Gangguan pencernaan pada kuda bisa menjadi keadaan yang jauh lebih serius daripada yang terlihat pada awalnya. Salah satu alasannya adalah tubuh kuda tidak memiliki mekanisme muntah yang efektif untuk membuang isi lambung saat terjadi masalah.
Kondisi ini membuat tekanan di saluran cerna mudah berubah menjadi masalah lain seperti kolik atau kembung. Karena itu, tanda-tanda perut tidak nyaman pada kuda perlu dipantau sejak awal agar tidak terlambat ditangani.
Katup kerongkongan bekerja sangat ketat
Salah satu faktor utama ada pada sfingter esofagus bawah, yaitu katup di antara kerongkongan dan lambung. Pada kuda, katup ini menutup sangat kuat sehingga aliran dari lambung kembali ke atas hampir tidak mungkin terjadi.
Berbeda dari manusia, katup tersebut tidak mudah mengendur ketika tubuh mencoba mengeluarkan isi lambung. Akibatnya, makanan dan gas cenderung tertahan di dalam lambung dan tidak punya jalur balik yang bebas menuju mulut.
Letak lambung ikut membatasi gerakan naik
Selain katup, posisi lambung kuda juga berperan besar. Lambung berada lebih rendah dan cukup dalam di rongga tubuh, sehingga dorongan balik ke arah kerongkongan menjadi sulit terbentuk.
Susunan ini membuat tekanan dari dalam lambung tidak mudah mendorong isi kembali ke atas. Saat gas menumpuk, kuda justru lebih rentan merasakan tidak nyaman, termasuk kembung dan kolik.
Otot perut tidak membangun tekanan yang cukup
Proses muntah pada banyak mamalia memerlukan kerja sama otot perut, diafragma, dan refleks pencernaan. Pada kuda, kerja sama itu tidak berjalan efektif karena otot-otot perut tidak cukup kuat untuk menciptakan tekanan besar.
Artikel referensi juga menjelaskan bahwa refleks muntah pada kuda telah hilang secara evolusioner. Sistem pencernaan kuda lebih bergantung pada fermentasi di usus besar, bukan pada mekanisme lambung seperti pada hewan lain.
Risiko yang muncul jika kuda dipaksa muntah
Ketidakmampuan muntah pada kuda bukan sekadar keunikan anatomi, tetapi juga bentuk perlindungan. Jika tubuh kuda dipaksa muntah, tekanan yang muncul justru dapat merusak organ pencernaan dan memicu kondisi serius.
Dalam keadaan yang jarang, tekanan tersebut bisa menyebabkan lambung pecah atau esofagus robek. Dua kondisi itu disebut dapat berakibat fatal, sehingga tubuh kuda tidak menyediakan refleks muntah sebagai mekanisme alami untuk melindungi diri.
Tanda gangguan cerna perlu dipantau lebih cepat
Karena tidak bisa muntah, kuda membutuhkan pengamatan yang lebih sigap saat menunjukkan gejala perut bermasalah. Perut membesar, gelisah, atau tampak tidak nyaman perlu dianggap serius karena tubuh kuda tidak punya cara alami untuk mengeluarkan isi lambung.
Penanganan pada kuda tidak bisa disamakan dengan manusia. Artikel referensi menegaskan bahwa tindakan yang tepat harus melalui perawatan medis atau prosedur dokter hewan agar tekanan di saluran pencernaan tidak berkembang menjadi cedera yang lebih parah.
Keunikan ini memperlihatkan bahwa sistem pencernaan kuda memiliki batasan yang berbeda dari hewan lain. Karena itu, gangguan lambung dan usus pada kuda perlu dicermati sejak awal, terutama ketika tubuhnya mulai memberi tanda bahwa ada tekanan di dalam saluran cerna.
Source: www.idntimes.com