Mata Besar Boops Boops, Petunjuk Penting Tentang Mikroplastik Di Laut Mediterania

Di antara ikan-ikan kecil yang hidup dekat pesisir, Boops boops punya peran yang jauh lebih besar dari ukurannya. Spesies ini kini dipandang sebagai salah satu penanda penting untuk membaca seberapa jauh mikroplastik telah mencemari Laut Mediterania.

Alasan utamanya ada pada cara ikan ini makan. Saat bergerak di perairan, Boops boops kerap menelan partikel plastik berukuran sangat kecil bersama makanan alami yang melintas di depannya, sehingga isi perutnya dapat digunakan untuk melihat sejauh mana limbah plastik sudah masuk ke rantai makanan laut.

Jejak mikroplastik dari isi perut ikan

Kebiasaan makan Boops boops membuatnya menarik bagi para ilmuwan. Partikel plastik yang terbawa arus dan mengapung di perairan bisa ikut tertelan tanpa banyak penyaringan, lalu meninggalkan jejak yang dapat dianalisis dari sistem pencernaannya.

Dari hasil pengamatan seperti itu, para peneliti dapat membaca kondisi pencemaran perairan secara lebih luas. Karena spesies ini tersebar di banyak wilayah pesisir dan hidup di berbagai lapisan air, temuan pada tubuhnya sering dianggap mewakili gambaran umum tentang kebersihan laut setempat.

Sebaran luas di wilayah pesisir

Boops boops hidup di wilayah yang sangat luas, mulai dari pesisir Eropa, Afrika, Azores, dan Canary. Sebarannya membentang dari Norwegia di utara hingga Angola di selatan, termasuk seluruh Laut Mediterania dan Laut Hitam.

Ikan ini cenderung menghindari perairan payau seperti Laut Baltik karena tingkat salinitasnya tidak sesuai. Dalam keseharian, Boops boops hidup sebagai pemakan demersal dan semi-pelagis pada kedalaman rata-rata sekitar 100 meter, meski dalam beberapa pengamatan bisa turun hingga 350 meter.

Sebaran yang merata di sepanjang garis pantai membuat ikan ini mudah dijumpai nelayan komersial di banyak negara pesisir. Kondisi itu juga memperkuat posisinya sebagai spesies yang relevan untuk pemantauan lingkungan laut.

Pola makan yang serba cepat

Di alam liar, Boops boops tidak memilih makanan secara rumit. Spesies ini memakan rumput laut, krustasea, dan berbagai jenis plankton yang muncul dalam kelompok besar ke permukaan pada malam hari.

Pergerakan vertikal itu membantu ikan ini mencari nutrisi di lapisan air yang lebih hangat. Saat makan, Boops boops cenderung melahap apa saja yang melintas di depannya, sebuah kebiasaan yang ikut menjelaskan mengapa partikel mikroplastik mudah masuk ke tubuhnya.

Ukuran tubuhnya bisa mencapai 36 cm, meski rata-rata individu di alam liar hanya sekitar 20 cm. Kebiasaan makan yang intens membantu spesies ini bertahan di tengah persaingan dengan ikan pelagis lain di habitat yang sama.

Ciri fisik dan asal nama

Nama Boops boops berasal dari bahasa Yunani, boops, yang berarti “mata sapi”. Sebutan itu merujuk pada mata ikan yang besar dan tampak menonjol dari kepala.

Ciri tersebut membantu ikan ini mendeteksi predator dan mencari mangsa, terutama di perairan dengan cahaya terbatas. Di berbagai bahasa, nama umum ikan ini juga sering dikaitkan dengan bentuk matanya yang mencolok.

Nilai ekonomi di pasar ikan

Selain penting bagi kajian lingkungan, Boops boops juga memiliki nilai dalam industri perikanan komersial. Puluhan ribu ton hasil tangkapan tercatat setiap tahun, dan Komisi Eropa membaginya ke dalam tiga kategori ukuran berdasarkan jumlah ekor per kilogram.

Sebagian besar tangkapan dijual sebagai ikan segar untuk konsumsi manusia atau diolah untuk kebutuhan industri lain. Dagingnya dinilai enak jika segera dibersihkan dan dimasak segar dengan cara goreng, panggang, atau bakar.

Kualitas rasa akan turun bila ikan disimpan terlalu lama tanpa penanganan yang tepat karena pengaruh flora ususnya. Selain untuk konsumsi, sebagian tangkapan juga diolah menjadi tepung ikan atau dipakai sebagai umpan dalam penangkapan tuna.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button