Membaca Buku Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Kebiasaan Sederhana Ini Dapat Menjaga Otak dan Tidur

Kebiasaan membaca buku sering dianggap sekadar cara mengisi waktu atau mencari hiburan. Padahal, aktivitas ini punya kaitan dengan banyak aspek kesehatan, mulai dari ketenangan pikiran, kualitas tidur, hingga dukungan terhadap fungsi otak.

Yang menarik, manfaat membaca tidak berhenti pada perasaan rileks setelah menutup halaman terakhir. Sejumlah temuan menunjukkan bahwa kebiasaan ini juga berkaitan dengan umur yang lebih panjang dan risiko kematian yang lebih rendah.

Dampak pada otak dan daya tahan tubuh

Salah satu temuan yang paling banyak disorot datang dari penelitian Yale University School of Public Health. Studi pada 2016 itu menemukan bahwa membaca buku dapat menurunkan risiko kematian hingga 20 persen.

Penelitian yang sama juga menunjukkan bahwa orang yang membaca buku cenderung memiliki umur lebih panjang dibanding mereka yang lebih sering membaca majalah atau koran. Para peneliti menduga proses imajinasi yang aktif saat membaca ikut membantu otak tetap bekerja.

Ada juga temuan lain yang menyebut pembaca fiksi yang meluangkan setidaknya 30 menit setiap hari bisa menambah rata-rata dua tahun usia. Meski begitu, manfaat seperti ini tidak muncul dalam waktu singkat, melainkan lebih terkait dengan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Efek pada stres dan kondisi emosional

Selain berdampak pada sisi kognitif, membaca juga memberi ruang bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat sejenak dari tekanan harian. Saat seseorang larut dalam cerita, beban mental bisa terasa lebih ringan.

Beberapa studi menunjukkan membaca fiksi dapat memperbaiki suasana hati dan emosi. Aktivitas ini juga dikaitkan dengan rasa bahagia yang lebih kuat serta empati yang lebih baik.

Temuan lain yang dilaporkan pada 2022 menyebut membaca dapat meningkatkan mindfulness, optimisme, dan kebahagiaan. Di saat yang sama, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan penurunan depresi, kecemasan, dan emosi negatif.

Lebih efektif jika dilakukan sebelum tidur

Manfaat membaca menjadi lebih terasa ketika kebiasaan ini dilakukan menjelang waktu istirahat. Sejumlah penelitian menyebut membaca sebelum tidur dapat memperpanjang durasi tidur dan membantu meredakan insomnia.

Jenis media yang dipilih ikut memengaruhi hasilnya. Buku fisik lebih disarankan dibanding membaca lewat ponsel karena cahaya layar dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh tertidur.

Karena itu, membaca bisa menjadi bagian dari rutinitas malam yang sederhana namun berguna. Suasana yang tenang saat membaca juga membantu tubuh bersiap memasuki waktu tidur dengan lebih nyaman.

Kebiasaan sederhana dengan manfaat yang saling terkait

Jika dilihat dari berbagai temuan tersebut, membaca buku bekerja di beberapa sisi sekaligus. Aktivitas ini menjaga otak tetap aktif, memberi efek menenangkan pada emosi, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.

Kombinasi manfaat mental, kognitif, dan fisik membuat membaca layak dipertahankan sebagai kebiasaan sehat. Dengan dilakukan rutin, aktivitas yang tampak sederhana ini bisa menjadi cara praktis untuk membantu tubuh dan pikiran tetap seimbang.

Source: www.beautynesia.id
Exit mobile version