Narasi Web3 Kian Runtuh, DeFi dan DePIN Masih Punya Fungsi Nyata

Di tengah perdebatan soal arah kripto, dua sektor justru tetap disebut memiliki fungsi yang paling nyata: DeFi dan DePIN. Penilaian itu datang dari Kyle Samani, yang menilai banyak narasi besar lain di ekosistem kripto sudah kehilangan daya dorong.

Pernyataan Samani bahwa “Web3 is dead” kembali memicu sorotan ke perubahan besar di industri ini. Bagi managing partner Multicoin Capital tersebut, Web3 tidak lagi menawarkan pijakan sekuat dulu, terutama setelah banyak janji besarnya tidak berkembang sesuai harapan.

Narasi Web3 yang kian kehilangan tenaga

Web3 sempat dipromosikan sebagai payung besar untuk internet terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain. Dalam gagasan itu, identitas digital, aset, dan data tidak lagi bergantung pada platform terpusat.

Cakupannya juga luas, mulai dari jejaring sosial terdesentralisasi, gim blockchain, hingga kepemilikan digital lewat NFT. Namun, dorongan besar yang sempat muncul saat reli kripto 2020-2021 tidak berhasil menjaga momentum itu dalam jangka panjang.

Investasi besar pernah mengalir ke proyek yang menjanjikan perubahan di hiburan, gim, dan media sosial. Meski begitu, banyak hasil yang dijanjikan tidak benar-benar terwujud, sementara minat pasar pada sejumlah kategori ikut melemah.

Sinyal krisis identitas di tubuh kripto

Samani menyampaikan pandangannya di X sebagai respons atas komentar Eli Ben-Sasson, pendiri StarkWare, yang menyebut kripto tengah mengalami “identity crisis”. Ben-Sasson menyoroti hilangnya sejumlah pelaku awal dan menguatnya dukungan dari institusi serta TradFi.

Kondisi itu membuat narasi inti kripto semakin sulit dijaga. Sejak awal, banyak pengembang menempatkan kripto sebagai alternatif terdesentralisasi untuk sistem keuangan tradisional.

Masuknya bank besar dan pemain terpusat ke ekosistem ini kemudian memperlebar jarak dengan fondasi awal yang dulu diusung. Di saat yang sama, derasnya arus modal membuat batas ideologis kripto dengan keuangan arus utama makin kabur.

Bagian yang paling jelas gagal menembus arus utama

Pada 2026, sebagian besar proyek Web3 dinilai belum berhasil masuk ke penggunaan yang lebih luas. Gim Web3 hanya melahirkan beberapa pemenang niche, sementara jejaring sosial terdesentralisasi juga belum menunjukkan penetrasi yang besar.

Metaverse seperti Decentraland dan The Sandbox masih mencatat daily active users di kisaran ribuan rendah. Padahal, keduanya dulu sempat mengumpulkan pendanaan besar lewat penjualan lahan virtual.

Axie Infinity juga mengalami penurunan tajam dalam jumlah pemain dan nilai token setelah insentif awal memudar. Di sisi lain, perdagangan NFT turut anjlok setelah mencapai puncaknya pada 2022.

Mengapa DeFi dan DePIN masih dianggap bertahan

Di tengah pelemahan itu, Samani menilai hanya DeFi dan DePIN yang masih punya kegunaan yang jelas. DeFi memungkinkan pengguna berdagang, meminjam, dan memperoleh imbal hasil tanpa perantara seperti bank.

Sektor ini masih menjadi salah satu kategori terbesar di kripto jika dilihat dari aktivitas pengguna dan total nilai terkunci. Karena itu, DeFi masih dipandang memiliki fungsi yang lebih mudah dibuktikan dibanding banyak narasi Web3 lainnya.

DePIN memakai insentif token untuk mendorong partisipan membangun dan mengoperasikan infrastruktur fisik. Multicoin Capital sendiri sejak lama fokus pada investasi DePIN, termasuk proyek untuk membangun infrastruktur wireless, komputasi, dan data yang terdesentralisasi.

Nada skeptis yang makin meluas di industri

Pernyataan Samani bukan satu-satunya sinyal bahwa sentimen industri sedang bergeser. Pekan lalu, Cory Klippsten dari Swan Bitcoin mengatakan pandangan para eksekutif industri telah beralih kuat ke Bitcoin dan infrastruktur keuangan.

Dalam unggahan di X, Klippsten menyebut tiga eksekutif kripto dalam sebuah panel konferensi perbankan yang menurutnya sama-sama tidak melihat tesis untuk mempertahankan nilai altcoin. Ia menyimpulkan industri yang lebih luas kini berputar di sekitar Bitcoin, financial infrastructure, dan RWA.

Nada serupa datang dari Anthony Pompliano setelah konferensi Consensus 2026 di Miami. Dalam video di X, ia mengatakan sebagian besar industri kripto sudah mati dan tidak akan kembali, sambil menilai ribuan proyek blockchain dan token spekulatif sulit bertahan.

Pompliano juga menyebut industri dulu digerakkan oleh “hardcore missionaries”, tetapi kini dipenuhi “mercenaries”. Menurut dia, shakeout pasar memang diperlukan agar modal dan talenta kembali ke proyek yang punya utilitas nyata.

Exit mobile version