Wolfsburg sebenarnya tidak tampil buruk saat menjamu Bayern Munich. Mereka justru mampu membuat sang juara bertahan kewalahan, mencatat 17 percobaan ke gawang, dan berkali-kali memaksa Jonas Urbig bekerja keras.
Masalahnya, tekanan itu tidak berbuah gol. Bayern tetap pulang dengan kemenangan tipis 1-0 berkat aksi Michael Olise, dan hasil tersebut membuat Wolfsburg semakin terjepit menjelang laga terakhir musim ini.
Olise jadi pembeda di saat Bayern tidak dalam kondisi terbaik
Bayern datang ke laga ini dengan kondisi fisik dan mental yang tidak ideal. Tim asuhan Vincent Kompany terlihat kelelahan setelah kalah dari Paris St-Germain di semifinal Liga Champions pada Rabu, dan performa mereka di Bundesliga kali ini juga jauh dari dominan.
Meski begitu, satu momen dari Olise cukup untuk mengubah arah pertandingan. Winger Bayern itu mencetak gol pada menit ke-56 melalui aksi individu dari sisi kanan, lalu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Kamil Grabara.
Gol tersebut terasa sangat penting karena Bayern sempat kesulitan menemukan ritme permainan. Dalam banyak fase, mereka terlihat pasif dan tidak mampu menguasai laga seperti biasanya.
Wolfsburg sempat lebih hidup sejak awal
Babak pertama justru lebih banyak memberi milik Wolfsburg. Christian Eriksen, Denis Vavro, dan Patrick Wimmer sama-sama mendapatkan peluang bagus, tetapi Urbig mampu menjaga gawang Bayern tetap aman.
Situasi itu membuat Bayern tidak nyaman sejak awal pertandingan. Wolfsburg tampil lebih tajam dan lebih sering mengancam, sementara tim tamu terlihat kesulitan mengendalikan tempo.
Peluang terbaik Bayern sebelum jeda juga belum menjadi gol. Harry Kane mendapat penalti pada menit ke-35 setelah Olise dilanggar Konstantinos Koulierakis di kotak terlarang, tetapi eksekusi Kane malah melenceng karena ia terpeleset saat menendang.
Kegagalan itu terasa mencolok karena Kane sebelumnya selalu berhasil dari sembilan penalti Bundesliga musim ini. Momen tersebut membuat pertandingan tetap terbuka dan memberi harapan tambahan bagi Wolfsburg.
Tekanan ke gawang Bayern tidak cukup mengubah hasil
Setelah tertinggal, Wolfsburg terus berusaha mengejar. Mereka tetap menekan hingga menit-menit akhir dan menegaskan bahwa pertandingan ini tidak berjalan mudah bagi Bayern.
Namun, penyelesaian akhir menjadi pembeda utama. Wolfsburg mampu menciptakan ancaman, tetapi tidak mampu menemukan gol penyama yang mereka butuhkan.
Bayern pada akhirnya hanya menang tipis, sesuatu yang memperlihatkan bahwa kemenangan mereka kali ini lebih ditentukan oleh momen individual daripada kontrol permainan secara keseluruhan. Olise kembali menunjukkan pentingnya peran seorang pemain yang bisa memutus kebuntuan ketika tim tidak tampil maksimal.
Situasi Wolfsburg makin genting menjelang laga penentuan
Hasil ini membuat posisi Wolfsburg di klasemen semakin berbahaya. Mereka kini berada di posisi ketiga dari bawah, zona play-off degradasi, dengan keunggulan selisih gol saja atas St Pauli dan tertinggal tiga poin dari Heidenheim yang menempati posisi ke-18.
Artinya, laga terakhir melawan St Pauli di markas lawan akan menjadi pertandingan hidup-mati. Jika mampu menang, Wolfsburg masih memiliki peluang kedua untuk bertahan melalui play-off promosi-degradasi.
Meski tampil cukup kompetitif melawan Bayern, mereka tetap pulang tanpa poin. Di fase seperti ini, satu peluang yang gagal dan satu gol lawan sudah cukup untuk membuat situasi klasemen berubah semakin menekan.
Source: www.bbc.com




