MacBook Pro M5 Lebih Hemat, Respons Harian Cepat Dan Baterai Tahan Lama

Bagi banyak pengguna, pertanyaan utamanya bukan lagi sekadar memilih MacBook yang paling bertenaga, tetapi mana yang paling masuk akal untuk dipakai setiap hari. Dari dua model yang dibandingkan, MacBook Pro M5 justru tampil sebagai opsi yang lebih hemat karena dijual Rp27 juta di iBox, sementara MacBook Pro M4 Pro berada di Rp33 juta.

Selisih harga itu membuat M5 terlihat lebih menarik untuk pengguna yang lebih sering bekerja di mobilitas dan membutuhkan laptop yang responsif. Di sisi lain, M4 Pro tetap memegang posisi kuat ketika pekerjaan menuntut tenaga besar, konektivitas lebih siap, dan stabilitas untuk beban kerja berat.

Lebih irit di daya, lebih gesit saat dipakai harian

Kelebihan paling terasa dari MacBook Pro M5 ada pada efisiensi baterai. Dalam pengujian ekstrem selama tiga jam tanpa sambungan listrik, perangkat ini masih menyisakan baterai 34 persen, jauh di atas M4 Pro yang tinggal 9 persen.

Hasil itu menunjukkan bahwa M5 lebih nyaman dipakai untuk aktivitas panjang tanpa sering mencari colokan. Pada penggunaan harian, cip ini juga mencatat hasil single core tertinggi, sehingga terasa cepat saat membuka aplikasi ringan dan menjelajah web.

Saat beban naik, M4 Pro mulai menjauh

Situasinya berubah ketika pekerjaan membutuhkan tenaga komputasi yang lebih besar. Pada tes multi core, M4 Pro unggul jauh karena didukung RAM 24 GB dan jumlah performance core yang dua kali lebih banyak.

Keunggulan tersebut membuatnya lebih cocok untuk pekerjaan yang menuntut performa stabil dalam waktu lama. Di bidang pemrograman, M4 Pro juga menyelesaikan kompilasi kode lebih cepat dibandingkan M5.

Penyimpanan dan port ikut memengaruhi pengalaman kerja

Dari sisi konektivitas, M4 Pro punya nilai tambah karena sudah membawa Thunderbolt 5. Port ini membantu pengguna yang sering memindahkan file besar lewat SSD eksternal.

M5 membalas lewat penyimpanan internal yang lebih kencang. Kecepatan baca dan tulis SSD bawaan pada model ini disebut jauh lebih cepat, sehingga file terasa lebih ringan saat dibuka dan pekerjaan harian berjalan lebih lincah.

Desain, foto, video, dan audio punya pemenang berbeda

Untuk pekerjaan desain web, kedua laptop berjalan nyaris seimbang. Waktu render desain pada keduanya selesai dalam durasi yang sama, sehingga tidak ada jarak yang menonjol di skenario ini.

Pada pemrosesan foto, M4 Pro lebih unggul ketika harus mengekspor ratusan foto beresolusi tinggi secara massal. Kondisi itu membuatnya lebih menarik untuk fotografer yang kerap mengolah banyak file sekaligus.

Sebaliknya, M5 justru lebih kuat di video. Arsitektur mesin encoder terbarunya membuat rendering proyek video 4K HEVC selesai lebih cepat dibanding M4 Pro.

Grafis dan suhu kerja masih memberi ruang bagi M4 Pro

Di sisi audio, M4 Pro juga terlihat lebih siap untuk tugas panjang. Laptop ini mampu memutar hingga 240 trek audio sekaligus dengan suhu komponen tetap dingin dan stabil.

M5 hanya sanggup menangani 159 trek sebelum mengalami thermal throttling karena sistem pendinginnya mengandalkan kipas tunggal. Meski begitu, M5 tetap kompetitif di grafis berkat ray tracing generasi ketiga yang membantu efisiensi grafisnya.

Untuk rendering 3D dan gim kelas berat seperti Death Stranding, M4 Pro masih mencatat skor grafis lebih tinggi. Selisih frame rate keduanya memang tidak terlalu jauh, sehingga M5 masih bisa mendekat di beberapa skenario.

Pada akhirnya, pilihan di antara keduanya sangat bergantung pada kebutuhan kerja. MacBook Pro M5 lebih pas bagi pengguna yang mencari harga lebih rendah, baterai lebih awet, dan performa harian yang cepat, sedangkan MacBook Pro M4 Pro lebih cocok untuk profesional yang membutuhkan RAM lebih besar, Thunderbolt 5, serta tenaga stabil untuk beban kerja berat.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version