Persaingan fitur perangkat lunak di ponsel OnePlus kembali memanas lewat OxygenOS 16.1. Pembaruan ini membawa dua sorotan utama yang langsung terasa di pemakaian harian, yakni Live Space dan integrasi AI yang makin dalam ke sistem.
Bagi pengguna, arah pembaruan ini cukup jelas: membuat akses informasi lebih cepat tanpa harus terus berpindah aplikasi. Di saat yang sama, OnePlus juga tetap menonjolkan karakter OxygenOS yang ringan, efisien, dan responsif meski tetap berbasis Android.
Live Space jadi pusat perhatian
Fitur yang paling mencuri perhatian adalah Live Space. Panel dinamis ini menampilkan informasi real-time secara kontekstual di layar utama maupun lockscreen.
OnePlus menyebut Live Space dapat menampilkan navigasi, status pengiriman, musik, aktivitas olahraga, hingga notifikasi layanan transportasi online. Dengan begitu, pengguna bisa memantau informasi penting yang sedang berjalan tanpa perlu sering membuka aplikasi lain.
Pendekatan ini membuat pengalaman multitasking terasa lebih praktis. Konsepnya memang mengingatkan pada Live Activities di iPhone atau Dynamic Island, tetapi OnePlus menempatkannya sebagai bagian dari pengalaman sistem yang lebih luas.
AI makin masuk ke fitur harian
Selain Live Space, OxygenOS 16.1 juga memperluas peran AI di tingkat sistem. Salah satu yang diperbarui adalah AI Smart Reply agar balasan pesan otomatis bisa lebih sesuai dengan konteks percakapan.
OnePlus juga menyempurnakan AI Notes dan AI Summary. Kedua fitur ini membantu perangkat merangkum teks atau catatan dengan lebih cepat dan praktis.
Arah pengembangan ini mengikuti tren smartphone yang makin mengandalkan AI di perangkat. Pendekatan on-device seperti ini dinilai lebih efisien, lebih cepat merespons, dan membantu menjaga privasi karena tidak selalu bergantung pada cloud.
Animasi, memori, dan daya ikut dibenahi
Pembaruan OxygenOS 16.1 tidak hanya fokus pada fitur baru. OnePlus juga menyentuh animasi sistem dan transisi antaraplikasi agar navigasi terasa lebih mulus.
Perusahaan mengklaim pengalaman akan lebih enak saat membuka aplikasi berat, berpindah jendela multitasking, atau sekadar melakukan scrolling di antarmuka. Di sisi teknis, manajemen memori dan efisiensi daya juga ikut diperbaiki.
Sistem kini disebut bisa mengatur prioritas aplikasi latar belakang dengan lebih adaptif. Hasilnya, performa diharapkan tetap stabil sementara konsumsi baterai lebih terkendali.
Keamanan dan privasi ikut diperbarui
Pada sisi perlindungan perangkat, OnePlus menyertakan patch keamanan Android terbaru. Pembaruan ini juga dibarengi optimalisasi privasi aplikasi.
Tampilan kontrol izin dibuat lebih sederhana dan terintegrasi langsung ke dashboard sistem. Langkah ini memudahkan pengguna mengatur akses aplikasi tanpa perlu masuk ke menu yang terlalu berlapis.
Distribusi masih bertahap
OnePlus belum membuka daftar perangkat yang kompatibel secara lengkap. Namun, beberapa model yang diperkirakan menerima OxygenOS 16.1 mencakup seri OnePlus 13, OnePlus 12, OnePlus Open, serta sejumlah model Nord terbaru.
Penyebaran update dilakukan bertahap mulai kuartal kedua 2026. Karena jadwal tiap wilayah bisa berbeda, pengguna perlu mengecek langsung lewat menu Settings > Software Update di perangkat masing-masing.
Arah software jadi pembeda OnePlus
Dalam beberapa tahun terakhir, OxygenOS memang berubah cukup besar setelah pengembangan software OnePlus dan Oppo terintegrasi melalui basis kode bersama ColorOS. Meski begitu, OnePlus tetap mempertahankan identitas OxygenOS lewat tampilan minimalis dan fokus pada performa ringan.
Lewat OxygenOS 16.1, OnePlus terlihat makin serius menjadikan software berbasis AI sebagai nilai tambah utama. Di tengah pasar smartphone yang makin kompetitif, pengalaman sistem, integrasi AI, dan efisiensi ekosistem kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan spesifikasi perangkat.
Source: selular.id