Dari semua hal yang membuat Surface Laptop Ultra menarik, kemampuan grafisnya justru menjadi pembeda paling keras. Laptop ini membawa GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan 6144 CUDA cores, sesuatu yang langsung membuka pintu ke aplikasi berbasis CUDA dan sekaligus membuat posisinya jauh lebih nyaman untuk skenario gaming modern.
Itulah alasan mengapa perangkat ini mulai terlihat bukan sekadar lawan MacBook Pro M5 Pro di kelas kerja premium, tetapi juga kandidat yang lebih fleksibel untuk pengguna yang ingin satu laptop untuk produktivitas dan hiburan. Di sisi lain, MacBook Pro tetap memegang reputasi kuat sebagai mesin kerja, terutama ketika tolok ukurnya adalah performa CPU mentah.
Dua arah ARM yang berbeda
Keduanya sama-sama berada di jalur ARM, tetapi pendekatan yang dipilih sangat berbeda. Microsoft memadukan CPU ARM dengan GPU NVIDIA Blackwell RTX, sedangkan Apple tetap bertumpu pada efisiensi dan performa CPU terintegrasi lewat M5 Pro.
Perbedaan pendekatan itu membuat persaingan keduanya tidak sesederhana melihat angka benchmark. Surface Laptop Ultra belum resmi dirilis, sehingga beberapa detail penting seperti kapasitas baterai, dimensi, bobot, dan harga masih belum diumumkan.
Layar Surface tampil lebih besar
Salah satu bekal awal Surface Laptop Ultra ada pada panel 15 inci PixelSense Ultra mini-LED touchscreen. Layarnya memakai resolusi 2880×1920, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 2000 nits.
MacBook Pro yang dibandingkan membawa layar 14,2 inci Liquid Retina XDR mini-LED. Panel tersebut memiliki resolusi 3024×1964, rasio 16:10, refresh rate 120Hz, dan peak brightness HDR 1600 nits.
Secara ukuran, panel Surface lebih besar. Di atas kertas, kecerahan puncak HDR-nya juga lebih tinggi daripada MacBook Pro.
Benchmark masih berpihak pada Apple
Pada sisi CPU, MacBook Pro dengan Apple M5 Pro masih memegang keunggulan. Chip ini menggunakan 18-core CPU, sementara Surface Laptop Ultra dibekali NVIDIA RTX Spark 20-core ARM CPU.
Hasil Geekbench 6 menunjukkan jarak yang cukup jelas. Di single-core, RTX Spark mencatat 3123, sedangkan M5 Pro mencapai 4295.
Perbedaan itu semakin lebar di multi-core. RTX Spark meraih 19708, sementara M5 Pro mencatat 29256.
Pengujian Clang code compilation juga masih mengarah ke hasil yang sama. RTX Spark memperoleh 43149, sedangkan M5 Pro berada di 55165.
Jika dihitung dari angka tersebut, M5 Pro unggul 37,5 persen pada single-core dan 48,4 persen pada multi-core Geekbench 6. Pada Clang code compilation, chip Apple itu juga mencatat skor 27,8 persen lebih tinggi.
Bukan hanya soal kerja, Surface punya nilai tambah untuk pengguna tertentu
Meski tertinggal dalam performa CPU, Surface Laptop Ultra punya keunggulan yang tidak dimiliki MacBook Pro. Kehadiran GPU NVIDIA Blackwell RTX membuat laptop ini bisa menjalankan aplikasi berbasis CUDA, sementara ekosistem itu tidak tersedia di MacBook Pro.
Bagi sebagian pengguna profesional, aspek itu bisa lebih penting daripada selisih benchmark CPU. Kebutuhan komputasi GPU NVIDIA memang tidak selalu relevan untuk semua orang, tetapi bagi yang bergantung padanya, Surface langsung punya alasan kuat.
Di gaming, posisi Surface juga terlihat lebih meyakinkan. MacBook Pro bukan perangkat yang dikenal kuat dalam kompatibilitas game, sedangkan Surface datang dengan fondasi grafis yang lebih cocok untuk beban seperti itu.
NVIDIA bahkan mendemonstrasikan RTX Spark menjalankan Forza Horizon 6 pada 1440p 100 fps dengan ray tracing dan DLSS aktif. Demo tersebut membuat Surface Laptop Ultra tampak lebih masuk akal untuk pengguna yang ingin laptop kerja premium sekaligus mesin bermain.
Memori, penyimpanan, dan bodi
Surface Laptop Ultra mendukung memori hingga 128GB LPDDR5X. MacBook Pro dalam konfigurasi ini menawarkan 64GB LPDDR5 unified memory.
Di sisi penyimpanan, Surface hadir dengan 1TB PCIe Gen 4 SSD yang bisa di-upgrade dan diganti. MacBook Pro mendukung hingga 8TB PCIe Gen 4 unified SSD, tetapi penyimpanannya bersifat soldered.
Keduanya sama-sama memakai bahan aluminium hasil pemrosesan CNC. Surface menggunakan anodized aluminum chassis, sedangkan MacBook Pro hadir dengan aluminium unibody enclosure.
Keduanya juga digambarkan punya daya tahan tinggi dan minim chassis flex. Meski begitu, perbandingan portabilitas belum bisa dipastikan sepenuhnya karena ukuran dan bobot Surface Laptop Ultra belum diumumkan.
MacBook Pro tetap terasa lebih ringkas karena memakai layar 14,2 inci. Surface disebut cukup tipis dan ringan, tetapi belum ada angka resmi yang bisa dipakai untuk menilai selisihnya secara objektif.
Harga masih menjadi tanda tanya
Satu hal yang belum diungkap Microsoft adalah harga resmi Surface Laptop Ultra. Tanpa banderol tersebut, penilaian mengenai value for money masih belum bisa dilakukan dengan lengkap.
Sebaliknya, MacBook Pro dengan M5 Pro sudah dibuka mulai 2,199 dolar AS. Selama harga Surface belum muncul, duel keduanya akan terus ditentukan oleh keseimbangan antara performa CPU, kemampuan grafis, layar, dan fleksibilitas penggunaan.
Source: tech.sportskeeda.com




