Misi Global Sumud Flotilla kembali menjadi sorotan setelah operasi pencegatan militer Israel menahan sejumlah aktivis kemanusiaan di jalur menuju Gaza. Dari rombongan itu, lima warga negara Indonesia ikut tercatat sebagai pihak yang ditangkap, sehingga peristiwa ini langsung menarik perhatian publik di dalam negeri.
Koalisi Global Sumud Flotilla menyebut kapal-kapal militer Israel mulai menghadang armada mereka di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Mereka mengatakan kapal pertama dinaiki pada siang bolong, dan langkah itu dipandang sebagai intersepsi terhadap armada yang membawa bantuan kemanusiaan.
Menurut laporan yang dikutip CNN Indonesia, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara ikut ditangkap dalam operasi tersebut. Koalisi itu juga menyatakan penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional dan penculikan warga sipil yang tidak bersenjata.
Di tengah situasi itu, koalisi menuntut pembebasan segera para peserta. Mereka juga meminta jalur aman bagi seluruh armada serta diakhirinya pengepungan ilegal terhadap Gaza.
Lima WNI yang ikut ditahan
Berdasarkan laporan Detiknews, ada lima WNI yang ditangkap tentara Israel atau IDF. Mereka tersebar di beberapa kapal dalam rombongan itu, termasuk jurnalis yang ikut membawa misi kemanusiaan.
Andi Angga berada di kapal Josef, sementara jurnalis Republika Bambang Noroyono berada di kapal Bolarize. Tiga WNI lainnya berada di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis iNews Heru Rahendro, dan jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho.
Dalam video yang dibagikan Tempo melalui media sosial, Andre Prasetyo Nugroho meminta warganet menyebarkan pesan SOS itu seluas-luasnya. Sementara itu, empat WNI lainnya yang ikut dalam misi masih terus berlayar.
Respons dari kalangan relawan dan media
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan pernyataan resmi pada Senin (18/5). Ia menegaskan bahwa para relawan datang tanpa senjata dan membawa solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, serta suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina.
Andi juga menyoroti keselamatan jurnalis yang ikut dalam misi tersebut. Menurut dia, penangkapan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, dan kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan ke Gaza.
Di sisi lain, laporan media Israel menyebut para aktivis yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi selesai dilakukan. Seorang aktivis di atas kapal juga mengatakan kepada koresponden bahwa armada itu tetap bertekad melanjutkan perjalanan menuju Gaza meski menghadapi intersepsi militer.
Kehadiran WNI dalam armada itu membuat insiden ini ramai dibicarakan di Indonesia. Peristiwa tersebut mempertemukan aksi kemanusiaan dengan ketegangan politik di jalur pelayaran menuju Gaza, sementara nasib para peserta yang ditahan masih menjadi perhatian.
Source: www.beautynesia.id




