Pasar MPV premium di Indonesia tampaknya kembali mendapat calon pemain baru dari Nissan. Nama Elgrand e-Power sudah tercatat dalam data Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, dan kehadirannya langsung memunculkan sinyal bahwa pabrikan Jepang itu sedang menyiapkan model yang posisinya lebih tinggi dari Serena e-Power.
Di dokumen tersebut, model itu tercantum sebagai Nissan Elgrand e-Power e-4orce (4X2) AT. Pendaftaran ini menarik perhatian karena segmen mobil keluarga mewah masih menjadi area yang ramai diperhitungkan, terutama untuk pembeli yang mencari kenyamanan sekaligus citra premium.
Posisi lebih tinggi dari Serena
Elgrand e-Power dipandang sebagai MPV yang lebih besar dan lebih mewah dibanding Serena e-Power. Nissan sudah menjual Serena e-Power di Indonesia, tetapi Elgrand diproyeksikan mengisi kelas yang lebih eksklusif.
Arah produk seperti ini menunjukkan Nissan tidak hanya ingin bermain di segmen keluarga ramah lingkungan, tetapi juga ingin masuk ke kelas yang menuntut tampilan lebih modern dan kesan lebih prestisius. Model ini memang disiapkan untuk konsumen yang mencari mobil keluarga dengan nilai premium, bukan sekadar alat transportasi fungsional.
Angka awal yang sudah tercatat
Dari dokumen Permendagri tersebut, Nissan Elgrand e-Power memiliki Nilai Jual Kendaraan Bermotor sebesar Rp 645 juta. Sementara itu, Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor tercatat Rp 677,25 juta.
Angka itu belum bisa dianggap sebagai harga resmi di Indonesia. Meski begitu, nilai tersebut memberi gambaran awal tentang posisi banderol yang mungkin dibawa Elgrand saat nanti benar-benar dipasarkan.
Belum resmi meluncur di Jepang
Menariknya, unit yang terdaftar di Indonesia ini diyakini sebagai generasi terbaru Elgrand. Model tersebut bahkan belum resmi diluncurkan di Jepang, yang merupakan negara asal Nissan.
Meski belum debut di pasar domestiknya, Elgrand e-Power sudah dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim semi 2026. Karena itu, pendaftaran nama model ini di Indonesia sebelum peluncuran resminya membuat Elgrand semakin mencuri perhatian di pasar otomotif nasional.
Tantangan Nissan di pasar domestik
Rencana menghadirkan Elgrand juga datang saat posisi Nissan di Indonesia masih belum kuat. Data Gaikindo menunjukkan penjualan retail Nissan sepanjang 2025 hanya 941 unit.
Kondisi serupa terlihat pada awal 2026. Pada periode Januari-April 2026, distribusi Nissan ke konsumen baru mencapai 144 unit mobil baru, sementara Serena e-Power hanya membukukan wholesales 59 unit dari pabrik ke diler pada periode yang sama.
Persaingan yang sudah sangat padat
Jika benar dipasarkan di Indonesia, Elgrand e-Power akan masuk ke segmen yang persaingannya tidak ringan. Kelas MPV premium saat ini diisi banyak model yang semakin kompetitif, termasuk dari merek Jepang dan juga merek Tiongkok.
Salah satu lawan terdekatnya disebut Toyota Alphard Hybrid, yang tahun ini ditawarkan dengan harga lebih rendah di kisaran Rp 1,3 miliar. Dengan peta persaingan seperti itu, penempatan harga akan menjadi faktor penting bagi Nissan agar Elgrand bisa punya ruang bertarung yang jelas di kelas atas.
Source: otomotif.katadata.co.id




