Megawati Kembali Dipanggil, PBVSI Siapkan 17 Pemain Untuk Tiga Turnamen Voli Putri

Persiapan tim nasional voli putri Indonesia mulai diarahkan ke jadwal yang padat dan berlapis. PP PBVSI memanggil 17 pemain untuk menghadapi tiga ajang internasional yang menuntut kesiapan teknik, fisik, dan kekompakan dalam waktu yang berdekatan.

Pemanggilan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembentukan tim tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga pada penguatan struktur skuad. Seluruh pemain diminta bergabung di Padepokan Bolavoli Jendral Kunarto, Sentul, paling lambat 4 Mei 2026 agar program latihan bisa berjalan lebih awal dan tim punya cukup waktu untuk menyatu.

Tiga turnamen menunggu

Agenda terdekat yang sudah menanti adalah AVC Nation’s Cup for Women di Filipina pada 6-9 Juni 2026. Setelah itu, tim putri Indonesia akan melanjutkan kiprah di 6th SEA V League for Women yang berlangsung di Vietnam pada 31 Juli-2 Agustus 2026, lalu berlanjut ke Thailand pada 7-9 Agustus 2026.

PBVSI juga menempatkan AVC Continental Cup for Women di Tianjin pada 21-30 Agustus 2026 sebagai bagian penting dari rangkaian tugas tim. Tiga ajang ini menjadi ujian berjenjang yang akan memperlihatkan sejauh mana konsistensi permainan bisa dijaga dalam rentang kompetisi yang rapat.

Megawati kembali masuk daftar

Salah satu nama yang paling menyita perhatian dalam daftar panggilan adalah Megawati Hangestri Pertiwi. Kehadirannya diproyeksikan menambah daya dobrak tim nasional, terutama saat menghadapi lawan-lawan dari level regional hingga kontinental.

PBVSI tetap melibatkan pemain yang sudah familiar dengan atmosfer tim nasional, seperti Medi Yoku, Tisya Amalia, dan Maradanti Namira. Komposisi ini memberi gambaran bahwa pemilihan pemain tidak semata bertumpu pada popularitas, melainkan juga pada kebutuhan posisi dan kebiasaan bermain bersama dalam sistem tim.

Di saat yang sama, PBVSI juga membuka pintu bagi pemain baru untuk naik ke level senior. Shindy Sasgia Dwi Yuniar dari Jawa Tengah menjadi nama baru dalam daftar, menandakan ada upaya regenerasi di tengah target yang menuntut kesiapan cepat.

Pembagian pemain per posisi

Susunan 17 pemain itu dibuat untuk menutup kebutuhan di seluruh lini permainan. PBVSI membagi mereka ke dalam posisi yang jelas, mulai dari pengatur serangan hingga penutup pertahanan.

Berikut komposisi pemain yang dipanggil:

  1. Setter: Arneta Putri Amelian dari Jawa Timur dan Tisya Amallya Putri dari Jawa Barat.
  2. Libero: Indah Guretno Margiani dari Jawa Timur dan Fajriahni Ema Herawati dari DKI Jakarta.
  3. Opposite: Syelomitha Afrilaviza W dari Jawa Barat, Khanza Putri Yansi Ganestri dari Jawa Timur, Arsela Nuari Purnama dari DKI Jakarta, dan Megawati Hangestri Pertiwi dari Jawa Timur.
  4. Middle blocker: Chelsa Berliana Nurtomo dari DKI Jakarta, Maradanti Namira Tegariani dari DI Yogyakarta, Geofanny Eka Cahyaningtyas dari Jawa Timur, dan Shindy Sasgia Dwi Yuniar dari Jawa Tengah.
  5. Outside hitter: Mediol Stiovanny Yoku dari Jawa Timur, Ersandrina Devega S dari Jawa Tengah, Salsabila Dara Putri dari Jawa Barat, Tina Syifa Sabila Salim dari Jawa Barat, dan Putri Nur Agustin dari Jawa Timur.

Tim pendukung ikut disiapkan

Selain pemain, PBVSI juga menyusun jajaran pendukung untuk memastikan program tim berjalan lebih lengkap. Marcos Sugiyama ditunjuk sebagai kepala pelatih, dengan Pedro B Lilipaly dan Angga Hasan Mubarok sebagai asisten pelatih.

Bobby Ade Setiawan dari Jawa Timur dipercaya sebagai trainer, sementara Lourina Henriette menangani pelatih fisik. Bangun Suradesa mengisi peran VIS atau analis data, lalu Indraswari bertugas sebagai fisioterapis dan Lintang Putri Prames sebagai masseur.

Susunan ini memperlihatkan bahwa tim putri Indonesia dipersiapkan dengan pendekatan menyeluruh. PBVSI tidak hanya menata skuad pemain, tetapi juga memastikan dukungan taktik, fisik, analisis permainan, dan pemulihan tersedia sebelum tiga turnamen internasional mulai digelar.

Source: www.beritasatu.com
Exit mobile version