Lidah Biru Pada Beberapa Anjing, Ciri Bawaan Dari Melanin Tinggi Yang Perlu Dipahami

Warna lidah pada anjing tidak selalu sama, dan pada ras tertentu rona biru keunguan justru menjadi ciri yang normal. Kondisi ini kerap mengejutkan pemilik hewan, tetapi dalam banyak kasus bukan pertanda penyakit, melainkan warisan genetik yang memengaruhi sebaran pigmen di tubuh anjing.

Ciri tersebut paling sering dikaitkan dengan tingginya kadar melanin di jaringan lidah. Melanin dikenal sebagai pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan selaput lendir, sehingga pada anjing tertentu permukaan lidah dapat tampak lebih gelap dari biasanya.

Ras yang paling sering memperlihatkan lidah biru

Chow Chow dan Shar Pei menjadi dua ras yang paling dikenal memiliki lidah biru gelap hingga kehitaman. Keduanya berasal dari Tiongkok dan sering dijadikan contoh utama ketika membahas ciri ini.

Selain dua ras tersebut, Lhasa Apso yang berasal dari wilayah Himalaya di Tibet juga dapat memiliki warna lidah biru. Thai Ridgeback dari Thailand pun termasuk ras yang bisa menampilkan warna biru hingga lavender yang lebih lembut.

Pada ras-ras itu, warna lidah yang tidak biasa bukan muncul akibat gangguan kesehatan. Sumber referensi menyebut ciri itu diduga diwariskan dari generasi ke generasi, meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami.

Mengapa warna ini bisa muncul

Fenomena lidah biru berkaitan dengan distribusi pigmen yang tidak sama pada setiap ras anjing. Ketika melanin terkumpul atau hadir dalam kadar lebih tinggi di jaringan lidah, warna yang terlihat berubah menjadi kebiruan.

Perbedaan ini penting karena tidak sama dengan perubahan warna yang muncul belakangan. Jika lidah sudah berwarna biru sejak awal, kondisi itu umumnya merupakan ciri bawaan, bukan tanda masalah medis.

Saat warna lidah berubah secara mendadak

Meski lidah biru pada banyak anjing tergolong normal, perubahan yang terjadi tiba-tiba tetap perlu diperhatikan. Munculnya bintik baru, benjolan, jaringan yang meradang, atau lidah yang tampak berdarah patut menjadi alasan untuk memeriksakan anjing ke dokter hewan.

Kewaspadaan juga diperlukan bila anjing mengalami bau mulut, air liur berlebihan, penurunan nafsu makan, atau berat badan turun. Gejala seperti itu dapat mengarah pada masalah serius di area mulut, termasuk melanoma yang disebut umum terjadi pada anjing.

Deteksi sejak dini menjadi penting karena penanganan yang lebih cepat dapat memberi peluang prognosis yang lebih baik. Karena itu, pemilik perlu membedakan antara ciri bawaan dan perubahan warna yang muncul setelah sebelumnya normal.

Risiko yang tetap perlu dipahami

Lidah biru pada anjing umumnya tidak berbahaya. Namun, referensi juga menyebut adanya kemungkinan risiko yang lebih tinggi terhadap melanoma oral karena kandungan melanin yang lebih banyak.

Anjing dengan lidah biru disebut bisa lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Jika terkena langsung terlalu lama, lidah berpotensi mengalami iritasi atau sengatan matahari.

Perawatan mulut yang tetap perlu dijaga

Pemeriksaan gigi rutin tetap penting untuk menjaga kesehatan mulut anjing. Langkah ini membantu mencegah penyakit gusi, kerusakan gigi, dan mendeteksi gangguan di area mulut lebih dini.

Pemilik juga perlu menyediakan tempat teduh saat cuaca panas dan cerah. Naungan membantu mengurangi paparan sinar matahari langsung yang dapat mengiritasi lidah.

Air bersih dan segar sebaiknya selalu tersedia agar anjing tetap terhidrasi dengan baik. Selama anjing terlihat sehat dan aktif, lidah biru pada ras tertentu umumnya hanya menjadi ciri fisik khas yang membedakannya dari anjing lain.

Source: www.idntimes.com
Exit mobile version