Lima Laga Penentu Tottenham, Psikolog Olahraga Dicari untuk Redam Tekanan Degradasi

Tottenham Hotspur mencoba mengatasi tekanan yang terus membesar dengan mencari psikolog olahraga untuk membantu tim menghadapi sisa musim yang penuh risiko. Langkah ini menegaskan bahwa masalah yang dihadapi Spurs bukan hanya soal performa di lapangan, tetapi juga beban mental yang ikut memengaruhi hasil pertandingan.

Kebutuhan itu muncul ketika posisi Tottenham masih belum aman di klasemen Premier League. Klub asal London Utara tersebut berada di peringkat 18 dengan 31 poin dari 33 pertandingan, hanya dua angka di atas zona aman, sehingga lima laga tersisa menjadi penentu besar bagi nasib mereka.

Fokus pada kekuatan mental

Tottenham membuka lowongan melalui LinkedIn untuk mengisi posisi psikolog olahraga yang fokus pada performa atlet elite. Dari langkah itu terlihat bahwa klub menempatkan aspek psikologis sebagai bagian penting dari upaya memperbaiki situasi tim.

Dalam keterangan rekrutmen, Tottenham mencari kandidat yang kredibel, bijaksana, dan efektif di lingkungan Premier League. Klub juga menuntut kemampuan membangun kepercayaan dengan pemain dan pelatih agar dukungan mental bisa benar-benar masuk ke rutinitas kerja harian.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Spurs ingin memberi bantuan yang lebih menyeluruh. Di tengah situasi genting, klub tampaknya menilai stabilitas emosi sama pentingnya dengan taktik dan kondisi fisik.

Tekanan besar bagi Roberto de Zerbi

Langkah merekrut psikolog olahraga juga berkaitan dengan tugas berat Roberto de Zerbi, yang mulai menangani tim sejak akhir Maret. Mantan pelatih Brighton & Hove Albion itu langsung dihadapkan pada situasi yang menuntut respons cepat dari seluruh skuad.

Dengan hanya lima pertandingan tersisa, Tottenham membutuhkan cara untuk menjaga fokus pemain ketika tekanan meningkat. Kehadiran tenaga psikologi dinilai bisa membantu tim tetap tenang pada momen-momen krusial di lapangan.

Dalam kondisi seperti ini, faktor mental sering menjadi pembeda antara tim yang mampu bertahan dan tim yang semakin terhimpit. Karena itu, Spurs mencoba memperkuat sisi nonteknis agar suasana ruang ganti tidak makin terbebani.

Performa yang terus menurun

Masalah Tottenham tidak datang secara tiba-tiba. Rangkaian hasil buruk sudah berlangsung cukup lama dan membuat tim sulit keluar dari tekanan klasemen.

Kemenangan terakhir Spurs tercatat saat menundukkan Crystal Palace 1-0 pada 28 Desember 2025. Setelah itu, performa mereka merosot tajam, dengan catatan enam hasil imbang dan sembilan kekalahan dalam 15 laga berikutnya.

Rentetan hasil tersebut menunjukkan betapa sulitnya Spurs menjaga konsistensi. Di tengah selisih poin yang tipis dari zona aman, satu hasil buruk saja bisa membuat situasi mereka semakin rumit.

Lima laga yang tidak memberi banyak ruang

Jadwal sisa Tottenham juga tidak ringan. Wolverhampton memang sudah dipastikan turun kasta, tetapi Spurs masih harus menghadapi Aston Villa, Leeds United, Chelsea, dan Everton.

Deretan lawan itu membuat beban di ruang ganti makin berat. Setiap pertandingan akan membawa tekanan berbeda, terutama karena hasil yang didapat bisa langsung memengaruhi peluang bertahan di Premier League.

Tottenham tampaknya ingin memastikan para pemain tidak larut dalam kecemasan saat menghadapi situasi tersebut. Bantuan psikologi olahraga diharapkan mampu menjaga motivasi, ketenangan, dan daya tahan mental sampai musim berakhir.

Mengapa langkah ini penting

Di Premier League, tekanan datang bukan hanya dari lawan yang kuat, tetapi juga dari posisi klasemen dan ekspektasi publik. Tim yang terjebak di papan bawah sering membutuhkan pendekatan yang lebih lengkap agar kepercayaan diri pemain tidak runtuh.

Tottenham terlihat berusaha mencegah masalah mental memperparah kesulitan yang sudah ada. Jika dukungan ini berjalan efektif, Spurs berharap bisa tetap fokus hingga laga terakhir dan mempertahankan peluang bertahan di kompetisi tertinggi Inggris.

Baca Juga

Back to top button