Di tengah maraknya perangkat rumah pintar, LG mencoba menjual pengalaman, bukan sekadar produk. Lewat kampanye “Housewarming by LG”, perusahaan itu menghadirkan suasana rumah bergaya Korea yang dibuat terasa akrab dengan aktivitas harian di dalam rumah.
Pendekatan tersebut menjadi cara LG memperkenalkan konsep hunian modern berbasis AI ke Indonesia. Bukan hanya memamerkan perangkat, kampanye ini mengajak pengunjung masuk ke ruang yang disusun seperti rumah sungguhan agar teknologi terasa lebih mudah dibayangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Rumah contoh yang dibuat seperti hunian nyata
LG merancang area pamer ini menyerupai rumah agar pengunjung bisa bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain dengan alur yang familiar. Di dalamnya ada dapur, ruang keluarga, hingga ruang ganti, sehingga setiap perangkat tampil dalam konteks penggunaan yang dekat dengan rutinitas rumah tangga.
Di dapur, kulkas menjadi salah satu fokus utama dengan fitur dispenser air, es batu, Craft Ice, dan es serut. Perangkat itu ditampilkan untuk mendukung pembuatan minuman dan makanan khas Korea dengan cara yang lebih praktis.
Dari kenyamanan ruangan sampai hiburan di rumah
Pada ruang keluarga, LG menempatkan AC dan air purifier sebagai pasangan perangkat yang menjaga suhu, kelembapan, dan kualitas udara tetap nyaman. Susunan ini memperlihatkan bahwa pengalaman rumah pintar tidak hanya soal efisiensi, tetapi juga kenyamanan ruang yang terasa lebih menyeluruh.
LG juga membawa StanbyME 2 ke dalam area pengalaman tersebut. Layar portabel ini diposisikan sebagai perangkat yang cocok untuk hiburan sekaligus aktivitas olahraga di rumah.
AI yang menyesuaikan rutinitas penghuni
Salah satu perangkat yang menonjol adalah LG WashTower™, karena perangkat ini memakai AI untuk menganalisis berat pakaian, tingkat kotoran, dan jenis kain secara otomatis. Tujuannya adalah membuat proses pencucian berjalan lebih optimal sesuai kondisi cucian yang dimasukkan.
LG Styler turut hadir sebagai perangkat untuk perawatan pakaian dan kebutuhan personal styling. Kehadiran dua perangkat ini menegaskan bahwa fokus LG tidak hanya pada teknologi pintar, tetapi juga pada solusi yang mendukung aktivitas harian dengan cara yang lebih praktis.
Dibawa bertahap ke Asia Tenggara
Kampanye “Housewarming by LG” tidak berhenti di Indonesia. Rangkaian acaranya lebih dulu dibuka di Ho Chi Minh City, Vietnam pada 19 Mei, lalu berlanjut ke Thailand pada 4 Juni, sebelum hadir di Indonesia pada 23 Juni 2026.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa LG menjadikan Asia Tenggara sebagai wilayah penting untuk memperkenalkan pendekatan rumah pintar yang lebih imersif. Melalui format pameran seperti ini, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan cara hidup masyarakat setempat.
Regional CEO LG Electronics Asia Pacific, Jaeseung Kim, menyebut Asia Tenggara sebagai kawasan yang penting karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap budaya Korea. Ia menjelaskan bahwa LG ingin memperlihatkan bagaimana konsep Affectionate Intelligence dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan cara hidup pengguna.
Sentuhan budaya Korea ikut dibawa ke ruang pamer
Selain teknologi, kampanye ini juga menonjolkan nuansa budaya Korea melalui gaya visual dan pendekatan gaya hidup di ruang pamer. Dua figur publik, MINHO dan Shin Ye-eun, dilibatkan untuk mewakili dua karakter hunian yang berbeda.
MINHO mewakili rumah yang aktif dan sosial, terinspirasi dari tren lari serta aktivitas dinamis sehari-hari. Shin Ye-eun menampilkan hunian yang lebih tenang, personal, dan dekat dengan estetika K-Wellness.
Meski karakter yang dihadirkan berbeda, keduanya membawa pesan yang sama, yaitu teknologi AI yang dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna secara lebih personal. LG menempatkan perangkat rumah tangganya sebagai bagian dari ritme kehidupan modern agar aktivitas di rumah terasa lebih nyaman.
Untuk memperluas jangkauan kampanye, LG juga menyiapkan konten di balik layar dan sorotan acara melalui YouTube serta media sosial resmi. Dengan cara itu, Housewarming by LG bergerak melampaui pameran produk dan menjadi sarana untuk menghubungkan teknologi rumah tangga dengan tren budaya yang sedang populer di Asia Tenggara.
Source: www.suara.com




