Onana Bawa Trabzonspor Juara Piala Turki, Final Dramatis Berujung Trofi Perdana

Trabzonspor menutup final Piala Turki dengan cara yang tidak sederhana, tetapi hasil akhirnya tetap berpihak kepada mereka. Kemenangan 2-1 atas Konyaspor membuat André Onana langsung merasakan trofi pertamanya bersama klub asal Turki itu.

Laga puncak ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak detik awal. Bahkan, pertandingan sempat tertunda ketika kembang api dilempar ke lapangan pada menit pertama sebelum duel benar-benar berjalan.

Setelah permainan kembali mengalir, Trabzonspor tampil lebih efektif dalam membangun serangan. Mereka memecah kebuntuan pada menit ke-17 lewat kombinasi cepat dari sisi kanan yang berujung pada gol akrobatik Paul Onuachu.

Wagner Pina mengirim umpan silang yang disambut Onuachu dengan tendangan keras di antara dua bek lawan. Penyelesaian itu membuat Trabzonspor lebih leluasa mengontrol jalannya pertandingan pada fase awal.

Namun, Konyaspor tidak membiarkan laga berjalan satu arah. Mereka mulai menekan setelah jeda dan memaksa André Onana bekerja lebih keras di bawah mistar.

Jackson Muleka sempat menguji Onana, dan kiper asal Kamerun itu berhasil menepis peluang pertamanya. Tetapi percobaan kedua dari penyerang yang sama akhirnya tak bisa dihentikan dan membuat Konyaspor terus menjaga asa.

Tekanan Konyaspor bahkan menghasilkan peluang besar dari titik putih. Penalti itu diberikan setelah pelanggaran terhadap Tim Jabol-Folcarelli, lalu Enis Bardhi maju sebagai eksekutor dengan peluang untuk menyamakan skor.

Kesempatan itu justru terbuang. Sepakan Bardhi membentur tiang, dan bola pantulnya masih bisa diamankan Onana, sebuah momen yang sangat penting dalam pertandingan yang berjalan ketat.

Di saat Konyaspor masih berusaha mengejar, Trabzonspor kembali mendapat hadiah penalti pada menit-menit akhir. Paul Onuachu kemudian menuntaskan tugasnya dengan baik setelah kiper Bahadir Han Güngördü bergerak ke arah yang salah.

Gol kedua itu datang sekitar sepuluh menit sebelum laga usai dan memberi napas lebih lega bagi Trabzonspor. Sejak saat itu, mereka lebih tenang dalam menjaga keunggulan sampai peluit akhir berbunyi.

Bagi Onana, gelar ini terasa spesial karena menjadi trofi perdananya bersama Trabzonspor. Final tersebut juga menegaskan peran pentingnya dalam menjaga tim tetap berada di jalur kemenangan ketika Konyaspor sempat hampir menyamakan kedudukan.

Kemenangan ini juga punya arti lebih luas bagi Trabzonspor. Selain menambah koleksi trofi, mereka akhirnya kembali mengangkat Piala Turki untuk pertama kalinya sejak 2020.

Source: www.goal.com

Baca Juga

Back to top button