Melly Goeslaw Masih Bertenaga Di Java Jazz, Potret Hidupkan Lagi Nostalgia Lintas Generasi

Di tengah deretan penampil di myBCA International Java Jazz Festival 2026, Potret dan Melly Goeslaw justru menghadirkan salah satu set yang paling cepat membangun kedekatan dengan penonton. Lagu-lagu yang sudah akrab di telinga publik langsung memancing sorakan, sementara energi Melly yang kini berusia 52 tahun tetap terasa penuh di myBCA Hall pada hari kedua festival, Sabtu (30/5/2026).

Daya tarik penampilan itu tidak berhenti pada nostalgia semata. Komposisi penonton yang datang dari berbagai usia membuat suasana terasa lintas generasi, karena ada yang tumbuh bersama lagu Potret pada era 2000-an dan ada pula yang mengenal karya-karya itu lewat streaming serta media sosial.

Sejak awal set, respons penonton sudah terlihat jelas ketika Potret membuka dengan “Ingin Dicium” lalu berlanjut ke “Tentang Seseorang”. Banyak penonton ikut bernyanyi dari awal, dan alur itu membuat suasana di venue cepat terasa hidup.

Melly kemudian membawa “Bimbang” ke panggung dengan resonansi kuat, terutama karena lagu itu lekat dengan film “Ada Apa dengan Cinta?”. Setelahnya, “Bahagia” juga ikut menguatkan nuansa yang sama karena dikenal sebagai bagian dari soundtrack film tersebut.

Aransemen jazz memberi warna baru

Penampilan Potret tidak hanya mengandalkan lagu-lagu yang sudah populer. Sejumlah nomor dibungkus dengan sentuhan jazz yang lebih kuat sehingga memberi pengalaman dengar yang berbeda, tetapi tetap menjaga identitas lagu aslinya.

“Bunda” hadir dengan aransemen baru lewat permainan piano yang lebih ekspresif. Di sisi lain, “Gantung” tampil dengan nuansa yang lebih jazzy dan terasa segar bagi penonton yang menyimaknya langsung.

Ruang yang sama untuk semua personel

Panggung juga tidak hanya menjadi milik vokal Melly. Aksan Sjuman mendapat sorotan lewat permainan drum yang lincah, sementara Nikita Dompas menonjol melalui permainan gitar dengan improvisasi yang terasa kuat.

Pembagian peran ini membuat set Potret berjalan lebih dinamis. Kekompakan antarpersonel juga terlihat karena tiap musisi mendapat kesempatan memperlihatkan karakter musikalnya tanpa saling menutupi.

Candaan usia dan sambutan penonton

Di sela penampilan, Melly sempat menyelipkan candaan soal usianya. Ia menyebut dirinya 52 tahun sebelum membawakan “Mungkin” yang bernuansa lebih lambat, sambil berkelakar bahwa lagu cepat perlu diimbangi dengan lagu yang pelan.

Momen itu disambut sorakan meriah dari penonton. Setelah suasana kembali naik, Potret menutup set dengan rangkaian lagu seperti “Mak Comblang”, “Bagaikan Langit”, “Salah”, hingga “I Just Wanna Say I Love You”.

Apresiasi untuk venue baru

Melly juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran venue konser baru di NICE PIK 2. Ia menilai lokasi tersebut menjadi perkembangan positif bagi industri musik dan pertunjukan di Indonesia.

Ia turut menyinggung soal jarak yang lebih jauh menuju lokasi konser. Dalam komentarnya, Melly menekankan bahwa penonton seharusnya tetap datang untuk menyaksikan musisi Indonesia tampil, di mana pun panggungnya berada.

Dengan kombinasi lagu lama, aransemen jazz, dan interaksi panggung yang cair, set Potret menjadi salah satu sajian yang paling menonjol pada sore hari kedua festival. Seusai penampilan mereka, panggung kemudian berlanjut ke musisi lain seperti Wave to Earth dan Ella Mai.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version