Pemeriksaan MRI kini tidak lagi hanya soal mendapatkan gambar yang jelas, tetapi juga soal memangkas waktu tanpa mengurangi ketelitian. Di Bethsaida Hospital Gading Serpong, penerapan kecerdasan buatan pada MRI 3 Tesla diarahkan untuk menjawab dua kebutuhan itu sekaligus: hasil yang lebih tajam dan proses yang lebih cepat.
Perubahan ini penting karena MRI sering dipakai sebagai dasar dokter dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Saat visual yang dihasilkan makin presisi, tenaga medis memiliki landasan yang lebih kuat untuk membaca kondisi pasien dan menyusun keputusan klinis secara lebih tepat.
AI mempercepat proses tanpa mengorbankan detail
Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad., menjelaskan bahwa MRI berbasis AI mampu menghasilkan pencitraan yang lebih detail dalam waktu yang lebih efisien. Ia juga menekankan bahwa peningkatan itu tetap menjaga kenyamanan pasien selama pemeriksaan berlangsung.
Pada organ yang bergerak cepat seperti jantung, kemampuan ini menjadi sangat penting. Akuisisi gambar bisa dilakukan lebih cepat, sementara ketajaman hasil tetap dijaga agar evaluasi medis tidak kehilangan informasi penting.
CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyampaikan bahwa teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL dapat meningkatkan kualitas gambar secara signifikan. Ia juga menyebut waktu pemeriksaan bisa dipercepat hingga 50 persen, sedangkan hasil gambar dapat menjadi hingga 60 persen lebih tajam dibandingkan teknologi konvensional.
Dipakai untuk kasus saraf, jantung, dan ortopedi
MRI 3 Tesla tidak hanya berguna untuk satu jenis pemeriksaan. Teknologi ini dipakai untuk membantu evaluasi berbagai kondisi dengan kebutuhan pencitraan tinggi, termasuk di bidang saraf, jantung, pembuluh darah, dan ortopedi.
Pada pemeriksaan saraf, MRI 3 Tesla digunakan untuk menilai stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang. Pemeriksaan yang detail membantu dokter melihat kondisi jaringan secara lebih jelas sebelum menentukan langkah medis berikutnya.
Di bidang jantung dan pembuluh darah, teknologi ini membantu melihat struktur dan fungsi jantung secara lebih jelas. MRI juga digunakan untuk mengevaluasi gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.
Untuk ortopedi, manfaatnya terlihat saat memeriksa sendi, ligamen, tendon, otot, dan tulang rawan. Pemeriksaan ini juga membantu menilai cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, serta keluhan seperti nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung.
Teknologi baru untuk kasus yang lebih kompleks
Bethsaida Hospital Gading Serpong memperkenalkan Sistem Pemindaian MRI 3.0 Tesla SIGNA™ Hero berbasis Artificial Intelligence dari GE HealthCare untuk memperkuat layanan diagnosis. Fasilitas ini diarahkan untuk menangani kasus-kasus kritis secara lebih cepat, tepat, dan akurat.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero digunakan untuk kebutuhan klinis pada kasus kompleks. Penggunaannya mencakup gangguan saraf, jantung, ortopedi, dan onkologi.
Sistem ini didukung AIR™ Recon DL dan Sonic DL™ berbasis AI. Kedua teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan kualitas pencitraan yang lebih tajam sekaligus mempercepat proses pemeriksaan.
Kenyamanan pasien tetap diperhatikan
Selain kecepatan dan ketajaman gambar, desain alat juga ikut memengaruhi pengalaman pasien selama pemeriksaan. MRI 3 Tesla SIGNA™ Hero memiliki bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas.
Ukuran ini membuat pemeriksaan terasa lebih nyaman dan dapat membantu mengurangi rasa cemas atau klaustrofobia. Dalam praktiknya, aspek seperti ini sering membantu pasien menjalani pemeriksaan sampai selesai tanpa hambatan yang berarti.
Mendukung kerja tim medis
Manfaat AI dalam MRI tidak berhenti pada ruang pemindaian. Visualisasi yang lebih akurat juga mempermudah kolaborasi antar dokter spesialis dalam menyusun rencana terapi yang sesuai untuk pasien.
Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, menilai visualisasi yang lebih akurat membantu tim medis menentukan penanganan. Ia juga menyebut layanan seperti ini memberi peluang bagi pasien untuk memperoleh kualitas layanan yang lebih baik tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri.
Dengan kombinasi gambar yang lebih tajam, waktu pemeriksaan yang lebih singkat, dan pengalaman pasien yang lebih nyaman, AI kini menjadi bagian penting dalam perkembangan pencitraan medis. Penerapannya di MRI menunjukkan arah layanan kesehatan yang makin presisi sekaligus lebih efisien untuk kebutuhan klinis yang beragam.
Source: lifestyle.bisnis.com