Lewat Play Store Bukan Satu-Satunya Jalur, Dua Alternatif Android Ini Memberi Lebih Banyak Kendali

Pilihan aplikasi di Android tidak lagi harus bergantung pada satu pintu distribusi saja. Bagi pengguna yang ingin kontrol lebih besar, pembaruan yang lebih lincah, atau akses ke aplikasi yang tidak muncul di toko resmi, Aurora Store dan Obtanium menawarkan dua pendekatan yang sama-sama menarik.

Keduanya juga menunjukkan bahwa Android memang lebih lentur dari yang terlihat di permukaan. Satu jalur terasa akrab karena meniru pengalaman toko resmi, sementara jalur lain justru memotong perantara dan mengambil aplikasi langsung dari sumber asalnya.

Dua pendekatan yang berbeda

Aurora Store dan Obtanium melayani kebutuhan yang tidak sama. Aurora Store cocok untuk pengguna yang ingin tetap merasakan alur seperti Google Play Store, tetapi tanpa harus memakai akun Google, sedangkan Obtanium lebih pas bagi yang ingin memantau pembaruan langsung dari sumber aplikasi.

Perbedaan itu membuat keduanya saling melengkapi. Aurora Store fokus pada akses yang nyaman ke aplikasi gratis di Google Play Store, sementara Obtanium menargetkan aplikasi yang diunduh dari situs web atau sumber lain di luar toko pusat.

Aurora Store terasa familier, tetapi lebih bebas

Aurora Store langsung menonjol karena antarmukanya mirip Google Play Store. Bedanya, toko ini bersifat open-source, anonim, dan dapat digunakan tanpa akun Google.

Semua aplikasi gratis yang tersedia di Google Play Store juga ada di Aurora Store. Pengguna bisa memasang aplikasi hanya dengan satu ketukan, lalu menerima pembaruan otomatis seperti di toko resmi.

Hal lain yang membuatnya menonjol adalah detail tambahan pada halaman aplikasi. Aurora Store menampilkan changelog, tangkapan layar, rating, ulasan dari Play Store, dan kontak pengembang dalam satu tampilan.

Toko ini juga memberi informasi yang tidak selalu terlihat di Play Store. Aurora Store bisa memberi notifikasi soal tracker yang tertanam dalam aplikasi dan memberi tahu apakah aplikasi bisa berjalan tanpa Google Play Services.

Ada pula fitur Manual Download yang menjadi nilai tambah penting. Lewat tombol ini, pengguna bisa memasang versi tertentu dari aplikasi hanya dengan satu ketukan, termasuk saat ingin menurunkan versi tanpa kehilangan data.

Aurora Store juga tidak berhenti pada proses unduh dan pasang. Aplikasi yang sudah terpasang bisa dipindai untuk melihat pembaruan yang tersedia, lalu pengguna dapat menaruh aplikasi tertentu ke block list agar tidak ikut diperbarui.

Obtanium bergerak dari sumber asli aplikasi

Obtanium mengambil arah yang lebih langsung. Aplikasi ini tidak bergantung pada repositori pusat, melainkan menambahkan aplikasi dari sumber asalnya agar bisa diinstal dan diperbarui otomatis.

Pendekatan ini berguna untuk aplikasi yang tidak tersedia di tempat lain. Tanpa alat seperti Obtanium, pengguna biasanya harus mengunduh paket baru secara manual setiap kali ada pembaruan.

Obtanium memeriksa sumber aplikasi secara berkala untuk mencari versi terbaru. Jika ada pembaruan, aplikasi akan memberi notifikasi, lalu pengguna bisa langsung mengunduh dan memasangnya dengan satu ketukan.

Fitur otomatisasinya juga cukup jauh. Obtanium bisa dikonfigurasi agar memperbarui aplikasi secara otomatis tanpa campur tangan pengguna.

Dukungan sumber yang tersedia juga luas. Obtanium mendukung sekitar selusin sumber aplikasi dan URL situs web, termasuk GitLab, GitHub, dan F-Droid.

Cara baru menjelajahi rilis open-source

Di sisi lain, GitHub Store hadir sebagai etalase cepat untuk rilis open-source yang ada di GitHub. Aplikasi ini memindai repositori GitHub, lalu menampilkannya dalam antarmuka yang rapi.

Pada Android, pengguna bisa memfilter aplikasi berdasarkan kategori “Android” dan memasangnya dengan satu klik. GitHub Store juga terintegrasi langsung dengan Obtanium, sehingga jalur ke rilis perangkat lunak yang tersebar di repositori pengembang menjadi lebih singkat.

Neo Store memperluas jalur F-Droid

Neo Store berada paling dekat dengan F-Droid, tetapi menawarkan tampilan yang lebih menarik dan repositori yang lebih kaya. Selain repositori resmi F-Droid, aplikasi ini juga memuat IzzyOnDroid secara bawaan.

Repositori IzzyOnDroid berisi aplikasi proprietary yang biasanya tidak ditemukan di toko FOSS biasa. Neo Store juga mengaktifkan Guardian Project repo secara default, sementara daftar panjang repositori FOSS lain masih bisa diaktifkan secara manual.

Dari sisi penggunaan, Neo Store dapat disetel untuk memperbarui aplikasi terpasang secara otomatis selama aplikasi itu ada di repositori yang aktif. Pengguna juga bisa mengecualikan aplikasi tertentu lewat toggle “Ignore all new versions”.

Keempat aplikasi ini memperlihatkan bahwa Android punya lebih dari satu jalur untuk mendapatkan pembaruan dan instalasi aplikasi. Untuk pengguna yang mengejar privasi, kecepatan pembaruan, atau akses ke aplikasi di luar Play Store, pilihan seperti Aurora Store dan Obtanium tetap relevan.

Baca Juga

Back to top button