Masa Inkubasi Hantavirus Bisa Capai 6-8 Minggu, WHO Minta Negara Tak Kendur Awasi Kasus Baru

Pola penanganan kasus hantavirus di berbagai negara kini menjadi sorotan, terutama setelah evakuasi penumpang dan awak kapal MV Hondius dari Kepulauan Canary, Spanyol. Di tengah proses itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO meminta setiap negara tidak menganggap situasi sudah aman sepenuhnya.

Kewaspadaan itu muncul karena hantavirus memiliki masa inkubasi yang panjang. Artinya, gejala dapat muncul jauh setelah paparan terjadi, sehingga perkembangan kasus belum bisa dibaca secara cepat.

WHO menegaskan bahwa risiko kesehatan masyarakat global saat ini masih rendah. Lembaga itu juga tidak melihat situasi ini sebagai gambaran awal pandemi Covid-19, karena kondisi yang dihadapi dinilai berbeda.

Namun, rendahnya risiko tidak berarti pengawasan bisa dikendurkan. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan masih ada peluang kasus baru terdeteksi dalam beberapa minggu ke depan.

Pemantauan ketat masih diperlukan

Hingga saat ini, WHO telah mengonfirmasi sembilan kasus varian Andes dari hantavirus. Data itu menjadi dasar bagi lembaga kesehatan dunia untuk meminta negara-negara tetap menyiapkan respons kesehatan masyarakat yang memadai.

Tedros menyampaikan peringatan tersebut dalam konferensi pers di Madrid. Ia menekankan bahwa negara-negara perlu mengikuti pedoman yang sudah disampaikan agar potensi penyebaran tidak berkembang lebih luas.

Salah satu pedoman yang ditekankan adalah karantina selama 42 hari. Selain itu, kontak berisiko tinggi juga diminta terus dipantau secara berkelanjutan.

Kasus MV Hondius jadi pusat perhatian

Perhatian terbesar saat ini tertuju pada para penumpang dan awak kapal MV Hondius. Lebih dari 120 orang dilaporkan telah diterbangkan pada hari Minggu dan Senin setelah dievakuasi dari kapal tersebut.

Sejumlah negara kemudian mengambil langkah kesehatan yang berbeda terhadap warganya masing-masing. WHO menilai setiap negara memegang tanggung jawab setelah proses evakuasi selesai.

Tedros berharap pemerintah memberi perawatan yang diperlukan kepada pasien dan penumpang, sekaligus melindungi masyarakat luas di negara mereka. Ia juga menilai tanggung jawab itu tidak berhenti pada saat penumpang meninggalkan kapal.

Masa inkubasi memberi ruang munculnya kasus baru

Alasan utama WHO tetap waspada adalah karakter hantavirus itu sendiri. Tedros menjelaskan bahwa masa inkubasi virus ini berada di kisaran 6-8 minggu.

Karena itu, gejala tidak selalu muncul segera setelah seseorang terpapar. WHO menyebut kasus pertama di kapal itu terdeteksi pada 2 Mei, sementara interaksi di atas kapal sudah terjadi sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat otoritas kesehatan memperkirakan masih ada penumpang lain yang mungkin terpapar sebelum langkah pencegahan diterapkan. Dengan pola seperti itu, kemunculan kasus tambahan masih dianggap mungkin terjadi.

Spanyol melaporkan satu kasus positif

Spanyol menjadi salah satu negara yang langsung bergerak mengevakuasi warganya dari kapal itu. Kementerian Kesehatan Spanyol menyebut satu dari 14 warga Spanyol yang dikarantina di rumah sakit militer telah dinyatakan positif hantavirus dan menunjukkan gejala.

Pasien tersebut mengalami demam ringan dan gejala pernapasan ringan, tetapi kondisinya kini stabil. Kementerian juga menjelaskan bahwa pasien itu sebelumnya sempat dinyatakan positif sementara sebelum hasilnya dikonfirmasi.

Situasi sempat memicu ketegangan antarnegara

Kasus MV Hondius juga memunculkan tantangan diplomatik. Sejumlah negara harus bernegosiasi mengenai siapa yang akan menerima dan menangani para penumpang yang dievakuasi.

Cape Verde sempat menolak kapal itu berlabuh saat evakuasi pertama. Setelah itu, Spanyol mengizinkan kapal berlabuh di lepas pantai Kepulauan Canary untuk proses evakuasi penumpang dan awak.

Pemerintah daerah Cape Verde menentang langkah tersebut. Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela kebijakan pemerintahnya dengan menekankan pentingnya solidaritas antarnegara.

Di tengah perbedaan sikap itu, perhatian utama tetap tertuju pada pemantauan kasus, penelusuran kontak, dan karantina sesuai pedoman WHO. Langkah-langkah tersebut dinilai penting agar potensi penyebaran hantavirus tetap terkendali selama masa inkubasi masih membuka ruang munculnya kasus baru.

Source: lifestyle.bisnis.com
Exit mobile version