Musim Hujan Bikin Kandang Ayam Rawan, 7 Cara Ini Menahan Lembap, Penyakit, dan Kematian

Musim hujan membuat masalah kandang ayam cepat terlihat, terutama saat air mulai menggenang dan alas ternak tidak lagi kering. Dalam kondisi seperti itu, gangguan kecil seperti lembap, bocor, dan kotor bisa berubah menjadi pemicu penyakit, stres, turunnya nafsu makan, hingga kematian ayam.

Karena itu, penanganan kandang tidak cukup hanya dengan membersihkan bagian dalamnya. Peternak perlu mengatur ulang posisi kandang, aliran air, atap, ventilasi, hingga kualitas pakan dan air minum agar lingkungan ternak tetap aman sepanjang hujan deras.

Salah satu titik awal yang paling menentukan adalah lokasi kandang. Kandang yang berdiri di area lebih tinggi dari tanah sekitarnya lebih aman karena air hujan tidak mudah masuk dan rembesan dari tanah lebih sulit naik ke lantai kandang.

Selain posisi, tinggi pondasi juga berpengaruh besar. Lantai kandang yang dibuat sekitar 20–30 cm di atas permukaan tanah membantu alas tetap kering meski hujan turun lama. Di sekitar kandang, saluran pembuangan perlu dibuat dengan kemiringan yang cukup supaya air mengalir ke parit utama dan tidak tertahan di area ternak.

Atap dan dinding perlu menahan tampias

Atap menjadi pelindung utama saat cuaca basah datang terus-menerus. Genteng, rumbia, atau seng bisa digunakan, tetapi pemasangannya harus rapat agar tidak ada titik bocor yang membiarkan air masuk ke dalam kandang.

Teritisan atap juga sebaiknya dibuat cukup lebar. Fungsinya untuk menahan tampias saat hujan disertai angin kencang, sehingga air tidak mudah masuk ke area ternak.

Bocor kecil pun tidak boleh dianggap sepele. Tetesan air yang terus mengenai sekam akan membuat alas basah, kotoran menjadi lembap, dan kondisi itu dapat memunculkan gas amonia yang berbahaya bagi ayam. Kelembapan dari atap yang rusak juga sering memicu gangguan pernapasan.

Litter basah harus segera ditangani

Alas kandang atau litter menjadi penopang utama agar lantai tetap nyaman. Campuran sekam padi, serbuk gergaji, atau daun kering dengan ketebalan 10–15 cm membantu menyerap kotoran sekaligus menjaga kaki ayam tetap hangat.

Saat musim hujan, sekam baru sebaiknya ditambahkan setiap hari. Langkah ini membantu menutup bagian yang mulai basah dan mencegah kelembapan menyebar ke seluruh kandang.

Bagian litter yang sudah menggumpal atau terlalu lembap perlu segera diangkat. Jika masih ingin dipakai kembali, litter basah bisa dikeringkan di tempat yang terlindung tetapi tetap mendapat aliran angin, lalu disemprot desinfektan sebelum digunakan lagi.

Litter yang becek bukan hanya membuat kandang terlihat kotor. Kondisi itu juga dapat memicu luka pada kaki ayam atau bumblefoot bila dibiarkan terlalu lama.

Kelembapan dapat ditekan dengan bahan sederhana

Peternak sering memakai kapur dolomit untuk membantu menstabilkan lingkungan kandang saat hujan. Taburan bahan ini di atas alas kandang dapat menetralkan pH, menyerap kelembapan berlebih, mengurangi bau amonia, dan menekan pertumbuhan jamur serta паразit pada litter.

Meski kandang harus terlindung dari hujan, sirkulasi udara tidak boleh ditutup total. Tirai dari karung goni atau terpal boleh diturunkan saat hujan deras, tetapi celah udara tetap perlu dijaga.

Ruang udara di bagian atas dinding tetap dibutuhkan, sekitar 20 cm. Celah ini menjaga aliran oksigen tetap masuk dan mencegah kandang terasa terlalu pengap.

Air minum dan pakan ikut terancam saat hujan

Musim hujan juga dapat menurunkan kualitas air minum dan pakan. Air tanah bisa menjadi keruh sehingga perlu disaring lebih dulu agar lumpur tidak ikut diberikan ke ayam.

Untuk menjernihkan air, tawas sekitar 2,5 gram per 20 liter air dapat digunakan. Antiseptik atau kaporit juga bisa diberikan dengan pola 3-2-3, yaitu tiga hari diberi, dua hari air biasa, lalu tiga hari diberi lagi.

Pada pakan, kadar air perlu dijaga agar tidak melebihi 14 persen. Pakan yang terlalu lembap mudah berjamur dan berisiko mengganggu kesehatan ayam jika tetap dikonsumsi.

Penyimpanan pakan juga perlu rapi. Sistem FIFO atau first in first out membantu menjaga stok tetap terpakai berurutan, sementara karung pakan idealnya diletakkan di atas palet kayu agar tidak bersentuhan langsung dengan lantai yang dingin dan lembap.

Pengawasan harian menjadi pembeda

Perubahan cuaca saat musim hujan bisa datang cepat, sehingga kondisi kandang perlu dipantau setiap hari. Tirai, titik basah, dan kebersihan lantai harus segera ditangani sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Area makan dan minum sebaiknya dipisahkan dari area istirahat. Pemisahan ini membantu menjaga litter tempat ayam beristirahat tetap kering dan tidak cepat rusak.

Pengerukan kotoran secara berkala, misalnya setiap tiga hari di titik paling kotor, juga membantu menahan kelembapan. Untuk DOC atau anak ayam, suhu hangat harus dijaga lebih ketat dengan pemanas kombinasi LPG dan arang kayu agar panas menyebar merata di seluruh ruangan.

Saat risiko penyakit meningkat, daya tahan tubuh ayam juga perlu diperkuat. Imunostimulan, vitamin, dan vaksinasi yang dijalankan disiplin menjadi bagian penting agar ternak tetap sehat dan produktif sepanjang musim hujan.

Exit mobile version