Perubahan cuaca di Jawa Timur pada Rabu, 27 Mei 2026, diperkirakan berlangsung cepat dan tidak seragam antardaerah. Di tengah pola yang berubah-ubah itu, lima wilayah masuk perhatian utama karena berpotensi mengalami hujan petir.
BMKG memprediksi kondisi tersebut muncul di Bondowoso, Jombang, Sumenep, Kota Mojokerto, dan Kota Batu. Dari kelima wilayah itu, Kota Batu menjadi daerah dengan suhu paling rendah, yakni 16-22 derajat Celsius, disertai kelembapan 83-99%.
Warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan perlu bersiap sejak pagi. Payung, jas hujan, topi, dan perlindungan dari panas matahari menjadi perlengkapan yang relevan karena cuaca bisa berganti dari satu kondisi ke kondisi lain dalam waktu singkat.
Selain lima wilayah dengan hujan petir, hujan ringan juga diperkirakan menyebar di banyak titik lain. Kediri, Lumajang, Banyuwangi, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Bangkalan, Sampang, Kota Kediri, Kota Malang, Kota Probolinggo, dan Kota Surabaya masuk dalam kelompok ini.
Sebagian besar wilayah yang diguyur hujan ringan memiliki suhu di kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius. Pola ini menunjukkan bahwa hujan tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan, melainkan tersebar di berbagai bagian Jawa Timur.
Di wilayah hujan petir, suhu dan kelembapan juga berbeda-beda. Bondowoso diperkirakan berada pada 22-27 derajat Celsius dengan kelembapan 70-96%, sedangkan Jombang berada di kisaran 24-31 derajat Celsius.
Sumenep diprediksi mencatat suhu 24-30 derajat Celsius, sementara Kota Mojokerto berada pada 24-32 derajat Celsius. Kombinasi suhu hangat dan kelembapan tinggi membuat kondisi cuaca di daerah-daerah itu perlu dicermati lebih serius.
Langit berawan juga meluas ke sejumlah wilayah lain di Jawa Timur. Tulungagung, Blitar, Malang, Situbondo, Probolinggo, Nganjuk, Ngawi, Bojonegoro, Pamekasan, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan diperkirakan berada dalam kondisi ini.
Di antara wilayah berawan, Kota Pasuruan mencatat suhu yang cukup tinggi, yaitu hingga 33 derajat Celsius. Kondisi berawan ini menambah variasi cuaca pada hari yang sama, terutama ketika siang bergeser ke sore.
Sementara itu, udara kabur diperkirakan muncul di Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Jember, Magetan, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Beberapa daerah itu juga menunjukkan kelembapan yang tinggi, termasuk Lamongan pada 72-99% dan Pacitan pada 71-98%.
Kondisi udara kabur bisa membuat jarak pandang terasa lebih terbatas pada waktu tertentu. Situasi ini juga tersebar di wilayah pesisir dan daerah lain di Jawa Timur, sehingga warga perlu tetap memperhatikan perubahan cuaca di sekitar mereka.
Di tengah sebaran cuaca yang luas itu, ada dua daerah yang justru diprediksi cerah, yaitu Madiun dan Kota Madiun. Suhu di keduanya masing-masing berada pada 23-31 derajat Celsius dan 24-32 derajat Celsius, sehingga wilayah cerah pun tetap terasa hangat.
Secara umum, suhu udara Jawa Timur pada hari tersebut diperkirakan berada di rentang 16 hingga 31 derajat Celsius. Kelembapan udara di banyak wilayah juga cenderung tinggi dan bahkan mendekati 99% di beberapa titik, sehingga pembaruan cuaca tetap perlu dipantau agar aktivitas harian bisa disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Source: www.detik.com




