Mazda Menagih Sejarah Luce, Ferrari Terancam Kehilangan Nama EV Barunya

Mazda memilih cara yang tenang, tetapi pesannya jelas: nama Luce sudah lebih dulu menjadi bagian dari sejarah mereka. Di tengah klaim Ferrari atas nama itu untuk mobil listrik barunya, Mazda justru mengingatkan bahwa identitas Luce tidak lahir kemarin, melainkan punya jejak panjang yang masih terasa sampai sekarang.

Sengketa ini menarik karena bukan hanya soal hak pakai nama, melainkan soal siapa yang lebih dulu membangun makna di baliknya. Ferrari memang disebut memegang klaim global atas nama tersebut untuk EV baru mereka, tetapi Mazda masih mempertahankan klaim atas Luce di Jepang, sehingga label mobil Italia itu berpotensi harus berubah.

Luce punya tempat penting di tubuh Mazda

Bagi Mazda, Luce bukan sekadar nama model lama yang tersimpan di arsip. Mobil ini menjadi langkah awal Mazda memasuki segmen executive car, lalu naik status menjadi flagship mereka dari 1966 hingga 1991 melalui lima generasi.

Posisi itu membuat Luce punya bobot emosional dan strategis. Dalam perjalanan Mazda, model tersebut dipandang sebagai salah satu mobil yang ikut membentuk arah merek sebagai pabrikan yang inovatif dan berani.

Karena itulah Mazda tidak membiarkan nama itu tenggelam begitu saja. Saat Ferrari mulai ramai dikaitkan dengan nama Luce, Mazda menanggapi dengan sentuhan ringan di media sosial.

Sindiran halus lewat media sosial

Mazda menampilkan foto executive sedan pertamanya dan menambahkan keterangan singkat, “Did anyone say Luce?”. Setelah itu, perusahaan juga merilis komik pendek yang menyorot kaitan desain Italia dalam sejarahnya.

Langkah itu terasa santai, tetapi sarat pesan. Mazda seolah ingin menunjukkan bahwa ketika orang membicarakan Luce, ada riwayat panjang yang tidak bisa dipisahkan dari merek Jepang tersebut.

Akar Italia yang membentuk Luce

Hubungan Mazda dengan desain Italia sebenarnya sudah terjalin sejak lama. Pada 1960, Hieyuki Miyakawa dan Marisa Bassano bertemu di Turin Motor Show, lalu pertemuan itu berkembang menjadi pernikahan dan ikut membuka jalan kerja sama antara Bertone dan Mazda.

Dari situ, Tsuneji Matsuda yang saat itu memimpin Mazda dipertemukan dengan Giorgetto Giugiaro, desainer muda yang bekerja untuk Bertone. Kolaborasi mereka melahirkan dua model yang memadukan filosofi desain Jepang dan Italia, yakni Familia pada 1963 dan Luce tiga tahun kemudian pada 1966.

Giugiaro juga masih terlibat lewat Luce Rotary Coupe pada 1969. Pengaruh Eropa kemudian terus terasa pada model lain seperti Carol kei car dan Cosmo sports coupe.

Alasan Mazda merasa punya dasar kuat

Mazda menilai urutan waktunya sangat penting. Luce hadir jauh sebelum Ferrari menggunakan nama yang sama, sehingga dari sudut pandang Mazda, klaim pihak Italia terlihat lemah jika menyangkut identitas yang sudah lama melekat pada mobil Jepang itu.

Karakter desain Luce juga membuat namanya mudah diingat. Sedan ini punya nuansa yang sekilas mengingatkan pada Fiat, Alfa Romeo, atau Lancia, dengan lampu dan gril dalam satu rumah, kap mesin panjang, serta kaca kabin tinggi yang memberi rasa seperti sedan Italia era 1960-an.

Ada pula detail lain yang memberi warna berbeda. Lekukan pada kaca belakang mengingatkan pada sentuhan pabrikan Jerman asal Munich, sementara buritannya tampil sederhana dengan lampu belakang yang bersih.

Mazda bahkan pernah menawarkan versi wagon yang disebut tidak kalah menarik dari sedan. Namun, perhatian paling besar justru tertuju pada Rotary Coupe yang tampil lebih rendah dan lebih ramping.

Rotary Coupe menjadi wajah yang paling mudah diingat

Berbeda dengan sedan yang lebih praktis, Rotary Coupe membawa karakter yang lebih elegan. Pintu tanpa pilar membuat tampilan sampingnya mengalir tanpa putus, sementara bentuk bodinya terasa lebih bersih dan ringan.

Mobil ini kerap dibandingkan dengan Lancia 2000 Coupe dan Beta Coupe dari sisi nuansa. Meski begitu, Mazda menekankan bahwa model mereka sudah hadir lebih dulu dan tidak dibebani ornamen berlebihan yang mengganggu bentuk utamanya.

Di Amerika, Luce memang sempat hadir, tetapi memakai nama 1800 dan dijual dalam jumlah sangat terbatas. Versi ekspornya kemudian dikenal sebagai 929, sehingga jejak nama Luce di pasar luar Jepang tidak sekuat di negara asalnya.

Karena itu, perselisihan dengan Ferrari kali ini tidak berhenti pada urusan label semata. Mazda tampaknya ingin memastikan bahwa nama Luce tetap diingat sebagai bagian dari sejarahnya sendiri, bukan hanya milik mobil listrik baru dari Italia.

Exit mobile version