Persaingan mobil listrik murah di China kembali mendapat warna baru lewat kehadiran MG 4X. Model ini langsung menarik perhatian karena harganya berada di kisaran Rp 200 jutaan, tetapi tetap membawa karakter SUV listrik yang terlihat modern dan cukup lengkap untuk kelasnya.
Yang membuatnya semakin disorot adalah kedekatan tampilannya dengan MG S5 EV yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Meski dipasarkan di jalur yang berbeda, MG 4X terasa seperti saudara dekat yang membawa pendekatan harga lebih agresif untuk pasar China.
Desain yang dibuat mirip keluarga MG EV terbaru
Secara tampilan, MG 4X mengusung wajah yang sangat dekat dengan MG 4 EV terbaru. Lampu depan dibuat serupa, lalu grille ditutup oleh lampu DRL horizontal yang memberi kesan futuristik.
Logo MG yang bisa menyala ikut memperkuat identitasnya sebagai SUV modern. Bagian pelek dan buritannya juga dirancang stylish, sehingga mobil ini tetap terlihat menarik meski posisinya ada di segmen SUV kompak.
Posisinya dekat dengan S5 EV, tetapi arah pasar berbeda
Di China, MG 4X disebut tidak jauh berbeda dengan MG S5 EV. Keduanya sama-sama memakai penggerak roda belakang atau RWD dan suspensi belakang independent five-link untuk membantu meredam guncangan di jalan bergelombang.
Namun, posisi keduanya tidak sama. MG 4X hadir sebagai model SUV yang diperluas dari MG 4 EV, sedangkan S5 EV sudah dijual secara global dan dirakit lokal di Indonesia.
Karena itu, kehadiran 4X lebih terlihat sebagai penguat lini produk MG di China. Model ini tidak langsung diposisikan sebagai pengganti S5 EV untuk pasar luar negeri.
Kabin mengandalkan dua layar besar dan fitur terkini
Masuk ke dalam kabin, MG 4X mengikuti arah desain mobil listrik modern. Panel instrumen digital 10,25 inci dipadukan dengan head unit floating 15,6 inci yang menjadi pusat kendali utama.
Sistem infotainment-nya juga dibuat cukup lengkap untuk kelas mobil listrik murah. Fitur yang didukung mencakup Apple CarPlay, HiCar, large language model Doubao, Carlink, dan ekosistem pintar dari Oppo.
Ada dua pilihan motor dan baterai 53,9 kWh
MG menyiapkan dua pilihan motor listrik untuk 4X. Opsi tersebut memiliki tenaga 125 kW dan 150 kW, sehingga mobil ini tetap terdengar cukup kuat di kelas SUV listrik entry level.
Di baliknya, MG 4X memakai baterai liquid-solid-state manganese buatan Qingtao dengan kapasitas 53,9 kWh. Klaim jarak tempuhnya mencapai 510 km, dan angka itu menjadi salah satu daya tarik utamanya di tengah perang harga mobil listrik murah di China.
Harga agresif, tetapi pasar China sudah padat
MG 4X dijual dengan strategi harga yang cukup menarik. Di China, model ini ditawarkan sekitar Rp 260 jutaan, dengan promo Rp 240 juta untuk pembeli kloter pertama dari harga normal sekitar Rp 260 jutaan.
Angka itu membuatnya tampak menggoda bagi konsumen yang mencari SUV listrik murah. Meski begitu, pasar China sudah dipenuhi banyak model BEV terjangkau, sehingga ruang geraknya tidak bisa dibilang longgar.
MG juga tampaknya melihat celah setelah S5 EV tidak lagi dijual di China sejak beberapa bulan lalu. Karena itu, 4X hadir untuk mengisi segmen SUV listrik kompak dengan banderol yang cukup agresif.
Peluang ke pasar lain masih kecil
Meski cukup menyita perhatian, peluang MG 4X masuk ke pasar lain terlihat belum besar. Salah satu alasannya, S5 EV sudah dijual secara global dan masih menjadi andalan baru MG di pasar SUV listrik, termasuk di Indonesia.
Saat ini, MG juga masih memiliki lini elektrifikasi lain seperti ZS EV, 4 EV, dan MG 5. Di sisi lain, VS HEV menjadi satu-satunya model hybrid yang masih tersedia di jajaran produknya.
Source: ridertua.com




