Oli Dan Filter Dipertahankan Harganya, Auto2000 Pilih Lindungi Biaya Servis Rutin

Di tengah biaya perawatan yang makin sensitif bagi pemilik mobil, Auto2000 memilih menahan harga oli dan filter. Dua komponen itu menjadi fokus utama karena termasuk fast moving dan paling sering dipakai saat servis berkala.

Langkah ini membuat biaya perawatan dasar tetap berpeluang terjaga lebih ramah di kantong. Di saat harga sejumlah suku cadang ikut tertekan naik, keputusan untuk menjaga harga komponen yang paling umum dipakai menjadi penyangga penting bagi konsumen.

Chief Executive Officer Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan jaringan diler dan bengkel resmi Toyota tersebut masih berupaya mempertahankan harga sejumlah komponen agar tetap terjangkau. Menurut dia, dukungan dari Toyota Astra Motor masih membantu, meski sebagian parts tetap harus mengalami penyesuaian harga.

Anton menegaskan Auto2000 tidak menerapkan kebijakan yang sama untuk semua suku cadang. Prioritas diberikan pada komponen yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, terutama oli dan filter, agar harganya tetap kompetitif di pasar layanan purnajual.

Ia menyampaikan hal itu di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Anton menjelaskan bahwa komponen yang jarang dipakai atau hanya dibutuhkan sesekali lebih berpeluang mengalami kenaikan harga.

Tekanan harga yang dihadapi Auto2000 tidak datang dari satu sumber saja. Anton menyebut pelemahan rupiah terhadap dollar AS memang ikut memberi pengaruh, tetapi kenaikan biaya suku cadang sudah mulai terjadi sejak tahun lalu dan makin terdorong oleh situasi perang yang mengganggu pasokan serta menambah beban biaya.

Data Investing pada Kamis (4/6/2026) pukul 06.45 WIB menunjukkan rupiah sempat menyentuh Rp 18.015 per dollar AS. Meski begitu, Auto2000 menilai lonjakan harga parts tetap merupakan hasil gabungan dari berbagai faktor, bukan semata-mata akibat kurs.

Anton juga menyoroti kenaikan biaya bahan baku seperti plastik. Material ini banyak dipakai pada kendaraan modern, baik untuk bagian interior maupun komponen pendukung di ruang mesin, sehingga kenaikannya dapat merembet ke banyak jenis parts.

Ia bahkan mencontohkan tempat oli yang kini banyak menggunakan bahan plastik. Kondisi tersebut membuat tekanan harga bahan baku berpotensi memengaruhi biaya komponen kendaraan secara lebih luas.

Untuk meredam dampaknya, Auto2000 menjalankan efisiensi di operasional bengkel dan proses kerja. Perusahaan juga mengurangi ketergantungan pada material plastik dalam sejumlah kebutuhan operasional.

Di beberapa bengkel, wadah berbahan plastik diganti dengan drum sebagai bagian dari efisiensi. Selain itu, Auto2000 melakukan efisiensi tenaga manusia dan efisiensi proses agar kenaikan biaya tidak langsung dibebankan penuh kepada konsumen.

Anton mengatakan berbagai langkah itu ditempuh supaya penyesuaian harga, jika memang tak terhindarkan, tetap berada pada tingkat yang masih bisa diterima pasar. “Banyak cara kita lakukan baik dari sisi efisiensi tenaga manusia, efisiensi dari proses, produk kita lakukan,” ujarnya.

Bagi pemilik mobil Toyota yang rutin datang ke bengkel resmi, kebijakan menahan harga oli dan filter memberi dampak langsung pada biaya servis. Dua komponen itu hampir selalu masuk daftar penggantian berkala, sehingga kestabilan harganya penting untuk menjaga pengeluaran perawatan tetap terkendali.

Di sisi lain, pemilik kendaraan tetap perlu memperhitungkan kemungkinan penyesuaian pada parts tertentu yang jarang dipakai. Komponen seperti ini biasanya tidak diganti rutin, tetapi bisa menjadi lebih mahal ketika dibutuhkan untuk perbaikan khusus.

Source: otomotif.kompas.com

Baca Juga

Back to top button