Bagi calon pengguna Mac yang selama ini menunggu titik masuk harga lebih rendah, MacBook Neo langsung menarik perhatian sejak preorder-nya dibuka di Indonesia. Model ini hadir sebagai MacBook termurah yang pernah dirilis Apple, dengan banderol mulai Rp 10.749.000.
Posisi harga tersebut membuat MacBook Neo terasa lebih dekat dijangkau dibanding lini Mac lain yang umumnya berada di kelas lebih tinggi. Targetnya juga jelas, yaitu pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, dan pengguna pertama MacBook yang ingin masuk ke ekosistem Apple tanpa harus membayar terlalu mahal.
Di Indonesia, Apple menawarkan dua varian utama untuk MacBook Neo. Model 8 GB/256 GB dijual Rp 10.749.000, sedangkan varian 8 GB/512 GB dibanderol Rp 12.999.000.
Pemesanan sudah tersedia lewat kanal online dan offline di iBox, Digimap, Blibli, serta Apple Authorized Reseller lainnya. Unitnya dijadwalkan mulai dikirim ke pemesan sekaligus dijual langsung pada 22 Mei 2026.
Desain ringkas untuk mobilitas harian
MacBook Neo memakai bodi unibody aluminium yang tipis dan ringan. Ukurannya sekitar 297,5 x 206,4 x 12,7 mm dengan bobot 1,23 kg, sehingga mudah dibawa untuk aktivitas harian.
Apple menyediakan empat pilihan warna, yaitu Silver, Blush, Citrus, dan Indigo. Laptop ini juga dilengkapi Magic Keyboard dan trackpad Multi-Touch berukuran luas untuk mendukung kenyamanan penggunaan.
Ada satu perbedaan kecil pada sisi keamanan biometrik antarvarian. Model 512 GB sudah mendukung Touch ID, sedangkan varian 256 GB masih menggunakan tombol power biasa.
Layar dan chip yang jadi daya tarik utama
Di bagian depan, MacBook Neo membawa panel Liquid Retina 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel. Layarnya mendukung kecerahan hingga 500 nits, tampilan 1 miliar warna, dan reproduksi warna sRGB.
Spesifikasi itu membuat perangkat ini tetap relevan untuk streaming, kerja harian, hingga editing ringan. Apple juga mempertahankan kualitas visual yang menjadi salah satu nilai jual utama lini MacBook.
Sorotan lain ada pada chip Apple A18 Pro berbasis fabrikasi 3nm. Ini menjadi Mac pertama yang memakai chip tersebut, dengan CPU 6-core, GPU 5-core dengan dukungan ray tracing, dan Neural Engine 16-core.
Perangkat ini juga membawa dukungan penuh Apple Intelligence. Untuk kebutuhan dasar, Apple menyematkan 8 GB unified memory dengan pilihan penyimpanan SSD 256 GB atau 512 GB.
Baterai, konektivitas, dan fitur harian
Apple menyebut MacBook Neo cukup untuk multitasking, editing foto dan video ringan, hingga gaming kasual. Desain fanless membuat perangkat ini bekerja tanpa suara kipas.
Daya tahan baterainya diklaim mencapai 16 jam pemutaran video dan 11 jam browsing wireless. Laptop ini memakai baterai 36,5 Wh dan charger USB-C 20W.
Untuk kebutuhan konferensi dan hiburan, tersedia kamera FaceTime HD 1080p, dual microphone, dan dual speaker dengan Spatial Audio. Konektivitasnya meliputi Wi-Fi 6E, Bluetooth 6, jack audio 3,5 mm, serta dua port USB-C.
MacBook Neo juga mendukung satu monitor eksternal 4K 60Hz. Di sisi perangkat lunak, laptop ini langsung menjalankan macOS Tahoe dan membawa dukungan pembaruan jangka panjang.
Apple pertama kali memperkenalkan MacBook Neo pada Maret 2026 sebagai laptop entry-level. Dengan kombinasi harga mulai Rp 10.749.000, bodi ringkas, dan chip A18 Pro, perangkat ini menjadi opsi baru yang paling menonjol bagi pengguna yang ingin masuk ke lini Mac dengan biaya awal lebih rendah.
Source: inet.detik.com