Leganés datang ke Riazor dengan tekanan yang tidak ringan. Tim tamu baru saja kalah dari FC Andorra dan masih membawa masalah yang sama, yakni serangan yang belum cukup tajam untuk mengubah peluang menjadi hasil.
Di sisi lain, Deportivo de La Coruña justru berada dalam posisi yang lebih nyaman. Hasil imbang 1-1 melawan Burgos memberi sinyal bahwa mereka masih punya keseimbangan permainan yang lebih rapi, terutama saat menghadapi lawan yang juga cukup aktif menyerang.
Perbedaan paling mencolok terlihat dari efisiensi kedua tim. Deportivo mampu menjaga kontrol laga dengan 51 persen penguasaan bola, melepaskan tujuh tembakan, dan empat di antaranya tepat sasaran saat melawan Burgos.
Bil Nsongo sempat membawa Deportivo unggul lebih dulu pada menit ke-16. Burgos kemudian menyamakan keadaan lewat Sánchez pada menit ke-42, dan laga itu selesai tanpa banyak gejolak tambahan di papan skor.
Pola seperti itu juga terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir Deportivo. Dalam lima dari enam laga terakhir, pertandingan yang melibatkan mereka menghasilkan kurang dari tiga gol, dengan catatan sembilan gol dicetak Deportivo dan lima gol masuk ke gawang mereka.
Leganés sendiri justru datang dengan angka yang kurang meyakinkan di lini depan maupun belakang. Dalam enam laga terakhir, mereka hanya mencetak empat gol dan kebobolan 10 gol.
Saat menghadapi FC Andorra, Leganés sebenarnya tidak terlalu tertutup dalam menyerang. Mereka melepas 17 tembakan dan delapan di antaranya mengarah ke gawang, tetapi ketajaman tetap tidak hadir saat momen penentuan datang.
FC Andorra memanfaatkan situasi itu dengan lebih baik. Cardona, Alende, Cerdà, dan Théo Le Normand menjadi pembeda dalam laga yang kembali menegaskan rapuhnya Leganés di sepertiga akhir lapangan.
Masalah Leganés di laga tandang juga belum menemukan solusi. Mereka belum menang tandang dalam delapan pertandingan liga terakhir, sebuah tren yang membuat lawatan ke markas Deportivo terasa jauh lebih berat.
Kondisi tersebut memberi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah. Bermain di Estadio Abanca-Riazor, Deportivo punya peluang lebih besar untuk mengatur tempo dan memaksa Leganés bertahan lebih dalam.
Riwayat pertemuan kedua tim juga menunjukkan bahwa duel ini tidak selalu berjalan tertutup. Pada pertemuan terakhir di La Liga 2, laga berakhir 2-2 setelah Leganés mencetak gol lewat Miguel de la Fuente dan Duk, sementara Deportivo membalas lewat Samuele Mulattieri dan Yeremay Hernández.
Dari sisi susunan pemain, Deportivo diperkirakan memakai formasi 3-4-2-1. Álvaro Fernández disiapkan di bawah mistar, dengan Miguel Loureiro, Lucas Noubi Ngnokam, dan Dani Barcia di lini belakang.
Di lini tengah dan depan, Deportivo berpotensi mengandalkan Riki Rodríguez, Mario Soriano, Giacomo Quagliata, Luismi Cruz, Yeremay Hernández, dan Bil Nsongo. Komposisi ini memberi mereka banyak opsi untuk menekan sejak awal.
Leganés diperkirakan turun dengan skema 4-3-3. Juan Soriano, Sebastián Figueredo, Lalo Aguilar, Rubén Pulido, Naim García, Amadou Diawara, Roberto López, Óscar Plano, Luis Lopes Duk, Álex Millán, dan Juan Cruz masuk dalam proyeksi susunan mereka.
Pertandingan ini akan dipimpin oleh Dámaso Arcediano Monescillo. Dengan stabilitas permainan yang lebih terlihat dan masalah tandang lawan yang belum selesai, Deportivo tampak lebih siap mengendalikan jalannya laga di Riazor.
Source: www.posmetromedan.com




