Modal Besar Dari Buriram, CBR Series Tetap Tajam Jelang Laga Berikutnya di Motegi

Peta persaingan Asia Road Racing Championship 2026 mulai memperlihatkan siapa yang paling siap menjaga tekanan sampai akhir. Dari Buriram, Astra Honda Racing Team pulang dengan poin dan podium yang bukan hanya menjaga posisi di klasemen, tetapi juga menjadi bekal penting menuju putaran berikutnya di Motegi.

Di tengah persaingan yang rapat di Chang International Circuit, performa CBR Series masih terlihat kompetitif di tiga kelas berbeda. Hasil itu memperlihatkan bahwa paket balap Honda belum kehilangan daya saing ketika masuk ke duel yang berlangsung ketat sejak start sampai garis finis.

AP250 jadi panggung utama Rheza

Sorotan terbesar datang dari Rheza Danica Ahrens yang tampil kuat di kelas Asia Production 250 bersama CBR250RR. Pada race pertama, pebalap asal Yogyakarta itu memulai dari posisi kelima lalu langsung mengambil ritme balap agresif.

Start yang bagus membuat Rheza sempat memimpin sejak lap pertama sebelum akhirnya mengamankan posisi kedua. Balapan selama 10 lap itu menjadi bukti bahwa CBR250RR masih mampu bertarung rapat dalam situasi tekanan tinggi.

Race kedua juga memperlihatkan konsistensi Rheza. Ia kembali start dari posisi kelima dan langsung masuk ke grup terdepan, lalu terlibat aksi salip-menyalip di lap akhir sebelum finis keempat dan membawa pulang poin penting.

Irfan ikut menambah kontribusi di kelas yang sama

Kontribusi lain hadir dari Irfan Ardiansyah yang menggantikan Muhammad Badly Ayatullah. Pada race kedua AP250, ia memulai dari posisi keenam, sempat turun ke grup tengah, lalu bangkit lagi saat memasuki lima lap terakhir dan menutup balapan di posisi ketujuh.

Hasil itu memberi tambahan poin untuk tim di tengah persaingan yang padat. Pada race pertama, Irfan sebenarnya juga sempat kompetitif di barisan depan, tetapi kendala teknis memaksanya menyelesaikan balapan di posisi ke-14.

CBR600RR tetap menekan di SS600

Di kelas Supersports 600, Herjun Atna Firdaus menunjukkan langkah agresif sejak awal dengan CBR600RR. Berangkat dari posisi ketujuh, ia langsung menembus grup depan dan bertahan di lima besar sepanjang balapan pertama.

Performa stabil itu membawanya finis keempat dan tetap menjaga peluang podium hingga akhir race. Rekannya, Fadillah Arbi Aditama, juga mencatat hasil positif dengan finis ketujuh meski kondisinya tidak prima setelah insiden di sesi kualifikasi.

Pada race kedua, keduanya kembali berusaha masuk ke kelompok terdepan sejak awal. Upaya itu sempat memberi tekanan pada para rival, tetapi Herjun terjatuh pada lap keempat dan tidak bisa melanjutkan balapan, sementara Arbi menutup lomba di posisi kedelapan.

Adenanta terus belajar di kelas paling besar

Di kelas Asia Superbike 1000, M. Adenanta Putra menjalani musim debut bersama CBR1000RR-R dengan tanda-tanda progres yang jelas. Pebalap berusia 22 tahun itu membuka race pertama dari posisi kedelapan dan finis kesembilan setelah menjaga ritme di rombongan tengah.

Pada race kedua, pebalap asal Magetan, Jawa Timur, itu mencoba menambah daya gedor agar lebih dekat dengan barisan depan. Usahanya berbuah finis ketujuh, hasil yang ia cap sebagai bagian dari proses belajar di tengah persaingan yang ketat.

Adenanta juga mengakui balapan di Buriram tidak mudah. Ia menyebut sempat hampir kehilangan kendali ban depan saat menikung, situasi yang ikut memengaruhi fokus mentalnya di lintasan.

Modal menuju Motegi

General Manager Marketing Planning and Analysis PT Astra Honda Motor, Andy Wijaya, mengapresiasi semangat juang seluruh pebalap AHRT di Buriram. Menurut dia, hasil tersebut menunjukkan binaan AHRT masih mampu tampil kompetitif dengan dukungan motor Honda yang disiapkan tim.

Seri Buriram juga memberi modal penting bagi persaingan klasemen sementara ARRC 2026 di masing-masing kelas. Putaran ketiga akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Mobility Resort Motegi, Jepang, dan AHRT kembali membidik performa terbaik untuk menjaga peluang meraih hasil lebih tinggi.

Exit mobile version