Penalti waktu tambahan tiga detik menjadi sisi paling krusial dari keberhasilan Sean Gelael merebut pole position di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Keunggulan start terdepan memang memberi modal besar, tetapi tambahan waktu di pit stop bisa mengubah hitungan hasil balapan yang hanya berdurasi satu jam.
Sean memulai putaran kedua GT World Challenge Asia dengan performa yang sangat meyakinkan. Bersama Garage 75 dan Ferrari 296 GT3 Evo, pebalap Indonesia itu tampil stabil sejak sesi latihan resmi dan langsung menunjukkan bahwa dirinya berada dalam ritme yang kuat di seri kandang.
Kecepatan Sean sudah terlihat sejak rangkaian latihan pada Kamis dan Jumat. Pada Official Practice, ia mencatat waktu 1:29.203 di kelas Silver dan menempati posisi ketiga secara keseluruhan, sebuah hasil yang menegaskan bahwa lajunya kompetitif bukan hanya di kelasnya, tetapi juga di antara seluruh peserta.
Konsistensi itu terus terjaga di sesi-sesi berikutnya. Sean bertahan di tiga besar kelas Silver sepanjang empat sesi latihan lainnya, sehingga fondasi menuju kualifikasi terlihat solid dan tidak bergantung pada satu putaran cepat saja.
Persaingan Ketat dari Rival Asia
Pole position di Mandalika tidak hadir dalam kondisi yang longgar. Dari belakang, ancaman datang dari dua pebalap China, Congfu Cheng dan Kuai Yu, yang sama-sama membela Sport Asia Phantom dengan Audi nomor 16.
Nama lain yang juga menekan adalah Akash Nandy dari Malaysia. Pemenang balapan pertama di Sepang itu tampil dengan Lamborghini dan menjalani simulasi lomba dengan rata-rata waktu di kisaran 1 menit 29 detik, setara dengan catatan Sean.
Kondisi tersebut membuat jarak antarpeserta tampak sangat rapat. Dalam situasi seperti ini, posisi start memang penting, tetapi selisih kecil di lintasan dan saat pit stop dapat langsung mengubah peta persaingan.
Tantangan Tambahan di Balapan Kandang
Bagi Sean, pole position belum berarti tugasnya menjadi ringan. Ia masih harus menjalani penalti waktu tambahan 3 detik yang berlaku untuk pebalap baru di GTWCA.
Aturan itu memberi tekanan ekstra dalam balapan berdurasi satu jam. Eksekusi sejak start hingga pit stop harus rapi, karena tambahan tiga detik dapat berdampak besar ketika persaingan berjalan dengan margin yang tipis.
Meski begitu, pendekatan Sean tetap terukur. Ia menjalani latihan, simulasi lomba, lalu menganalisis performa sendiri dan lawan untuk mencari strategi yang paling tepat, seperti yang biasa ia lakukan di ajang besar lain seperti FIA WEC, GT World Challenge Europe, dan GTWC Asia.
Kualifikasi Menentukan Banyak Hal
Di Mandalika, Sean dan Akash menjalani dua sesi kualifikasi secara mandiri untuk menentukan posisi start Race 1 dan Race 2. Format ini membuat tiap sesi punya bobot besar karena hasilnya langsung menentukan peluang di lintasan.
Untuk balapan hari Sabtu, pole position memberi Sean keuntungan awal yang penting. Start dari baris terdepan menjadi bekal yang sangat berharga saat race pembuka digelar setelah seluruh sesi kualifikasi selesai.
Dengan performa yang sudah terbukti stabil sejak latihan hingga kualifikasi, Sean membawa modal terbaik untuk menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Balapan tersebut dapat disaksikan lewat siaran langsung di kanal resmi YouTube GTWorld.