OnePlus tampaknya tidak lagi ingin berhenti pada ponsel semata. Melalui perangkat bernama Strix G15, perusahaan ini mulai menunjukkan arah yang lebih serius ke pengalaman bermain gim yang memadukan smartphone dan kontrol fisik dalam satu paket yang lebih terarah.
Nama Strix G15 sendiri langsung menarik perhatian karena selama ini kata “Strix” lebih lekat dengan lini laptop gaming premium ASUS. Justru karena itu, kemunculannya sebagai aksesori milik OnePlus terasa tidak biasa, apalagi perangkat ini disebut akan debut bersama OnePlus Ace 6 Ultra di China pada 28 April 2026.
Arah baru OnePlus di ranah gim
Strix G15 bukan perangkat mandiri seperti laptop atau konsol genggam. Berdasarkan informasi yang beredar, produk ini diposisikan sebagai handheld gaming controller yang bekerja sangat dekat dengan OnePlus Ace 6 Ultra.
Saat dipakai tanpa aksesori tersebut, Ace 6 Ultra tetap berfungsi seperti flagship pada umumnya. Namun ketika dipasangkan dengan Strix G15, pengalaman bermainnya disebut berubah menjadi lebih mirip perangkat genggam yang memang dirancang khusus untuk bermain gim.
Kontrol fisik menjadi nilai utama
Daya tarik paling jelas dari Strix G15 ada pada bentuk kontrolnya. Perangkat ini dikabarkan membawa trigger, shoulder button, serta tombol tambahan di bagian belakang untuk memberi kendali yang lebih lengkap saat bermain.
Susunan seperti ini tentu lebih cocok untuk gim yang menuntut presisi tinggi, terutama game tembak-menembak. Dengan tombol fisik, pemain bisa bergerak, membidik, dan menembak tanpa terlalu bergantung pada layar sentuh yang kerap tertutup jari.
Pendekatan tersebut juga membantu menjaga tampilan layar tetap bersih. Dalam pertandingan yang berlangsung cepat, visibilitas menjadi penting karena pemain perlu membaca situasi tanpa gangguan dari sentuhan yang terus-menerus di panel depan.
Respons cepat jadi daya tarik teknis
Selain bentuk tombol, OnePlus juga disebut menonjolkan kecepatan respons sebagai keunggulan utama. Strix G15 dikabarkan mendukung polling rate 1000Hz dan latensi rendah 1.8 ms.
Angka itu menunjukkan bahwa input bisa dikenali sistem dengan lebih cepat. Dalam permainan kompetitif, jeda sekecil apa pun antara tekanan tombol dan aksi di layar dapat memengaruhi akurasi maupun timing.
Meski begitu, hasil akhirnya tetap bergantung pada implementasi. Karena controller ini dirancang khusus untuk dipakai bersama Ace 6 Ultra, kualitas integrasi antara ponsel dan aksesori akan sangat menentukan pengalaman yang dirasakan pengguna.
Rancangannya juga mengejar kenyamanan
Perhatian OnePlus tidak berhenti pada performa semata. Ergonomi ikut masuk dalam pembahasan karena tata letak grip dan posisi tombol disebut disusun agar nyaman digunakan dalam sesi bermain yang lebih panjang.
Hal ini memperlihatkan bahwa perangkat ini tidak hanya mengejar spesifikasi di atas kertas. Dalam skema penggunaan seperti handheld, kenyamanan fisik menjadi faktor penting karena controller berfungsi sebagai perpanjangan dari smartphone, bukan produk yang berdiri sendiri.
Jika dipadukan dengan layar 165Hz milik Ace 6 Ultra serta chipset kelas flagship, kombinasi tersebut dapat membentuk pengalaman yang mendekati handheld gaming khusus. Perpaduan layar cepat, kontrol fisik, dan latensi rendah menjadi fondasi utama dari konsep itu.
Bukan hanya untuk pemain kompetitif
Meski banyak sorotan tertuju pada sisi performa, Strix G15 tampaknya tidak ditujukan hanya untuk gamer serius. Sistem kontrol hibrida seperti ini juga berpotensi menarik pengguna kasual yang ingin bermain dengan lebih nyaman.
Bagi pemain baru, tombol fisik bisa membantu mempelajari kontrol yang lebih rumit dengan cara yang lebih mudah. Di sisi lain, pengguna yang sudah terbiasa bermain di level tinggi tetap bisa memanfaatkan presisi yang ditawarkan.
Posisi seperti itu membuat produk ini cukup fleksibel. Strix G15 bukan hanya relevan untuk pemain yang mengejar performa, tetapi juga untuk pengguna yang ingin pengalaman bermain mobile yang lebih rapi dan imersif.
Di luar nama yang mengejutkan, kehadiran Strix G15 menunjukkan bahwa OnePlus sedang memperluas pendekatan gamingnya. Fokusnya terlihat jelas pada integrasi antara ponsel dan aksesori agar kontrol terasa lebih presisi, layar tetap nyaman dilihat, dan permainan mobile bergerak lebih dekat ke pengalaman handheld khusus.
Source: tech.sportskeeda.com