Lonjakan Veda Ega Di Mugello, Dari Peringkat 20 FP1 Langsung Amankan Q2

Performa Veda Ega Pratama di Mugello menunjukkan perubahan yang sangat cepat dalam satu rangkaian sesi. Dari hasil yang masih tertinggal di awal akhir pekan, pembalap Honda Team Asia itu langsung melesat ke posisi sembilan pada sesi practice Moto3 Italia 2026 dan berhak lolos otomatis ke Q2.

Lonjakan itu menjadi sorotan karena Veda tidak memulai semuanya dari posisi yang meyakinkan. Pada FP1 di Sirkuit Mugello, Scarperia, ia masih berada di urutan ke-20 dengan catatan 2 menit 12,954 detik sebelum memangkas waktunya secara besar pada sesi berikutnya.

Di sesi practice, Veda membukukan 1 menit 56,305 detik. Catatan itu bukan hanya cukup untuk menempatkannya di 10 besar, tetapi juga menjaga langkahnya tetap aman menuju babak kualifikasi berikutnya tanpa harus melewati Q1.

Hasil tersebut punya arti penting di Moto3, terutama di Mugello yang menuntut kecepatan sejak awal. Selisih kecil bisa langsung mengubah posisi seorang pembalap, dan tiket ke Q2 memberi keuntungan karena jalur menuju perebutan pole position menjadi lebih terbuka.

Peningkatan tajam dari FP1 ke practice

Perkembangan Veda terlihat jelas jika dibandingkan antara dua sesi awal itu. Dari posisi ke-20 pada FP1, ia naik jauh ke peringkat sembilan di practice, sebuah peningkatan yang menunjukkan respons cepat setelah hasil awal yang belum memuaskan.

Perubahan waktu tempuhnya juga mencerminkan perbaikan yang efektif. Dalam lintasan yang sama, ia mampu memperkecil catatan hingga hampir masuk kelompok terdepan, sesuatu yang langsung mengangkat posisinya dalam persaingan kualifikasi.

Bagi pembalap muda Indonesia itu, hasil ini berarti lebih dari sekadar angka di klasemen sesi. Dengan lolos langsung ke Q2, Veda mendapat kesempatan untuk mengatur strategi kualifikasi dari posisi yang lebih menguntungkan.

Ogden tercepat, persaingan tetap rapat

Sesi practice sendiri dipimpin Scott Ogden yang mencatat waktu tercepat 1 menit 55,812 detik. Pembalap KTM itu unggul tipis dari para pesaing lain di barisan depan.

Di belakang Ogden, persaingan tetap rapat dan sejumlah pembalap berhasil mengamankan tempat di kelompok 10 besar. Veda menjadi salah satu di antaranya, sehingga ia tidak perlu memulai perjuangan dari sesi tambahan yang lebih melelahkan.

Situasi ini memperlihatkan betapa ketatnya Moto3 di Mugello. Perbedaan tipis pada waktu putaran bisa menentukan apakah seorang pembalap langsung masuk Q2 atau harus mengambil jalur yang lebih panjang.

Hakim Danish tertahan di Q1

Tidak semua pembalap memiliki hasil yang sama di sesi ini. Hakim Danish harus puas finis di posisi ke-21 dan gagal menembus Q2.

Pembalap Malaysia itu harus melanjutkan kualifikasi dari Q1 pada Sabtu (30/5). Kondisi tersebut menjadi kontras yang jelas dengan Veda, yang justru berhasil mengamankan langkah lebih awal.

Perbedaan nasib itu menegaskan bahwa satu sesi practice bisa sangat menentukan arah akhir pekan balap. Bagi Veda, peningkatan tajam dari FP1 ke practice menjadi modal penting saat persaingan makin ketat di Mugello.

Source: sport.detik.com

Baca Juga

Back to top button