Moto Pad 60 Neo hadir sebagai tablet yang menonjol bukan hanya karena harga terjangkaunya, tetapi juga karena paket penjualannya sudah langsung siap dipakai. Motorola menyertakan stylus Moto Pen di dalam kotak, sehingga pengguna tidak perlu membeli aksesori tambahan untuk mulai mencatat, menggambar, atau bekerja ringan.
Langkah ini membuat tablet tersebut terasa lebih praktis untuk pelajar, pekerja, maupun pengguna rumahan. Dari awal, perangkat ini memang diarahkan untuk mengisi kebutuhan yang cukup luas, mulai dari hiburan sampai produktivitas sederhana.
Layar besar dan tajam untuk aktivitas harian
Salah satu daya tarik utama Moto Pad 60 Neo terletak pada layar 11 inci beresolusi 2,5K. Panel ini dirancang agar tampilan video, streaming, dan dokumen terlihat lebih detail dan jernih saat digunakan sehari-hari.
Motorola juga memberi refresh rate 90Hz pada layar tersebut. Hasilnya, perpindahan halaman, scrolling media sosial, dan buka-tutup aplikasi terasa lebih mulus, termasuk saat dipakai untuk game ringan.
Audio dibuat mendukung pengalaman hiburan
Bagian hiburan tidak berhenti di layar. Moto Pad 60 Neo mengandalkan empat speaker yang dipadukan dengan Dolby Atmos untuk menghasilkan suara yang lebih bertenaga dan imersif.
Kombinasi ini membuat tablet lebih nyaman dipakai menonton film atau mendengarkan musik. Motorola tampak ingin menawarkan perangkat yang tetap enak dipakai di rumah, tetapi juga praktis dibawa bepergian.
Performa cukup untuk kebutuhan harian
Di sektor performa, tablet ini memakai chipset MediaTek Dimensity 6300. Chipset tersebut didampingi RAM 4GB untuk menjaga aktivitas harian tetap stabil.
Moto Pad 60 Neo disebut mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar, termasuk saat dipakai multitasking. Untuk game ringan hingga menengah, perangkat ini juga masih bisa diandalkan tanpa gangguan berarti.
Penyimpanan lega dan mudah diperluas
Motorola membekali tablet ini dengan penyimpanan internal 128GB yang sudah memakai UFS 2.2. Kapasitas tersebut memberi ruang yang cukup untuk aplikasi, foto, video, dan dokumen.
Jika masih kurang, tersedia slot microSD dengan dukungan ekspansi hingga 2TB. Opsi ini membuat pengguna punya keleluasaan lebih besar untuk menyimpan banyak file tanpa cepat kehabisan ruang.
Stylus bawaan menjadi nilai pembeda
Keberadaan Moto Pen di dalam paket penjualan menjadi salah satu poin paling menonjol dari Moto Pad 60 Neo. Pengguna bisa langsung memakainya tanpa harus membeli stylus terpisah.
Bagi pelajar dan pekerja, hal ini jelas memberi nilai tambah. Tablet pun terasa lebih siap digunakan untuk mencatat ide, membuat sketsa, atau menangani pekerjaan ringan sejak pertama kali dibuka.
Baterai besar untuk pemakaian lebih panjang
Untuk menunjang mobilitas, Motorola menyematkan baterai 7.040mAh. Kapasitas ini membantu tablet bertahan lebih lama saat dipakai untuk belajar online, bekerja, atau menikmati hiburan.
Proses pengisian dayanya didukung fast charging 20W. Dukungan ini membantu pengisian berlangsung lebih cepat saat baterai mulai menipis, sehingga perangkat tidak terlalu lama tertahan di colokan.
Dengan layar 2,5K, refresh rate 90Hz, empat speaker Dolby Atmos, chipset Dimensity 6300, RAM 4GB, penyimpanan 128GB, slot microSD hingga 2TB, serta stylus bawaan, Moto Pad 60 Neo tampil sebagai tablet yang mencoba menyeimbangkan hiburan dan kerja ringan dalam satu paket. Di kelas tablet Rp2 jutaan, pendekatan seperti ini membuatnya terlihat cukup menarik bagi pengguna yang ingin perangkat praktis sejak awal.