Di balik sorotan panggung, Jennie Blackpink ternyata sedang membangun sumber pemasukan yang nilainya sangat besar lewat OA Entertainment. Label mandiri itu disebut telah menyalurkan total penghasilan hingga US$ 17,4 juta atau sekitar Rp 299,6 miliar kepada Jennie dalam dua tahun terakhir.
Angka tersebut menegaskan bahwa langkah Jennie sebagai artis mandiri bukan sekadar simbol kebebasan berkarya. Ia juga menunjukkan bahwa kontrol atas musik dan bisnis dapat berjalan bersamaan, terutama ketika seluruh pengelolaan dijalankan lewat perusahaan yang ia kuasai penuh.
Mengutip Allkpop, pembayaran itu tercatat dalam sistem pengungkapan elektronik Badan Pengawas Keuangan. Rinciannya terdiri dari US$ 10,4 juta pada 2024 dan sekitar US$ 6,9 juta pada 2025.
Polanya memperlihatkan aliran pendapatan yang masih stabil setelah Jennie berpisah dari YG Entertainment. Dalam konteks itu, OA Entertainment bukan hanya tempat Jennie bernaung, tetapi juga mesin bisnis yang terus menghasilkan pemasukan dalam jumlah besar.
OA Entertainment Tumbuh Bersama Jennie
Pertumbuhan label ini juga ikut mencuri perhatian. Pendapatan tahunan OA Entertainment dilaporkan naik 26% hingga mencapai 23,8 miliar won Korea.
Meski laba operasional sempat tertekan, hal itu dikaitkan dengan investasi besar untuk infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekspansi bisnis. Dengan begitu, tekanan pada laba tidak dibaca sebagai sinyal pelemahan, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi usaha.
Struktur kepemilikan OA Entertainment menambah daya tarik kisah bisnis Jennie. Ia memegang 100% saham perusahaan, sementara posisi CEO dijalankan oleh ibunya.
Susunan tersebut membuat perusahaan berjalan dengan kendali yang sangat terpusat. Di sisi lain, model ini memberi Jennie ruang penuh untuk mengatur arah karier sekaligus pengelolaan labelnya sendiri.
Pengaruh Jennie Tetap Meluas
Kekuatan bisnis OA Entertainment sulit dipisahkan dari posisi Jennie di industri hiburan global. Namanya tetap menonjol, baik sebagai anggota Blackpink maupun sebagai solois yang punya daya tarik besar di pasar internasional.
Saat ini, penyanyi rap utama Blackpink itu dijadwalkan tampil sebagai penampil utama di tujuh festival musik internasional besar. Agenda tersebut tersebar di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Di luar kegiatan panggung, Jennie juga meraih pengakuan lain yang mempertegas pengaruhnya. Ia menjadi satu-satunya artis K-Pop dalam daftar “100 Most Influential People 2026” versi Time.
Kombinasi popularitas, pengaruh budaya, dan kemampuan mengelola bisnis membuat posisi Jennie terlihat berbeda dari banyak artis lain. OA Entertainment pun berkembang bukan hanya sebagai label, tetapi juga sebagai cermin bagaimana nama besar Jennie berubah menjadi kekuatan usaha yang terus bertumbuh.
Source: www.beritasatu.com




