Motor Listrik Dapat Kepastian Subsidi, Moeldoko Justru Soroti Kebijakan Mobil Listrik yang Tak Konsisten

Pasar kendaraan listrik Indonesia sedang bergerak ke dua arah yang berbeda. Di satu sisi, motor listrik baru akan mendapat dorongan nyata lewat subsidi Rp5 juta per unit yang mulai berjalan pada Juni 2026, sementara di sisi lain kebijakan untuk mobil listrik justru dinilai belum memberi kepastian yang seragam.

Pemerintah menyiapkan alokasi 100 ribu unit untuk program subsidi motor listrik baru. Jumlah itu membuat perhatian publik kembali tertuju pada model-model yang berpotensi diburu konsumen begitu skema bantuan resmi berjalan.

Bagi calon pembeli, kepastian insentif seperti ini biasanya langsung memengaruhi minat pasar. Motor listrik juga dinilai lebih mudah masuk kebutuhan harian karena fungsi praktisnya sudah semakin dekat dengan pola pemakaian masyarakat.

Salah satu model yang ikut disorot dalam daftar rekomendasi motor listrik subsidi 2026 adalah Volta 401. Di tengah program bantuan yang segera aktif, model seperti ini dipandang punya daya tarik karena menawarkan desain dan utilitas yang sesuai untuk penggunaan sehari-hari.

Pilihan motor listrik yang masuk radar pembeli juga makin beragam. Dalam daftar rekomendasi itu, ada model dengan pendekatan retro sehingga konsumen punya alternatif yang lebih variatif saat menentukan kendaraan yang paling sesuai.

Sorotan ke mobil listrik justru berbeda

Di tengah kabar baik untuk motor listrik, Moeldoko menilai kebijakan insentif mobil listrik belum menunjukkan arah yang konsisten. Sebagai Ketua Umum Periklindo, ia melihat perubahan sikap dalam pemberian insentif justru berpotensi membuat konsumen bingung.

Moeldoko menilai transisi ke kendaraan listrik tetap membawa manfaat besar. Menurut dia, manfaat itu tidak hanya dirasakan pengguna, tetapi juga negara.

Salah satu manfaat yang ia soroti adalah potensi pengurangan beban subsidi bahan bakar minyak. Dalam pandangannya, pemakaian mobil listrik secara massal bisa membantu pemerintah menekan beban tersebut.

Karena itu, kepastian kebijakan dianggap penting agar adopsi kendaraan listrik berjalan lebih cepat. Jika sinyal insentif terus berubah, minat pasar dikhawatirkan ikut tersendat meski arah elektrifikasi terus didorong.

Pasar semakin ramai, pilihan makin banyak

Selain soal insentif, industri kendaraan listrik di Indonesia juga terus kedatangan produk baru. OMOWAY memperkenalkan OMO-X Smart Edition secara global dan memilih Indonesia sebagai negara pertama untuk peluncuran resminya.

Langkah itu bahkan mendahului pasar Eropa dan Amerika Serikat. Pilihan ini menunjukkan Indonesia makin dipandang sebagai pasar strategis untuk kendaraan listrik, terutama di segmen roda dua.

OMOWAY juga memosisikan produknya sebagai intelligent mobility companion. Penekanan itu menonjolkan peran perangkat lunak dan konektivitas canggih, bukan sekadar fungsi transportasi biasa.

Dari segmen roda empat, persaingan ikut menghangat lewat kehadiran iCar V23. SUV listrik di bawah naungan Chery Group Indonesia itu diumumkan dengan harga mulai Rp389,9 juta untuk varian termurah.

Kehadiran iCar V23 menambah warna di pasar SUV listrik premium yang sedang tumbuh. Model ini menyasar konsumen dengan gaya hidup aktif dan dinamis, sekaligus memperlihatkan bahwa pasar kendaraan listrik kini makin beragam di berbagai segmen.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button