Nobar Persija Vs Persib Di Karawang Boleh, Polisi Tegaskan Larangan Konvoi Dan Barang Berbahaya

Menjelang laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung atau Derbi Indonesia, Polres Karawang mengambil posisi yang cukup tegas: nobar tetap boleh digelar, tetapi euforia tidak boleh meluber menjadi gangguan keamanan. Sikap itu sekaligus menegaskan bahwa dukungan suporter harus tetap berada dalam batas tertib, baik di lokasi acara maupun setelah pertandingan selesai.

Kapolres Karawang, Ajun Komisaris Besar Fiki N. Ardiansyah, memastikan bahwa nobar tidak dilarang di wilayah hukumnya. Namun, izin tersebut datang bersama syarat penting, yaitu seluruh suporter wajib menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama acara berlangsung.

Larangan ketat di lokasi nobar

Untuk mencegah potensi kericuhan, kepolisian menetapkan sejumlah larangan yang harus dipatuhi penyelenggara maupun penonton. Barang yang berisiko memicu bahaya tidak boleh dibawa ke area nobar, termasuk flare, smoke bomb, petasan, dan senjata tajam.

Polres Karawang juga melarang konsumsi minuman keras di lokasi acara. Selain itu, suporter diminta menjaga sikap di ruang digital agar tidak menyebarkan ujaran kebencian atau provokasi yang bisa memanaskan suasana.

Langkah pengawasan itu muncul karena pertandingan besar kerap memicu reaksi berlebihan dari sebagian pendukung. Karena itu, kepolisian ingin memastikan dukungan kepada tim kesayangan tetap berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.

Konvoi usai laga tak diperbolehkan

Setelah laga berakhir, kepolisian menegaskan tidak boleh ada konvoi atau aksi turun ke jalan yang mengganggu arus lalu lintas. Larangan ini berlaku baik saat kemenangan dirayakan maupun ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Fiki mengingatkan bahwa rivalitas suporter tidak seharusnya dibawa melampaui 90 menit pertandingan. Menurut dia, apa pun hasilnya, suasana di Karawang harus kembali kondusif setelah laga selesai.

Peringatan soal konvoi juga ditujukan untuk mencegah perayaan spontan yang berujung pada gangguan di ruang publik. Polres Karawang ingin memastikan momen sepak bola tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan warga lain.

Personel disiagakan di titik rawan

Sebagai langkah antisipasi, Polres Karawang akan menempatkan personel di sejumlah titik keramaian dan lokasi yang dinilai rawan. Kehadiran aparat dimaksudkan untuk mencegah gesekan dan menekan kemungkinan munculnya tindakan anarkis.

Polisi juga menyatakan siap menindak tegas siapa pun yang melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum selama maupun setelah pertandingan. Hingga informasi itu disampaikan, titik nobar resmi di Karawang masih dalam proses validasi agar standar keamanan benar-benar terpenuhi.

Dengan izin yang sudah diberikan, perhatian kini tertuju pada disiplin suporter dalam menjaga suasana tetap aman. Polres Karawang berharap dukungan terhadap Persija maupun Persib bisa tetap meriah tanpa mengorbankan keamanan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button