Lonjakan 80.800 Pengunjung di Senayan, Dishub Siapkan 10 Kantong Parkir dan Rekayasa Lalu Lintas

Kawasan Gelora Bung Karno kembali bersiap menghadapi lonjakan besar pengunjung pada akhir pekan 6-7 Juni 2026. Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperkirakan total kedatangan mencapai 80.800 orang, sehingga arus kendaraan di Senayan berpotensi padat di titik masuk maupun keluar.

Puncak pergerakan itu diperkirakan terjadi saat berbagai agenda berskala nasional dan internasional berlangsung bersamaan di sekitar GBK. Pada Sabtu, Dishub memperkirakan ada sekitar 37.800 pengunjung, lalu jumlahnya naik menjadi sekitar 43.000 orang pada Minggu.

Petugas disiagakan di titik penting

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas telah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Mereka bertugas menjaga kelancaran arus kendaraan, mengawasi parkir, dan berkoordinasi dengan kepolisian serta penyelenggara kegiatan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menyebut pengaturan di lapangan akan dilakukan secara situasional. Langkah ini disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga meski aktivitas di kawasan GBK meningkat tajam.

Rekayasa lalu lintas disiapkan sesuai kondisi

Dishub DKI Jakarta juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang menuju dan keluar kawasan Senayan. Kebijakan ini diarahkan untuk membantu mengurai kepadatan ketika volume kendaraan naik signifikan.

Pengaturan tersebut tidak akan diterapkan secara kaku, melainkan menyesuaikan kondisi di lapangan. Dengan cara itu, arus kendaraan di jalur akses utama diharapkan tetap bergerak meski kawasan sekitar tengah dipadati pengunjung.

10 kantong parkir resmi disediakan

Selain pengaturan jalan, perhatian juga diberikan pada area parkir. Dishub menyiapkan 10 titik kantong parkir resmi di kawasan GBK untuk menekan parkir liar dan menahan penumpukan kendaraan di area yang tidak semestinya.

Lokasinya meliputi Plaza Tenggara, Plaza Selatan, Istora, Elevated Selatan, Elevated Utara, Akuatik, Lapangan ABC, Stadion Madya, Masjid Albina, dan Lapangan Softball. Total kapasitasnya mencapai 1.957 kendaraan roda empat dan 8.229 kendaraan roda dua.

Dorongan memakai transportasi umum

Di tengah potensi kepadatan itu, masyarakat juga diimbau menggunakan transportasi umum. Pilihan yang disarankan meliputi Transjakarta, MRT Jakarta melalui Stasiun Istora Mandiri, dan Commuter Line.

Budi menilai moda umum menjadi pilihan yang paling efektif untuk perjalanan yang lebih nyaman dan efisien. Imbauan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas di sekitar GBK saat arus pengunjung melonjak pada akhir pekan tersebut.

Agenda besar di Senayan memicu keramaian

Kepadatan di kawasan Senayan tidak muncul dari satu kegiatan saja, melainkan dari beragam agenda yang berlangsung hampir bersamaan. Turnamen olahraga, konser musik, pameran, dan festival budaya sama-sama diperkirakan menarik massa dalam jumlah besar.

Kondisi itu membuat pergerakan kendaraan menuju kawasan GBK dan keluar dari sana diprediksi meningkat tajam. Karena itu, Dishub menyiapkan langkah pengaturan sejak awal agar potensi penumpukan bisa ditekan.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version