lebih merata.
DKI Jakarta disebut sebagai salah satu contoh daerah yang sudah menerapkan pajak nol persen untuk kendaraan listrik. Bagi AEML, contoh itu menunjukkan bahwa insentif di level daerah memang bisa dijalankan dan mampu membuka ruang tumbuh yang lebih besar bagi pasar kendaraan listrik.
Manfaat jangka menengah yang lebih luas
AEML memandang kebijakan fiskal ini sebagai investasi jangka menengah yang bisa menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar di kemudian hari. Berdasarkan data kawasan Asia Tenggara yang dikutip asosiasi, kontribusi ekonomi dari ekosistem kendaraan listrik diperkirakan dapat melampaui penerimaan pajak kendaraan konvensional dalam kurun tiga hingga lima tahun.
Pandangan tersebut membuat insentif tidak lagi dibaca sebagai kehilangan penerimaan daerah dalam jangka pendek. AEML menilai manfaatnya bisa muncul lewat peningkatan daya beli masyarakat, kualitas udara kota yang lebih baik, dan ketahanan ekonomi daerah terhadap gejolak harga energi dunia.
Kepastian regulasi jadi bahan bakar bagi investor
Bagi pelaku usaha, kepastian regulasi sering menjadi syarat utama sebelum menanam modal di sektor kendaraan listrik. Karena itu, AEML menilai surat edaran Menteri Dalam Negeri dapat memperkuat kepercayaan investor untuk mempercepat pembangunan ekosistem pendukung di berbagai wilayah Indonesia.
Asosiasi juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha agar target elektrifikasi nasional bisa dicapai. Dengan aturan daerah yang lebih jelas, AEML berharap investasi kendaraan listrik bergerak lebih cepat dan memberi dampak yang lebih merata bagi industri maupun masyarakat.





