Memori Ponsel Murah Siap Melaju Lebih Cepat, Samsung Bersiap Tinggalkan LPDDR4

Perubahan besar sedang terjadi di pasar memori ponsel. Samsung dikabarkan mulai menghentikan penerimaan pesanan baru untuk LPDDR4 dan LPDDR4X, dua standar yang selama ini banyak dipakai di ponsel, tablet, hingga sebagian laptop.

Langkah itu membuat arah industri terlihat makin jelas menuju LPDDR5. Bagi pengguna ponsel murah, kondisi ini justru bisa menjadi kabar baik karena perangkat kelas terjangkau berpeluang mendapat memori yang lebih cepat dan lebih efisien tanpa harus melonjak jauh ke kelas harga yang lebih tinggi.

Samsung mulai menggeser fokus produksi

Laporan dari Korea yang dikutip The Elec menyebut Samsung sudah menutup pesanan baru untuk LPDDR4 dan LPDDR4X. Meski begitu, produksi untuk menyelesaikan pesanan yang sudah masuk masih tetap berjalan.

Kegiatan produksi itu disebut akan diteruskan sampai akhir tahun sebelum lini berikutnya diarahkan ke chip memori yang lebih baru. Pola ini menunjukkan bahwa Samsung memilih transisi bertahap, bukan penghentian mendadak.

LPDDR4 dan LPDDR4X masih dipakai luas

Dua jenis memori ini bukan teknologi baru. LPDDR4 dan LPDDR4X sudah hadir hampir satu dekade dan dipakai secara luas di berbagai perangkat.

Usianya yang panjang tidak membuat permintaan langsung hilang. Justru karena masih dibutuhkan, banyak produsen lebih dulu mengamankan pasokan agar produksi perangkat mereka tetap lancar.

Dampak paling terasa ada pada ponsel murah

Perubahan pasokan memori biasanya tidak langsung terlihat oleh pengguna. Namun, pada segmen entry-level dan menengah, dampaknya bisa cukup berarti karena kelas inilah yang paling sensitif terhadap biaya komponen.

Jika LPDDR4X makin sulit didapat dan industri bergerak lebih seragam ke LPDDR5, ponsel murah berpotensi ikut mendapat peningkatan performa memori. LPDDR5 disebut memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan efisiensi yang lebih baik dibanding LPDDR4X.

Pengalaman harian bisa ikut terasa lebih ringan

Peningkatan kecepatan memori bukan sekadar angka spesifikasi. Dalam penggunaan harian, efeknya bisa muncul saat membuka aplikasi, berpindah antar-menu, menjalankan banyak aplikasi sekaligus, dan menjaga konsumsi daya tetap lebih hemat.

Dari luar, perubahan ini mungkin tidak terlihat. Namun di dalam sistem, memori yang lebih cepat bisa membantu membuat respons ponsel terasa lebih stabil dan lebih ringan saat dipakai.

Produsen chip ikut menyesuaikan arah

Transisi ini juga memengaruhi produsen chip dan pembuat perangkat. Sebagian prosesor yang masih beredar tetap bergantung pada LPDDR4X, sehingga penyesuaian desain tidak bisa terjadi seketika.

Meski begitu, arah pengembangan chip yang lebih baru diperkirakan akan sepenuhnya mengarah ke LPDDR5. Artinya, ekosistem perangkat mobile bergerak ke standar yang lebih modern, walau prosesnya berlangsung bertahap.

Dalam masa seperti ini, satu model ponsel bisa saja punya karakter performa yang berbeda tergantung batch produksinya. Hal itu dapat terjadi bila sebagian unit masih memakai stok LPDDR4X yang sudah diamankan sebelumnya, sementara batch lain sudah beralih ke LPDDR5.

Pasar akan berjalan dalam fase campuran

Karena Samsung masih harus memenuhi pesanan lama dan produsen lain juga masih memanfaatkan stok yang lebih dulu disiapkan, perubahan di pasar tidak akan serentak. Kondisi itu membuat pasar kemungkinan memasuki fase campuran.

Sebagian perangkat masih akan memakai memori generasi lama, sementara model baru perlahan mengadopsi LPDDR5 secara lebih luas. Bagi pembeli ponsel murah, spesifikasi memori jadi semakin penting untuk diperhatikan karena bisa menjadi pembeda nyata dalam kecepatan, efisiensi, dan kenyamanan penggunaan harian.

Source: sammyguru.com

Baca Juga

Back to top button