One UI 8.5 memang mulai hadir untuk seri Galaxy S25, tetapi pembaruan ini tidak langsung membuat Galaxy S25 Ultra sejajar sepenuhnya dengan Galaxy S26 Ultra. Sejumlah fitur yang paling menonjol dari model yang lebih baru justru masih tertahan, sehingga pengalaman di perangkat lama ini tetap punya batas yang jelas.
Di atas kertas, pembaruan ini membawa banyak penyegaran. Samsung menghadirkan desain yang diperbarui, animasi yang lebih mulus, peningkatan Galaxy AI, serta beberapa kemampuan yang diambil dari lini Galaxy S26.
Kamera belum menerima seluruh peningkatan
Perbedaan paling mudah terlihat ada di sektor kamera. Pengujian pada versi stabil One UI 8.5 di Galaxy S25 Ultra tidak menemukan mode pemotretan 24MP baru yang tersedia di Galaxy S26 Ultra.
Mode tersebut diaktifkan lewat Camera Assistant, tetapi opsi itu tidak muncul di Galaxy S25 Ultra. Menariknya, Galaxy S25 Ultra dan Galaxy S26 Ultra disebut memakai versi Camera Assistant yang sama.
Meski begitu, hasil akhirnya tetap berbeda. Ini menunjukkan bahwa Samsung masih membagi kemampuan tertentu antar generasi, walau perangkat lunaknya sudah berada di versi yang sama.
Galaxy S25 Ultra juga belum mendapatkan kontrol kecepatan autofocus dan sensitivitas autofocus. Padahal, dua pengaturan itu bisa membantu pengguna mengatur karakter fokus agar lebih sesuai dengan kebutuhan pemotretan.
Di bagian video, fitur Video softening juga belum hadir pada Galaxy S25 Ultra. Dukungan perekaman 8K saat layar dipantulkan lewat Smart View atau koneksi HDMI pun belum ditemukan pada perangkat ini.
Galaxy AI juga masih menyisakan jarak
Kesenjangan serupa terlihat di menu Galaxy AI. Galaxy S25 Ultra belum memiliki Now Nudge dan Notification Highlights, dua fitur yang sudah tersedia di Galaxy S26 Ultra.
Now Nudge dirancang untuk memberi saran tindakan berbasis AI sesuai isi yang sedang tampil di layar. Fitur ini juga dapat memanggil kembali informasi relevan dari aktivitas sebelumnya ketika dibutuhkan sesuai konteks penggunaan saat itu.
Sementara itu, Notification Highlights berfungsi menyorot dan merangkum notifikasi penting agar lebih cepat diakses. Bagi pengguna yang menerima banyak notifikasi, fitur seperti ini tentu bisa membuat navigasi harian terasa lebih ringkas.
Absennya dua fitur tersebut cukup menarik perhatian karena Galaxy AI menjadi salah satu fokus utama One UI 8.5. Artinya, walau Galaxy S25 Ultra sudah menerima pembaruan besar, beberapa kemampuan baru tetap belum ikut turun.
Fitur video stabil juga belum ikut hadir
Satu kemampuan lain dari Galaxy S26 yang belum muncul di perangkat lama adalah Horizontal Lock. Fitur ini membantu perekaman video tetap stabil meski tangan pengguna tidak sepenuhnya mantap.
Samsung menyebut fungsi tersebut mampu menghasilkan video yang sangat stabil untuk perekaman genggam. Bagi pengguna yang sering merekam tanpa gimbal atau aksesori tambahan, fitur ini jelas terasa penting.
Ketiadaan Horizontal Lock membuat One UI 8.5 di Galaxy S25 Ultra terasa belum lengkap jika dibandingkan dengan paket pengalaman di Galaxy S26 Ultra. Pembaruan memang membawa banyak hal baru, tetapi belum menyamakan seluruh kemampuan utama di dua generasi flagship tersebut.
Samsung belum memberi penjelasan rinci
Samsung selama ini kerap menjelaskan perbedaan fitur antar generasi Galaxy lewat alasan seperti optimasi chipset, efisiensi termal, atau kebutuhan pemrosesan AI langsung di perangkat. Penjelasan seperti ini biasanya dianggap masuk akal karena tiap generasi membawa platform perangkat keras yang berbeda.
Namun, kondisi pada One UI 8.5 di Galaxy S25 Ultra masih meninggalkan tanda tanya bagi sebagian pengamat. Soalnya, beberapa fitur yang absen justru muncul di perangkat dengan aplikasi pendukung yang sama, termasuk Camera Assistant.
Untuk saat ini, Samsung belum memberikan penjelasan rinci mengenai absennya fitur-fitur tersebut di Galaxy S25 Ultra. Karena itu, perhatian pengguna kemungkinan akan tertuju pada pembaruan lanjutan untuk melihat apakah mode 24MP, fitur AI baru, dan kemampuan video itu akhirnya dibuka juga untuk lini Galaxy S25.
Source: sammyguru.com




