Meski PSG masuk ke laga besar dengan status sedikit lebih diunggulkan oleh Opta, Bayern Munich tetap membawa beban sejarah yang sulit diabaikan. Pertemuan dua raksasa Eropa ini bukan hanya soal proyeksi statistik, tetapi juga soal rekor pertemuan yang selama ini lebih sering menguntungkan wakil Jerman.
Simulasi supercomputer Opta memberi PSG peluang menang 41,1 persen dari 10.000 simulasi pra-pertandingan. Bayern berada di angka 34,6 persen, sedangkan peluang imbang tercatat 24,3 persen, sehingga laga diperkirakan tetap berlangsung ketat dan tidak jauh dari selisih kecil.
Angka itu memberi sinyal bahwa PSG punya posisi awal yang cukup baik menjelang leg pertama semifinal Liga Champions. Tim asuhan Luis Enrique dinilai sedikit lebih siap jika melihat model prediksi berbasis data, tetapi Opta juga tidak menggambarkan pertandingan ini sebagai duel yang akan didominasi satu pihak.
Di sisi lain, Bayern datang dengan catatan yang membuat PSG tidak bisa merasa aman hanya karena unggul tipis di atas kertas. Dari 15 pertemuan kedua tim di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Bayern sudah mengoleksi 9 kemenangan, sementara PSG meraih 6 kemenangan.
Lebih menekan lagi bagi PSG, Bayern juga menang dalam lima pertemuan terakhir melawan Les Parisiens. Rangkaian hasil itu menjadi rekor kemenangan beruntun terpanjang yang pernah dibuat satu tim atas PSG di ajang Eropa, sehingga tradisi pertemuan tetap berpihak pada Die Roten.
Statistik lain juga menunjukkan bahwa duel ini bukan lawan yang nyaman bagi PSG. Les Parisiens kalah dalam 60 persen total pertemuan mereka dengan Bayern di Liga Champions, dan itu menjadi angka tertinggi mereka saat menghadapi satu lawan tertentu dengan minimal tiga laga.
Kondisi tersebut membuat PSG harus memandang laga ini dengan pendekatan yang lebih hati-hati. Keunggulan dalam simulasi modern memang memberi alasan untuk percaya diri, tetapi sejarah membuktikan bahwa Bayern tahu cara menekan PSG pada level tertinggi.
Ancaman Bayern semakin jelas karena mereka memiliki Harry Kane sebagai ujung tombak utama. Striker asal Inggris itu sudah mencetak 12 gol di Liga Champions musim ini, sekaligus memegang rekor gol terbanyak bagi pemain Inggris dalam satu musim kompetisi tersebut.
Produktivitas Kane memberi Bayern pilihan menyerang yang sangat kuat untuk membongkar pertahanan lawan. Dengan ketajaman seperti itu, PSG dituntut menjaga konsentrasi penuh agar tidak memberi celah di area berbahaya, terutama saat laga berjalan dalam tempo tinggi.
Bayern juga pernah menang tipis 2-1 saat bertandang ke Paris pada pertemuan sebelumnya di musim yang sama. Hasil itu menambah bobot duel ini karena memperlihatkan bahwa PSG bukan hanya harus mengejar proyeksi data, tetapi juga harus mematahkan pola hasil yang selama ini lebih sering memihak Bayern.