Mourinho Belum Mau Beri Selamat ke Chivu, Inter Tinggal Menanti Kepastian Angka untuk Scudetto

Meski nama Cristian Chivu mulai dikaitkan dengan gelar Liga Italia bersama Inter Milan, Jose Mourinho belum mau memberi ucapan selamat lebih dulu. Pelatih Benfica itu menilai, kepastian juara baru pantas dirayakan jika statusnya sudah resmi secara matematis.

Sikap itu muncul karena situasi di klasemen memang belum benar-benar selesai. Inter memang berada di posisi sangat nyaman, tetapi angka di papan masih menjadi penentu akhir sebelum Scudetto benar-benar masuk ke tangan mereka.

Inter tinggal menunggu hitungan akhir

Hingga pekan ke-34, Inter memimpin klasemen dengan koleksi 79 poin. Mereka unggul 10 angka dari Napoli dan berjarak 12 poin dari AC Milan yang menempati posisi ketiga.

Dengan empat pertandingan tersisa, Inter hanya butuh tambahan empat poin untuk mengunci gelar. Kepastian itu bahkan bisa datang lebih cepat jika Napoli dan AC Milan lebih dulu terpeleset pada laga yang dimainkan sebelum Inter turun ke lapangan.

Situasi tersebut membuat Nerazzurri berada dalam posisi yang sangat menguntungkan. Namun, satu hasil buruk masih bisa menunda perayaan sesaat, sehingga mereka tetap harus menjaga fokus sampai benar-benar ada kepastian dari angka.

Chivu berada di jalur penting dalam kariernya

Bagi Chivu, momen ini terasa sangat besar karena ia berpeluang mempersembahkan gelar pada musim pertamanya menangani Inter. Jika target itu tercapai, pencapaian tersebut akan menjadi penanda penting dalam perjalanan kepelatihannya.

Hubungan Chivu dengan Inter juga menambah bobot dari situasi ini. Ia pernah membela klub tersebut sebagai pemain, lalu kini kembali dalam peran berbeda sebagai pelatih yang memimpin dari sisi teknis.

Mourinho sendiri mengakui pekerjaan Chivu sejauh ini berjalan sangat baik. Ia menilai mantan anak asuhnya itu mampu membawa tim melewati masa yang sempat tidak stabil dan tetap menjaga Inter berada di jalur juara.

Mengapa Mourinho memilih menahan diri

Dalam keterangannya kepada Sportsmediaset, Mourinho menyoroti proses yang dilalui Chivu sebelum naik ke tim utama. Menurutnya, Chivu tidak langsung melompat dari lapangan ke bangku cadangan tanpa bekal yang cukup.

“Saya kira dia itu sangat cerdas: dia tidak berangkat dari lapangan ke bangku cadangan dari satu pekan ke pekan lainnya seperti mantan pemain-pemain lainnya,” kata Mourinho.

Ia kemudian menjelaskan bahwa Chivu menempuh beberapa tahap penting sebelum berada di posisi sekarang. Pengalaman bersama tim muda, Primavera, kursus kepelatihan, dan masa singkat di Parma dinilai memberi dasar yang kuat bagi pemahaman taktik serta tanggung jawab sebagai pelatih.

“Cristian itu menghabiskan bertahun-tahun dengan tim muda, dengan Primavera, dia belajar, dia mengambil kursus. Dia mendapatkan pengalaman singkat di sebuah klub seperti Parma, di mana dia punya tekanan dan tanggung jawab lebih sedikit,” ujar Mourinho.

Pujian tetap ada, tetapi ucapan selamat belum keluar

Mourinho tidak menutupi rasa hormatnya pada kerja Chivu. Meski begitu, ia tetap memilih menunggu sampai gelar benar-benar terkunci dan tidak lagi bergantung pada perhitungan apa pun.

“Apakah saya sudah menyelamati dia? Tidak, kita semua tahu dia akan memenanginya, tapi dia kan harus memenanginya,” ucap Mourinho.

Ia juga menegaskan bahwa sikapnya bukan lahir dari rasa percaya takhayul. Bagi Mourinho, prinsip yang dipegang sederhana: selama matematika belum memastikan segalanya, kompetisi belum selesai.

“Saya bukannya percaya takhayul, tapi saya percaya di dalam hal-hal ini: sampai matematika mengatakannya, kompetisi belum selesai. Ketika dia juara, saya akan berada di sana untuk memberi selamat kepada dia,” tutur Mourinho.

Dengan kondisi seperti ini, Inter tinggal menunggu satu langkah terakhir untuk menutup musim dengan aman. Chivu sudah berada sangat dekat dengan momen besar, tetapi ucapan selamat dari Mourinho baru akan datang setelah status juara benar-benar resmi.

Baca Juga

Back to top button