Mahalini Buka Alasan Di Balik Pelafalan Yang Tak Terlalu Tegas, Emosi Tetap Jadi Prioritas

Sorotan terhadap artikulasi Mahalini kembali mencuat setelah lagu terbarunya, “Seketika”, ramai dibicarakan. Di tengah komentar netizen yang menilai liriknya terdengar kurang jelas, Mahalini memilih memberi penjelasan langsung soal keputusan vokal yang ia ambil.

Bagi Mahalini, cara bernyanyi bukan hanya soal pengucapan kata yang rapi. Ia menegaskan bahwa emosi dan nuansa lagu tetap harus menjadi prioritas agar pesan lagu bisa sampai ke pendengar.

Melalui kolom komentar di akun TikTok miliknya, Mahalini menjelaskan bahwa ia memang tidak terlalu menyukai pelafalan yang dibuat setegas mungkin saat rekaman. Menurut pelantun “Sial” itu, jika setiap kata ditekan terlalu jelas, rasa lagu justru bisa berkurang.

Ia bahkan menulis bahwa saat recording, ia tidak suka pelafalan yang sejelas mungkin karena menurutnya rasa lagu tidak akan tersampaikan jika kosakatanya dibawakan terlalu tegas. Dari penjelasan itu, terlihat bahwa Mahalini memandang proses bernyanyi sebagai upaya menyampaikan suasana, bukan sekadar memperjelas setiap suku kata.

Alasan teknis di balik pilihan vokal

Selain soal emosi, Mahalini juga menyinggung teknik menyambungkan kata ketika bernyanyi. Ia menilai cara ini membuat pengucapan terdengar lebih natural, terutama untuk lagu berbahasa Inggris atau lagu dengan nuansa upbeat.

Menurutnya, penyambungan kata membantu agar pelafalan tidak terdengar terlalu kental dan campur aduk. Ia juga menyebut hal itu dilakukan supaya cara bernyanyinya tidak terdengar terlalu “Indo-English” saat dibawakan.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa keputusan vokal Mahalini tidak muncul tanpa pertimbangan. Ia tampak berusaha menjaga karakter suara sekaligus mempertahankan estetika lagu sesuai gaya bermusiknya.

Kritik yang bukan pertama kali muncul

Perdebatan soal artikulasi sebenarnya sudah beberapa kali mengiringi penampilan Mahalini. Gaya bernyanyinya yang cenderung menyambung kata atau slurring juga pernah memicu diskusi di kalangan penggemar.

Meski begitu, Mahalini terlihat konsisten dengan ciri vokalnya. Ia menilai pendekatan itu lebih cocok untuk lagu-lagu yang menonjolkan emosi dan membuat suaranya tetap nyaman dibawakan.

Respons Mahalini kemudian mendapat apresiasi dari sebagian penggemar yang memahami adanya pertimbangan teknis di balik pilihan tersebut. Perbincangan ini juga memperlihatkan bahwa dalam bernyanyi, kejelasan lirik tidak selalu menjadi satu-satunya ukuran yang dinilai penting.

Source: www.suara.com
Exit mobile version