Motorola membawa pendekatan yang cukup serius ke kelas foldable lewat Razr Fold, terutama karena perangkat ini tidak lagi bermain di ranah ponsel lipat bergaya clamshell. Kehadiran layar besar, dukungan stylus, dan fitur multitasking membuat model ini terlihat lebih dekat ke perangkat kerja ringkas dibanding sekadar ponsel lipat untuk gaya.
Di India, Razr Fold juga menjadi ponsel lipat model buku pertama Motorola. Langkah ini menunjukkan bahwa Motorola mulai menempatkan diri lebih agresif di segmen premium yang selama ini dikuasai perangkat foldable kelas atas.
Layar besar jadi pusat perhatian
Motorola membekali Razr Fold dengan layar dalam 8,1 inci LTPO P-OLED beresolusi tinggi. Panel ini mendukung refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan puncak hingga 6.200 nits, sehingga layarnya memang diarahkan untuk pemakaian intensif.
Di sisi luar, tersedia layar kedua 6,6 inci LTPO P-OLED dengan refresh rate 165Hz dan kecerahan puncak 6.000 nits. Perlindungan layar luar menggunakan Gorilla Glass Ceramic 3, sedangkan layar bagian dalam memakai UTG.
Susunan ini memperlihatkan fokus Motorola pada pengalaman layar besar yang fleksibel. Perusahaan juga menyiapkan antarmuka foldable dan fitur multitasking yang disesuaikan untuk kebutuhan produktivitas harian.
Desain lipat dengan perlindungan dasar
Secara fisik, perangkat ini memiliki ketebalan 10,1 mm saat dilipat dan 4,7 mm saat dibuka. Bobotnya 244 gram, sehingga tetap masuk kategori perangkat premium yang membawa banyak komponen di dalamnya.
Motorola juga memberikan sertifikasi IP48 dan IP49 untuk perlindungan dasar dalam penggunaan sehari-hari. Meski tidak mengubah karakter foldable sepenuhnya, bekal ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang menginginkan perangkat lipat dengan perlindungan lebih meyakinkan.
Performa kelas flagship
Di bagian dapur pacu, Razr Fold memakai Snapdragon 8 Gen 5 yang dipadukan dengan GPU Adreno 829. Kombinasi ini menempatkan perangkat tersebut di kelas flagship dan membuka ruang besar untuk kebutuhan berat.
Motorola menyediakan RAM 12 GB dan 16 GB, lalu memasangkan penyimpanan internal 256 GB, 512 GB, dan 1 TB. Perangkat ini juga disebut membawa sistem pendingin canggih untuk menjaga performa tetap stabil saat dipakai lama.
Dengan bekal seperti itu, Razr Fold tampak disiapkan untuk multitasking, gaming, dan kerja mobile tanpa banyak kompromi. Arah produknya jelas ingin menonjolkan kenyamanan penggunaan yang lebih serius di kelas foldable premium.
Kamera dibuat lebih lengkap
Sektor kamera juga tidak dibiarkan sederhana. Razr Fold membawa tiga kamera belakang 50 MP yang terdiri dari kamera utama, kamera ultrawide, dan kamera periskop telefoto 50 MP dengan zoom optik 3x.
Kamera utama memakai sensor Sony LYTIA dan sudah mendukung OIS. Untuk video, perangkat ini sanggup merekam 8K serta mendukung Dolby Vision.
Di bagian depan, tersedia kamera internal 20 MP. Ada pula kamera eksternal 32 MP untuk selfie saat ponsel dalam kondisi tertutup, sehingga pengguna tetap punya opsi pemotretan yang fleksibel.
Baterai besar, pengisian cepat, dan Android 16
Salah satu poin paling menonjol dari Razr Fold adalah baterai 6.000 mAh. Kapasitas ini tergolong besar untuk ukuran foldable, apalagi perangkat harus menopang dua layar dengan refresh rate tinggi.
Motorola melengkapinya dengan pengisian cepat 80W melalui kabel, wireless charging 50W, dan reverse charging 5W. Baterai tersebut memakai teknologi silicon-carbon, yang memperkuat fokus perangkat ini pada daya tahan harian.
Dari sisi perangkat lunak, Razr Fold menjalankan Android 16 sejak awal. Motorola juga menjanjikan hingga tujuh kali pembaruan Android dan tujuh tahun update keamanan, sehingga perangkat ini tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi juga punya dukungan jangka panjang.
Stylus mempertegas arah produktivitas
Motorola Pen Ultra menjadi fitur yang membuat Razr Fold semakin berbeda dari banyak foldable lain. Kehadiran stylus ini mempertegas bahwa perangkat tersebut memang diarahkan untuk produktivitas, bukan sekadar ponsel lipat yang mengandalkan tampilan mewah.
Kombinasi layar 8,1 inci, software foldable, multitasking yang dioptimalkan, dan dukungan stylus membuat Razr Fold tampil sebagai penantang baru di segmen lipat premium. Motorola tampak ingin menawarkan perangkat yang bukan hanya besar dan cepat, tetapi juga lebih siap dipakai bekerja dalam format yang ringkas.
Source: tech.sportskeeda.com