Lingard Buka Suara Soal Carrick, Pujian yang Sekaligus Menyentil Manchester United

Jesse Lingard kembali mencuri perhatian bukan hanya karena pernyataannya soal masa depan dan pengalamannya di Brasil, tetapi juga karena komentarnya yang menyinggung Manchester United dengan cara yang tidak biasa. Di saat yang sama, laga FC Seoul kontra Gimcheon Sangmu juga tetap menarik untuk disorot karena dua tim datang dengan modal positif dan situasi yang sama-sama tidak sederhana.

FC Seoul akan tampil di Stadion Piala Dunia Seoul dengan membawa rasa percaya diri dari kemenangan tipis 2-1 atas Gangwon FC. Tim ibu kota juga punya dasar kuat di lini belakang karena hanya kebobolan empat gol dalam enam laga terakhir di kompetisi domestik.

FC Seoul tetap harus waspada

Meski punya tren yang cukup baik, FC Seoul tidak bisa tampil dengan skuad terbaik. Ik-soo An harus menyusun ulang komposisi tim karena Sang-min Lee absen akibat cedera dan Jeong-beom Son tidak bisa bermain setelah kartu merah.

Kondisi itu membuat FC Seoul perlu menjaga keseimbangan antara ambisi meraih hasil dan kewajiban merapikan pertahanan. Situasi ini juga menambah tekanan karena lawan yang mereka hadapi sedang berada dalam performa yang juga meyakinkan.

Gimcheon Sangmu datang setelah menang 2-0 atas Bucheon FC. Hasil itu memberi dorongan penting sebelum mereka menantang FC Seoul di kandang lawan.

Rekam jejak pertemuan kedua tim sejak Juli 2024 menunjukkan FC Seoul sedikit lebih unggul. Klub ibu kota mencatat tiga kemenangan, sedangkan Gimcheon mengoleksi dua kemenangan.

Namun, catatan itu tidak membuat laga kali ini terasa aman bagi FC Seoul. Gimcheon pernah memberi peringatan keras saat menang 3-1 di markas Seoul dalam pertemuan liga November 2025.

Lingard bicara soal Brasil dan Carrick

Di luar pertandingan K League 1, Jesse Lingard terus menjadi bahan pembicaraan setelah mengulas perjalanannya bersama Corinthians. Mantan pemain FC Seoul itu menegaskan bahwa dirinya masih sanggup bersaing di level tinggi dan memandang kepindahannya ke Amerika Latin sebagai ajang pembuktian.

Lingard menyebut ukuran klub dan atmosfer liga di Brasil memberi tantangan yang sepadan dengan ambisinya. Pemain berusia 33 tahun itu juga mengaku sempat memiliki beberapa tawaran sebelum memilih Corinthians.

Keputusan tersebut ia lihat sebagai langkah untuk membuktikan diri setelah meninggalkan Inggris dan Korea Selatan. Ia menolak anggapan bahwa dirinya datang ke Brasil hanya untuk mengakhiri karier, karena target utamanya tetap trofi dan gelar.

Pengalaman di Brasil juga membuat Lingard terkesan dengan fanatisme suporter. Ia mengatakan belum pernah merasakan pendukung datang ke tempat latihan lalu berbicara langsung kepada pemain seperti yang ia alami di sana.

Menurut Lingard, tekanan dari suporter justru menjadi bahan bakar tambahan bagi tim. Ia juga menilai ekspektasi tinggi selalu berjalan beriringan dengan kritik, terutama ketika performa sedang menurun.

Adaptasi Lingard di Brasil belum sepenuhnya mudah karena bahasa masih menjadi kendala. Ia mengandalkan bantuan beberapa rekan setim yang bisa berbahasa Inggris, tetapi tetap ingin belajar bahasa Portugis agar tidak terus bergantung pada penerjemah.

Di tengah pembicaraan soal masa depannya, Lingard ikut menyinggung Manchester United. Ia mendukung Michael Carrick menjadi manajer permanen dan menilai mantan rekan setimnya itu sangat memahami klub.

Lingard bahkan menyebut para pemain United berada di jalur yang tepat di bawah Carrick. Ia juga mengatakan Carrick memiliki DNA Manchester United dan paham betul seluk-beluk klub.

Selain Carrick, Lingard turut memberi pujian kepada Bruno Fernandes. Ia menilai sang kapten layak masuk nominasi Ballon d’Or karena kontribusinya yang konsisten lewat assist dan gol.

Baca Juga

Back to top button