Kinerja Endrick bersama Olympique Lyon membuat perdebatan lama soal menit bermainnya di Real Madrid kembali mencuat. Di tengah produktivitas sang penyerang muda, Douglas Sousa merasa kesempatan yang semestinya didapat Endrick justru terlalu sering tertutup.
Sikap itu terlihat jelas dari kritik keras yang disampaikan ayah Endrick kepada Real Madrid. Sousa menilai anaknya membutuhkan panggung untuk bermain, bukan sekadar duduk di bangku cadangan sambil menunggu peluang yang tak kunjung datang.
Kritik keluarga terhadap cara Madrid memakai Endrick
Douglas Sousa menilai Real Madrid terlalu menahan ruang berkembang bagi Endrick. Menurutnya, pemain seusia putranya membutuhkan menit bermain yang nyata agar bisa tumbuh secara teknis, menemukan ritme pertandingan, dan membangun kepercayaan diri.
Sousa juga menyebut bahwa Endrick tidak berada di tempat yang tepat ketika hanya dijadikan pelapis. Ia bahkan menggambarkan situasi itu dengan kalimat yang menegaskan bahwa tempat bermain sang anak adalah lapangan, bukan bangku cadangan.
“Tempat bermain Endrick diambil. Tempat bermainnya itu adalah lapangan sepakbola dan yang dia inginkan hanya bermain di lapangan,” kata Sousa kepada ESPN Brasil.
Pernyataan tersebut memperlihatkan kekecewaan keluarga atas situasi yang dialami Endrick saat masih membela Real Madrid. Bagi Sousa, pemain muda tidak cukup hanya bekerja keras dalam latihan jika kesempatan tampil di pertandingan resmi sangat terbatas.
Persaingan di lini depan ikut menekan peluang
Kondisi Endrick di Real Madrid tidak lepas dari ketatnya persaingan di sektor depan. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi minimnya menit bermain sang pemain adalah kehadiran Kylian Mbappe.
Posisi penyerang tengah yang kerap ditempati Mbappe membuat Endrick lebih sering harus menerima peran cadangan. Dalam situasi seperti itu, peluang untuk menembus tim utama menjadi jauh lebih sulit, terutama di klub dengan deretan pemain bintang seperti Madrid.
Dari sudut pandang keluarga, persaingan memang bagian dari sepak bola elite. Namun, mereka menilai kompetisi yang terlalu ketat tidak seharusnya menutup kebutuhan dasar pemain muda untuk berkembang melalui menit bermain yang konsisten.
Lyon memberi ruang yang sempat hilang
Perubahan suasana langsung terlihat setelah Endrick dipinjamkan ke Olympique Lyon dari Real Madrid pada bursa transfer musim dingin Januari 2026. Di Prancis, ia justru tampil menonjol dan menunjukkan bahwa kualitasnya belum pudar.
Dalam 18 pertandingan di semua kompetisi, pemain berusia 19 tahun itu mencatat tujuh gol dan tujuh assist. Catatan tersebut menjadi sinyal bahwa kesempatan bermain yang stabil bisa langsung berdampak pada produktivitas seorang penyerang muda.
Performa itu juga menunjukkan bahwa Endrick lebih nyaman ketika dipercaya turun secara reguler. Bagi pemain muda, ritme pertandingan sering kali menjadi pembeda besar antara potensi yang terlihat di latihan dan kontribusi nyata di laga resmi.
Kebahagiaan Endrick ikut jadi sorotan
Selain soal teknis, Douglas Sousa juga menyoroti sisi mental sang anak. Ia menyebut Endrick menemukan kebahagiaan kembali setelah menjalani masa yang berat di Madrid dan mulai menikmati sepak bola di Lyon.
“Dia menemukan kebahagiaan di Lyon. Dia bahagia, seluruh keluarga bahagia. Kami cuma mau melihatnya bahagia,” ujar Sousa.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa keluarga menilai kenyamanan psikologis sama pentingnya dengan aspek permainan. Saat seorang pemain muda merasa dihargai dan mendapat kepercayaan, performa di lapangan biasanya ikut membaik.
Masa pinjaman belum menutup masa depan
Meski sedang bersinar di Lyon, Endrick tetap dijadwalkan kembali ke Real Madrid setelah masa pinjamannya selesai. Situasi tersebut membuat masa depannya masih terbuka lebar, apalagi performanya di Prancis memperlihatkan kapasitas yang belum sepenuhnya keluar saat masih berada di Spanyol.
Sejumlah klub besar Eropa juga dikabarkan mengikuti perkembangannya, termasuk Arsenal. Namun untuk saat ini, fokus Endrick tetap tertuju pada kesempatan bermain di Lyon, tempat ia kembali menemukan menit bermain yang selama ini dianggap hilang dari panggung Real Madrid.





