Bitgo memasuki 2026 dengan dua penopang yang terlihat semakin kuat: stablecoin dan peluang dari perubahan regulasi. Di sisi bisnis, perusahaan ini juga membawa modal kinerja 2025 yang sangat agresif, dengan pendapatan kuartal keempat mencapai $6.2 miliar dan pendapatan setahun penuh naik menjadi $16.2 miliar.
Lonjakan itu tidak berdiri sendiri. Bitgo menilai minat institusional, ekspansi produk, dan pembukaan akses regulasi menjadi kombinasi yang bisa mengubah arah bisnisnya di tahun ini.
Institusi masih jadi pusat strategi
Michael Belshe menegaskan Bitgo dibangun untuk kebutuhan institusi, bukan untuk mengejar siklus hype ritel. Ia menyebut klien institusional lebih lengket dan tidak terlalu sensitif terhadap volatilitas jangka pendek.
Posisi itu terlihat dari layanan yang ditawarkan Bitgo dalam satu platform terpadu. Perusahaan menyediakan wallets, qualified custody, trading, staking, lending, settlement, dan alat kepatuhan untuk institusi, platform, serta negara.
Basis pengguna pun ikut membesar. Jumlah klien naik 104% year-over-year menjadi 5,322, sementara jumlah pengguna tumbuh 14% year-over-year menjadi 1.2 juta pengguna.
Bisnis paling besar masih sangat dipengaruhi pasar kripto
Meski pendapatan melonjak, Bitgo menekankan bahwa nilai aset di platform tidak selalu mencerminkan performa bisnis secara langsung. Harga pasar kripto tetap memengaruhi angka tersebut, sehingga perusahaan juga melihat metrik berbasis unit dan harga yang dinormalisasi.
Secara unit, BTC di platform naik 8% year-over-year dan lima aset terbesar berdasarkan volume naik 3%. Pada basis harga yang dinormalisasi, aset di platform naik 16% year-over-year, sedangkan aset staked turun 7%.
Kontributor pendapatan terbesar tetap datang dari digital asset sales. Segmen itu menghasilkan $6.0 miliar pada kuartal keempat, naik 531% year-over-year, dan mencapai $15.6 miliar sepanjang setahun penuh, naik 513%.
Stablecoin mulai mengubah campuran pendapatan
Di luar transaksi aset digital, lini subscriptions and services menjadi salah satu sumber yang lebih stabil. Pendapatan kuartal keempat di segmen ini naik 75% year-over-year menjadi $39.3 juta, lalu sepanjang tahun naik 57% menjadi $121.5 juta.
Pertumbuhan tersebut ditopang jumlah klien yang lebih banyak, development fees, dan aktivitas lending yang meningkat. Bitgo menyebut custody and wallet solution clients naik menjadi 1,534, sementara lending book ditutup sekitar $207.4 juta, naik 114% year-over-year.
Kontribusi stablecoin sebagai layanan juga mulai terasa material. Pendapatan kuartal keempat mencapai sekitar $26.6 juta dengan take rate sekitar 20 basis poin atas assets under management, lalu setahun penuh mencapai $66.7 juta.
Belshe mengatakan USD1 telah tumbuh menjadi lebih dari $5 miliar market cap sejak diluncurkan. Ia juga menyebut SoFi memilih platform Stablecoin as a Service milik Bitgo untuk stablecoin SoFi USD.
Derivatives dibuka untuk menangkap pergeseran aktivitas
Langkah berikutnya datang dari peluncuran bisnis derivatives pada awal 2026. Manajemen mengatakan layanan itu dimulai pada January 1 dan langsung menghasilkan sekitar $3 miliar notional trading volume serta lebih dari $3 juta revenue.
Bitgo melihat derivatives akan menjadi bagian besar dari volume perdagangan ke depan. Perusahaan menilai banyak klien mulai berpindah dari spot trading ke derivatives karena kebutuhan yield dan perlindungan dari downside market.
Pada kuartal pertama, perusahaan memperkirakan gross trading volume dan net trading revenue sama-sama turun secara quarter-on-quarter, tetapi tetap naik kuat dibanding Q1 2025. Manajemen menyebut sebagian aktivitas spot saat ini sedang bermigrasi ke produk derivatives.
Regulasi dan ekspansi lisensi membuka ruang baru
Perubahan aturan juga masuk ke dalam peta pertumbuhan Bitgo. Perusahaan menyoroti pengesahan GENIUS Act dan pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal bahwa lebih banyak firma tradisional akan masuk ke aset digital.
Ekspansi lisensi berjalan di beberapa pasar. Pada 2025, Bitgo memperluas lisensi di Jerman dan menjadi custody broker di Dubai, sementara OCC license mendukung ekspansi di Amerika Serikat di bawah satu kerangka nasional untuk 50 negara bagian.
Untuk 2026, proses lisensi dan registrasi baru sedang berjalan di India, Korea Selatan, Inggris, dan Cayman Islands. Bitgo melihat APAC sebagai peluang ekspansi terbesar karena kawasan itu memiliki porsi besar dari likuiditas kripto global dan kerangka regulasi yang sudah mapan.
Pipeline institusional masih panjang
Belshe mengatakan permintaan dari tradisional finance belum melambat. Ia menyebut nama-nama besar seperti Morgan Stanley dan Citibank sebagai tanda bahwa institusi besar semakin aktif masuk ke aset digital.
Menurut manajemen, proses masuknya institusi besar biasanya panjang, mulai dari RFI, RFP, hingga penutupan dan deployment bertahap. Karena itu, Bitgo menilai pipeline tetap kuat meski belum semua calon klien diumumkan.
Perusahaan juga mengungkap sekitar 70% revenue-generating clients memakai dua atau lebih produk Bitgo. Sekitar 50% memakai tiga produk atau lebih, sehingga ruang cross-sell masih terbuka lebar.
Neraca tetap solid meski rugi bersih masih muncul
Dari sisi keuangan, total expenses mencapai $6.2 miliar pada kuartal keempat dan $16.1 miliar untuk setahun penuh. Net loss kuartal keempat tercatat $50 juta, sedangkan net loss setahun penuh mencapai $14.8 juta, terutama karena unrealized losses pada digital asset treasury saat harga aset turun.
Namun adjusted EBITDA justru bergerak naik. Kuartal keempat mencapai $12.1 juta, naik 188% year-over-year, dan setahun penuh mencapai $32.4 juta, naik 904%.
Bitgo menutup tahun dengan total equity $318.5 juta dan tidak memiliki utang jangka pendek maupun jangka panjang. Perusahaan juga masih mempertahankan Bitcoin treasury strategy, yaitu menahan Bitcoin yang diterima atau dibeli dalam kegiatan bisnis normal dan sesekali mengalokasikan kas untuk membeli Bitcoin tambahan.