Crystal Palace tampaknya harus bersiap kehilangan Jean-Philippe Mateta pada bursa transfer mendatang. Setelah performanya kembali menanjak, penyerang asal Prancis itu justru semakin dekat dengan pintu keluar dan Serie A kembali muncul sebagai tujuan yang paling masuk akal.
Nama AC Milan masih berada di posisi terdepan dalam perburuan tersebut. Nottingham Forest memang ikut memantau, tetapi minat yang paling serius sejauh ini tetap datang dari Rossoneri.
Situasi ini berkembang setelah masa depan Mateta di Selhurst Park mulai dipertanyakan. Ia dikabarkan tidak berniat memperpanjang kontrak, sehingga musim panas bisa menjadi momen penting bagi semua pihak yang terlibat.
Milan belum selesai mengejar
Ketertarikan Milan pada Mateta sebenarnya bukan kabar baru. Pada Januari lalu, peluang kepindahan itu sempat sangat dekat karena nilai transfer 30 juta poundsterling sudah mengarah ke San Siro.
Namun rencana tersebut runtuh pada hari terakhir bursa. Mateta gagal melewati tes medis terkait cedera lutut, sehingga transfer batal dan Milan harus mengubah rencana dalam waktu singkat.
Situasi itu juga memunculkan kebingungan di internal klub. Gianluca Di Marzio menyebut manajemen Milan sempat lebih dulu mengatakan kepada direktur olahraga Igli Tare bahwa klub tidak memiliki dana.
Perubahan keputusan yang memicu ketegangan
Di tengah kebuntuan itu, Milan memilih meminjam Niclas Fullkrug dari West Ham United. Tetapi menjelang penutupan bursa, dana 35 juta euro disebut tiba-tiba tersedia untuk kembali mengejar Mateta.
Pergantian sikap tersebut menimbulkan ketegangan karena prosesnya dianggap tidak berjalan dengan koordinasi yang jelas. Meski transfer itu gagal, minat Milan tidak benar-benar hilang dan kini kembali menjadi opsi paling serius.
Nicolo Schira melalui SempreMilan menyebut ketertarikan Milan masih bertahan. Ia menilai Mateta tampak siap meninggalkan Crystal Palace setelah Piala Dunia, dan Rossoneri tetap berada di dalam persaingan.
Kebangkitan yang mengubah situasi
Di lapangan, Mateta justru merespons kegagalan transfer itu dengan performa yang lebih kuat. Ia mencetak 15 gol musim ini dan membantu Crystal Palace mencapai final Conference League melawan Rayo Vallecano pada Rabu, 27 Mei 2026.
Performa tersebut ikut mengangkat nilai jualnya dan membuat namanya kembali masuk radar internasional. Kebangkitan ini menjadi kontras dengan masa sulit yang sempat ia hadapi saat masa depannya di Palace dipertanyakan.
Setelah debut pada Oktober 2025, Mateta juga mendapat panggilan ke skuad tim nasional Prancis untuk Piala Dunia. Panggilan itu menjadi lompatan besar bagi pemain yang sebelumnya berada dalam tekanan berat di level klub.
Mateta mengakui periode setelah batal pindah ke Milan bukan masa yang mudah. Saat itu ia juga harus bersaing dengan penyerang baru Jorgen Strand Larsen setelah memilih tidak menjalani operasi lutut.
Palace menyiapkan kemungkinan terburuk
Crystal Palace sendiri dilaporkan siap mempertimbangkan tawaran yang masuk pada bursa transfer mendatang. Artinya, kepergian Mateta benar-benar terbuka jika ada proposal yang sesuai.
Klub London itu juga sudah memiliki opsi lain untuk lini depan. Palace dapat mempermanenkan status pemain pinjaman Evan Guessand dari Aston Villa apabila Mateta benar-benar hengkang.
Bagi Mateta, pemulihan kebugaran pada bulan Maret lalu menjadi titik balik penting. Setelah itu produktivitas golnya kembali konsisten dan rasa percaya dirinya ikut pulih, sementara masa depannya di Palace tetap terbuka lebar.
Source: www.pojokpapua.id




