Minat terhadap BYD M6 DM tidak muncul dari ruang kosong. Mobil ini menjadi model Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV pertama BYD yang resmi dijual di Indonesia, dan respons pasar langsung menunjukkan perhatian besar.
PT BYD Motor Indonesia menyebut pemesanan sudah menembus ratusan unit, meski angka rinci belum dibuka ke publik. Perusahaan juga melihat banyak konsumen datang ke showroom untuk mencari informasi lebih jauh dan melihat langsung teknologi yang dibawa model tersebut.
Salah satu sinyal yang paling mencolok datang dari sebaran pesanan. Surat pemesanan kendaraan untuk M6 DM tidak hanya masuk dari Jakarta atau pusat pasar otomotif utama, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.
Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan permintaan terhadap M6 DM terus bergerak naik. Ia juga menyebut pemesanan masuk dalam jumlah besar setelah perusahaan mengumumkan indication price.
Pihak BYD menilai respons itu penting karena M6 DM menandai perluasan langkah perusahaan di Indonesia. Selama ini, BYD lebih lekat sebagai merek kendaraan listrik murni, sehingga kehadiran model plug-in hybrid ini membuka babak baru di pasar elektrifikasi.
Dalam beberapa minggu mendatang, BYD berencana menggelar rangkaian pengenalan produk dan teknologi ke sejumlah kota besar. Kota yang disebut meliputi Medan, Semarang, Bandung, Surabaya, dan Makassar.
Teknologi dan performa yang dibawa
M6 DM mengandalkan mesin bensin 1.498 cc yang dipadukan dengan motor listrik pintar berteknologi DM generasi kelima. Sistem itu juga dipasangkan dengan Dedicated Hybrid Transmission atau E-CVT.
Dari sisi tenaga, BYD menyebut mesin berada di kisaran 160 Tk, sementara torsi motor listrik mencapai 210 Nm. Untuk akselerasi, mobil ini diklaim mampu melesat dari 0-100 km per jam dalam 9,1 detik.
Andalan efisiensi dan jarak tempuh
Selain performa, BYD menonjolkan sisi efisiensi pada M6 DM. Mobil ini memakai Blade Battery berbasis LFP berkapasitas 18,3 kWh.
Dalam mode listrik murni, M6 DM diklaim bisa menempuh jarak hingga sekitar 100 kilometer tanpa bensin. Klaim itu menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengguna yang banyak beraktivitas di dalam kota.
Saat baterai penuh dan tangki bensin terisi penuh, jarak tempuh kombinasi mobil ini diklaim mencapai 1.300 kilometer. Kombinasi tersebut membuat M6 DM menawarkan fleksibilitas bagi konsumen yang ingin efisiensi khas mobil listrik, tetapi tetap memiliki cadangan mesin bensin untuk perjalanan lebih jauh.
Respons awal yang sudah mencapai ratusan unit memberi gambaran bahwa pasar Indonesia mulai memberi perhatian lebih serius pada PHEV. Bagi BYD, capaian ini bukan hanya soal jumlah pesanan, tetapi juga soal penerimaan teknologi Dual Mode Hybrid di tengah pasar yang masih didominasi kendaraan konvensional dan mobil listrik murni.
Source: otomotif.kompas.com