Banyak pelacak barang hanya mengandalkan fungsi dasar untuk mencari benda yang hilang. Moto Tag 2 justru mendorong pengalaman yang lebih lengkap lewat kombinasi pelacakan presisi, tombol pencari ponsel, serta kontrol kamera jarak jauh.
Motorola mulai menjual perangkat ini di sejumlah pasar internasional setelah lebih dulu diperkenalkan pada CES 2026. Kehadirannya langsung menonjol karena membawa dukungan Ultra-Wideband atau UWB, Bluetooth channel sounding, dan koneksi ke jaringan Google Find Hub.
Pelacakan yang lebih presisi
Moto Tag 2 dirancang untuk membantu memantau barang-barang yang sering berpindah tangan, seperti dompet, koper, gantungan kunci, perlengkapan kamera, hingga perlengkapan perjalanan. Dukungan UWB menjadi salah satu nilai utama karena teknologi ini membantu pencarian lokasi barang dengan akurasi yang lebih baik.
Selain UWB, Motorola juga menyertakan Bluetooth channel sounding untuk mendukung proses pelacakan. Perangkat ini kemudian terhubung ke Google Find Hub agar pengguna Android dapat mengelola barang dari satu platform yang sama.
Moto Tag 2 bisa dipasangkan ke perangkat Android melalui aplikasi Moto Tag. Dari sana, pengguna dapat mengatur nada dering, menyesuaikan volume, dan melihat level baterai.
Bukan hanya untuk mencari barang
Ada fungsi tambahan yang membuat perangkat ini terasa lebih serbaguna. Motorola membekali Moto Tag 2 dengan tombol khusus untuk membantu menemukan ponsel yang sudah dipasangkan.
Fitur lain yang tersedia adalah remote camera shutter, yang memungkinkan pengguna mengontrol kamera ponsel dari jarak jauh. Fungsi ini ditujukan untuk foto hands-free agar pengambilan gambar tetap nyaman tanpa harus menyentuh perangkat langsung.
Moto Tag 2 juga mendukung location sharing. Dengan begitu, lokasi barang yang diberi tag bisa dibagikan kepada kontak tertentu saat diperlukan.
Motorola turut menambahkan fitur keamanan Android di dalamnya. Pengguna akan mendapat peringatan jika ada tracker tidak dikenal yang terdeteksi bergerak bersama mereka.
Desain kecil untuk kebutuhan harian
Secara fisik, Moto Tag 2 hadir dalam bentuk kompak agar mudah ditempelkan ke berbagai barang. Motorola menyebut perangkat ini bisa dipasang pada tas, keyring, perlengkapan kamera, atau perlengkapan perjalanan dengan bantuan holder dan casing pihak ketiga.
Perangkat ini juga mengantongi rating IP68 untuk perlindungan terhadap debu dan air. Dua pilihan warna yang tersedia adalah Pantone Arabesque dan Pantone Laurel Oak.
Di pasar Amerika Serikat, Motorola juga menyiapkan paket empat unit bagi pengguna yang ingin langsung memasang tag ke beberapa barang sekaligus. Sementara itu, harga satuan di Eropa dan Inggris diposisikan sebagai aksesori dengan fitur modern.
Daya tahan baterai jadi pembeda
Salah satu klaim paling menarik dari Moto Tag 2 ada pada ketahanan dayanya. Motorola menyatakan perangkat ini bisa bertahan lebih dari 600 hari dalam sekali pemakaian baterai.
Moto Tag 2 memakai baterai CR2032 standar yang bisa diganti. Model seperti ini memberi keuntungan karena pengguna tidak perlu mengisi ulang perangkat dengan sistem bawaan ketika daya habis.
Untuk pelacak barang, daya tahan panjang seperti ini penting karena perangkat diharapkan tetap aktif tanpa banyak perawatan. Karena itu, baterai menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dari Moto Tag 2 di tengah persaingan aksesori Android.
Di Jerman, Moto Tag 2 dijual seharga EUR 29.99. Di Inggris, harganya tercatat GBP 40, sedangkan di Amerika Serikat perangkat ini tersedia lewat Amazon dalam paket empat tag dengan harga $119.99.
Kombinasi harga, fitur pelacakan presisi, integrasi Google Find Hub, dan daya tahan baterai yang diklaim panjang membuat Moto Tag 2 diposisikan sebagai pelacak kecil yang lebih fungsional untuk pengguna Android. Perangkat ini menyasar kebutuhan harian sekaligus kebutuhan saat bepergian, tanpa meninggalkan fungsi praktis seperti pencarian ponsel dan kontrol kamera jarak jauh.
Source: www.gadgets360.com